Error-Error-Error :S

Hhhm udah lama ga ada posting blog terbaru, abis udah gak ada modem akhirnya sekarang cuma bisa posting kalau lagi ada di warnet, huhu apa ada yang mau jual modem dengan harga murah??huhu..

jadi sekarang saya hanya akan menulis tentang masalah-masalah yang akhir-akhir ini sering terjadi pada beberapa ponsel saya yang saya bawa ke surabaya (BB 8320 + Nokia 5800 + Nokia 5700 + HiTech H38), haha selama di surabaya formasi berubah, gak semburat seperti dulu.

baiklah langsung ke pokok permasalahan, yaitu disini saya sering mengalami masalah dengan ponsel saya yang membuat saya kerja keras lagi untuk memperbaikinya satu-satu (duwe hape kok error kabeh wes), haha lanjuttt..

1. Masalah dengan Nokia 5800 :

A. kamera ponsel kadang-kadang tidak beraksi dan tombol shutter nya terkadang terasa seperti tertekan, maksudnya disini setiap kali kita buka aplikasi kamera tiba-tiba aja flashnya nyala dan voila, viewfinder 5800 menjadi gelap dan gak jelas, nahh hal ini sangat tak menyenangkan dimana kita harus mengambil foto dalam keadaan yang spontan, gak enak banget rasanyaaaa..

N.B : diperkirakan penyebab dari masalah ini adalah tombol shutter yang sudah mulai aus padahal baru beberapa bulan saya pakai, haha payahh,,

B. menu galeri terkadang tidak menampakkan foto pada memori eksternal, sehingga kita hanya bisa melihat foto dari memori internal, huhu payah sekali dimana bila seseorang ingin melihat foto yang berada dalam ponsel kita namun tiba-tiba blank, wahh gak karuan modelnya.

N.B : diperkirakan masalah terdapat pada memori eksternal yang mulai error, tindakan jangka pendeknya adalah dengan menghapus salah satu foto yang berada di memori internal, untuk jangka panjangnya adalah ganti memori eksternal, haha..

C. Layar tiba-tiba blank gelap trus restart sendiri, waa iki sing paling ga karuan, bahkan kadang-kadang blanknya warna pelangi, apa ada yang pernah mengalami masalah seperti itu?? hhmm hingga hari ini saya masih belum tahu apa penyebabnya, tadi pagi saya juga mengalami hal seperti ini, bila ada yang pernah mengalami masalah seperti ini mohon untuk saling berbagi solusi atau pengalaman. 🙂

D. Positioning sensor kamera terkadang gak pas, sebagai contohnya bila saya mengambil foto dalam keadaan portrait, sensor kamera menangkapnya sebagai gambar landscape, sehingga hasil foto yang saya ambil gambarnya terbalik, ga sesuai dengan yang kita inginkan, mungkin sensor akselerometernya udah mulai error nehh, huhu..

N.B : cara mengantisipasi masalah ini menurut saya sebelum mengambil foto, putarlah posisi ponsel sesuai dengan objek yang kita ingin ambil, jadi ponsel sekali dibuat portrait buatlah benar-benar tegak ke atas, atau bila mengambil landscape buatlah ponsel benar-benar dalam keadaan landscape, hihi mungkin ini hanya masalah kecil dan hanya sebagian orang saja yang mengalami hal ini.

E. Aplikasi editing fotonya tak berfungsi lagi, nahh angg ingg engg beneran nih, terkadang sangat menyebalkan disaat kita butuh segera sebuah foto untuk diedit tapi aplikasi editingnya tak berfungsi, huhu parah..

F. Shortcut home screent tak berfungsi sebagai mana mestinya, sebagai contoh bila saya sudah centang shortcut icon di setting home screen shortcut, maka yang muncul adalah search menu, padahal itu saya tidak centang search shortcut di setting, jadi ribet dan gak enak deh kalau pengen atur-atur home screen, gak beraturan, huhu..

2.  Masalah pada Nokia 5700 :

A.  masalah pada ponsel ini hanya sedikit, software yang paling stabil karena hingga saat ini tak pernah mengalami yang namanya mati mendadak dan hangg, huhu..hanya saja masalah paling besarnya berada pada hardwarenya yang sering bermasalah, yaitu kabel fleksibel dan casingnya, total biaya yang harus anda keluarkan untuk memperbaiki semua itu adalah sekitar Rp. 600.000, haha bukan jumlah yang sedikit dikala kita harus menabung untuk membeli ponsel baru, haha pemborosan yang tak berguna lah pokoknya.. (menurut saya loh)

3. Masalah pada BlackBerry 8320 Curve.

A. Baterai yang gak jelas dan port charger yang putus nyambung, entah ini masalah pada kabel charge nya atau hardware BB ini sendiri, tapi hal ini mengakibatkan saya menjadi gemes pengen nekan sembarang tombol karena BB gak nyala-nyala, walaupun saya sudah melakukan upgrade software tapi rasanya sama saja, gak ada perubahan, mau beli baterai baru tapi harganya sekitar Rp. 300.000.

B. Keypad QWERTY yang atos dan mayak (mulai keluar bahasa daerahnya), siapa yang gak stress dikala kita pengen ngetik cepat tapi mesti ada aja satu yang ketinggalan karena keypadnya endel minta ditekan keras-keras, haha awalnya sih memang gak sini, huhu pengen ganti tapi gak ada yang jual dalam kata lain belum ketemu penjualnya dan belum ketemu dengan harga yang pas di kantong, haha..

C. Daya tangkap sinyal yang payah, mungkin karena sering jatuh jadi seperti ini, haha tapi hal ini membuat saya gemes karena bila keypadnya berbunyi “tik tik tik tik”, seperti mecahin balon kecil-kecil yang biasanya kita temui di dalam kardus pembelian barang elektronik, haha..

4. Masalah pada ponsel Hi-Tech H38 :

A. haha ponsel ini adalah TV portable saya berhubung di kos ku gak ada TV di kamar saya, haha, untungnya masalah pada ponsel ini tidak ada sama sekali, bahkan untuk urusan baterai bisa dikatakan paling mendewa dibandingkan yang lainnya, dapat bertahan 6 hari dalam sekali charge, yang tentu saja dengan pemakaian yang normal, haha entah mengapa ponsel ini terasa begitu kuat sendiri.

bila ada yang mengalami masalah seperti yang saya ceritakan di atas, ga ada salahnya untuk berbagi pengalaman, hihi..

terima kasih.. 😀

XpressMusic Series (X-Series)

XpressMusic merupakan jajaran seri musik garapan perusahaan ternama Nokia, seperti namanya, ponsel ini awalnya memang di-dedikasi-kan sebagai ponsel khusus musik dari Nokia (sepertinya sebagai lawan dari seri Walkman dari SE) sama halnya seperti N-Series, seri XpressMusic juga merupakan keluarga baru dalam jajaran ponsel dari Nokia, di awal kemunculan seri ini hanya memiliki beberapa tipe ponsel saja, namun sejalan dengan perkembangan teknologi, perkembangan dan penambahan tipe ponsel pada seri XpressMusic semakin banyak, dan hingga saat ini, seri ini berhasil berkembang dan memiliki ciri khas khusus dibandingkan ponsel garapan Nokia lainnya.

Awal-awal kemunculan seri musik ini dimulai pada bulan september 2006, yang diawali oleh kemunculan Nokia 5300 XpressMusic bersama saudaranya Nokia 5200 XpressMusic, kemunculan seri musik sangat menarik perhatian para pengguna ponsel, terutama para remaja yang ingin menikmati musik kapan saja, awal peluncuran ponsel ini disertai dengan hadirnya teknologi baru yaitu Bluetooth Versi 2 (A2DP) yang memungkinkan kita mendengarkan musik menggunakan headset stereo bluetooth, seperti iklan promosi ponsel ini yang menunjukkan seorang remaja mendengarkan musik menggunakan headset stereo bluetooth wireless (tanpa kabel). Di bawah ini adalah susunan seri ponsel XpressMusic diurutkan sesuai dengan tanggal dilauncurkannya :

Ponsel XpressMusic tahun 2007

Tahun 2007 :

– Nokia 5200 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel yang satu ini merupakan ponsel musik garapan Nokia yang berbasis java khas Nokia (s40 3rd), ponsel ini merupakan tipe hemat dari Nokia 5300, modelnya serupa dari saudaranya (Nokia 5300), hanya saja disini tak ada lagi shortcut tombol musik dan juga ukuran layar mengalami pemangkasan yang membuat layar ini terlihat mini (ya aslinya memang mini).

– Nokia 5300 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel yang satu ini merupakan perintis asli seri XpressMusic, saat peluncuran ponsel ini di bulan september 2006,  ponsel ini berhasil mengambil hati masyarakat dengan fitur yang ditawarkannya, sama halnya dengan saudaranya (Nokia 5200), ponsel masih berbasis Java S40 3rd.

– Nokia 3250 (Ponsel kelas Premium)

Nah untuk yang satu ini sebenarnya merupakan seri 3000 dari Nokia, namun dengan kelebihan yang dimilikinya, ponsel ini dimasukkan dalam jajaran seri XpressMusic setelah mengalami peningkatan fitur, ponsel 3250 XpressMusic ini mengalami pergantian warna bodi, yaitu merah-putih dan putih-abu-abu pada seri barunya (seri XpressMusic).

– Nokia 5700 (Ponsel kelas Hi-End)

Untuk ponsel yang satu ini, jelas dikategorikan Hi-End, pada tahun peluncuran ponsel ini, ponsel ini merupakan ponsel XpressMusic paling lengkap dan kaya akan fitur dari Nokia, ponsel ini juga pernah keluar sebagai pemenang di salah satu rubrik tabloid PULSA untuk kategori ponsel Musik, dan saya pun mengabadikan momen tersebut, menurut saya ponsel ini merupakan ponsel legendaris dari seri XpressMusic, apalagi bodi ponsel ini yang menganut desain twist keypad layaknya Nokia 3250, namun sayang sekali kejayaan ponsel ini menurun sejalan dengan banyaknya masalah pada kabel fleksibel twist nya. (padahal secara pribadi, ini adalah ponsel favorit saya)

Ponsel XpressMusic Tahun 2008

Tahun 2008 :

– Nokia 5130 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel ini tak jauh beda dengan Nokia 5310 yang berbasis Java, hanya saja disini ponsel ini memiliki desain yang sedikit lebih bongsor, fitur pun tak jauh beda dengan saudaranya tersebut.

– Nokia 5310 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan penerus dari Nokia 5300, walaupun memiliki desain yang berbeda dari saudaranya, namun beberapa ciri khas dari saudaranya itu masih terdapat pada ponsel ini, seperti shortcut tombol musik di sisi kiri layar dan juga penempatan warna di sekitar layar, untuk urusan desain ponsel ini memiliki bodi yang ramping.

– Nokia 5610 (Ponsel kelas Premium)

Ponsel dengan desain slide ini sempat membuat saya bingung di awal perkenalannya karena kehadirannya yang disertai dengan kamera 3.2 MP AutoFocus (ponsel pertama pada seri XpressMusic yang memiliki resolusi 3.2 MP AF), padahal seri XpressMusic lebih dikhususkan untuk urusan musik lalu mengapa memiliki kamera resolusi tinggi? ternyata sejalan dengan perkembangan teknologi, standarisasi resolusi kamera untuk setiap ponsel Nokia telah ditingkatkan, jadi tak menutup kemungkinan Seri XpressMusic juga memiliki kualitas kamera yang tinggi, desain ponsel ini terlihat sangat garang dan elegan, awalnya saya ingin membeli ponsel ini, namun setelah mengetahui bahwa ponsel ini berbasis Java S40 3rd, saya mengurungkan niat untuk membeli ponsel ini, apalagi setelah saya melihat milik teman saya sendiri, kualitas audio loud speakernya kurang bertenaga.

– Nokia 5800 (Ponsel kelas Hi-End)

Inilah ponsel legendaris High End seri XpressMusic, ponsel ini merupakan perintis dari segala ponsel dari Nokia, ponsel yang pertama kali menggunakan Symbian OS s60 versi 5 yang mendukung fitur layar sentuh, dengan desain candybarnya membuat ponsel ini pas di genggaman dan enak untuk digunakan, ponsel ini memiliki segala fitur yang dibutuhkan seperti jaringan internet kecepatan tinggi HSDPA, kamera dengan lensa Tessar Carl Zeiss 3.2 MP AF, layar dengan dimensi 3.2″ inci resistive dan juga kemampuan memainkan musik yang mengesankan, hingga saat ini, ponsel ini telah terjual lebih dari 6.8 juta unit di seluruh dunia (nah loh! banyak banget peminatnya). (sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Nokia_5800), pokoknya gak salah deh kalau punya ponsel ini. 😀 hihi

Ponsel XpressMusic Tahun 2009

Tahun 2009 :

– Nokia 5220 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel ini merupakan ponsel Low-End garapan Nokia dengan model yang menurut saya unik, mengingatkan saya dengan model 9210 Communicator dimana sisi bodi kiri bawah ponsel ini sedikit panjang dibandingkan sisi kirinya, ponsel ini berbasis Java S40 3rd, sehingga tampilannya memiliki kemiripan dengan 5310 dan sekawanannya, saya kurang tahu daya tarik masyarakat dengan ponsel ini, namun satu yang saya tahu, sepupu saya memiliki ponsel, bahkan saya pun sempat mencoba untuk menggunakan ponsel ini, dan menurut saya tidak ada yang spesial dengan ponsel karena fitur yang dimiliki ponsel ini sudah banyak juga dimiliki oleh ponsel lainnya, yang bikin saya sedikit geli adalah desain ponsel ini yang menurut saya sedikit nyeleneh, namun gimanapun juga itu merupakan seni dalam membuat desain ponsel, bisa jadi ada juga sebagian masyarakat yang menyambut hangat kehadiran desain ponsel ini.

– Nokia 5320 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel yang banyak diminati oleh masyarakat untuk saat ini, ponsel ini merupakan pilihan yang tepat bila ingin mendapatkan ponsel musik dengan kualitas kamera yang lumayan dengan harga sekitar 1 jutaan, menurut saya diantara ponsel seri XpressMusic yang lainnya, seri ini merupakan pilihan yang tepat apalagi bila kita menginginkan ponsel dengan OS Symbian, ponsel ini memiliki fitur yang cukup lengkap, seperti ketersediaan fitur N-GAGE pada ponsel ini dan juga kemampuan ponsel ini untuk berselancar di dunia internet dengan kecepatan HSDPA, namun mungkin posisinya nanti akan sedikit tergeser dengan hadirnya Nokia 5230, namun bagi para pengguna yang setia pada ponsel candybar ramping ‘bertombol’ seri XpresMusic, bisa saja tetap setia pada ponsel ini. 😀 (like the writer)

– Nokia 5330 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel musik dengan desain slide berbasis Java S40 3rd, sama halnya dengan ponsel seri XpressMusic berbasis Java lainnya, hanya saja disini tampilannya terlihat lebih elegan, saya sendiri jarang mendengar tentang ponsel ini, yang saya tahu ponsel ini bersamaan diluncurkan dengan Nokia 5730, namun kok sampai sekarang jarang ya muncul (atau mungkin saya yang kurang tahu), dari sisi fitur ponsel ini memiliki kamera 3.15 MP dan sudah mendukung data paket UMTS, namun sayang belum HSDPA.

– Nokia 5630 (Ponsel kelas Premium)

Untuk yang satu ini, saya rasa ini adalah seri peningkatan dari Nokia 5320, dengan bodi candybar ramping ponsel ini memiliki banyak perombakan pada tampilan UI, pada homescreen ponsel ini sudah memiliki shortcut kontak hingga 20 nama, sama halnya seperti 5730, ponsel ini menggunakan OS S60 3rd FP 2 sehingga membuat tampilan ponsel ini lebih berwarna dibandingkan seri sebelumnya, desain ramping pada ponsel ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan ponsel ramping dan garang. 😀

– Nokia 5730 (Ponsel Hi-End)

Inilah ponsel High End untuk tahun ini, ponsel dengan desain slide samping yang akan menampakkan keyboard qwerty yang tersembunyi di belakang bodi ponsel ini, desain ponsel ini hampir serupa dengan Nokia E75, namun dari bahan penyusun ponsel ini sudah berbeda dengan seri E yang terkesan elegan, kelebihan dari ponsel ini juga terletak pada keyboard qwerty yang akan memudahkan kita untuk mengetik, ponsel ini pun sudah memiliki kamera 3.2 MP (sepertinya resolusi ini sudah merupakan resolusi standar dari Nokia), jaringan data kecepatan tinggi HSDPA pun sudah dimiliki ponsel ini, saat awal perkenalan ponsel ini, saya sempat tertarik untuk membeli ponsel ini, namun karena saya masih trauma dengan masalah kabel fleksibel pada setiap ponsel, jadi saya mengurungkan untuk membeli ponsel ini.

Daftar Ponsel XpressMusic Tahun 2010

Tahun  2010 :

– Nokia 5230 (Ponsel kelas Low-End) saya sempat kaget dengan kehadiran ponsel ini, karena desainnya sama plek dengan Nokia 5800, namin ternyata ini merupakan alternatif lain dari Nokia 5800, lihat saja modelnya, mirip banget ama pendahulunya, sepertinya ini merupakan perpaduan antara Nokia 5530 (Home Screen UI) dan Nokia 5800 (Bodi Ponsel), fitur pada ponsel alternatif ini mungkin bisa dikatakan lebih dari Nokia 5530, lihat saja ponsel ini memiliki data paket kecepatan tinggi HSDPA dan juga A-GPS Receiver dimana Nokia 5530 tak memiliki fitur tersebut, namun disamping itu ternyata fitur Wi-Fi dan Kamera pada ponsel ini disunat, jadi pada ponsel ini kita takkan bisa menemukan fitur Wi-Fi dan juga untuk kamera, kita hanya akan menemukan kamera 2 MP standar, pemangkasan yang perih memang, apalagi bila anda termasuk orang yang menginginkan ponsel bertombol, ponsel ini bukanlah pilihan yang tepat.

– Nokia 5530 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel layar sentuh kedua pada seri XpressMusic, ponsel ini merupakan alternatif dari Nokia 5800, mengingat ponsel ini mengalami pemangkasan yang cukup perih pada fitur ponsel, sebagai contohnya hilangnya fitur HSDPA, lensa Tessar dan juga layarnya yang ikut dipangkas, namun disamping itu, pemangkasan ini tak mengurangi minat masyarakat pada ponsel ini, bahkan dengan pemangkasannya dan penyusunan bodi pensel ini, ponsel ini sangguh memberi kesan lebih mahal dibandingkan dengan Nokia 5800, pada ponsel ini beberapa fitur yang sangat diimpikan sudah hadir, sebagai contohnya home screen widget dan flick scrolling (kinetic scrolling) yang menjadi impian para pengguna Nokia 5800. (termasuk sii penulis) 😀

Nokia X3 (Ponsel kelas Premium)

Nah lohh, seri X? ya benar, sebenarnya seri X ini sama saja dengan seri XpressMusic, hanya saja karena mungkin sudah kelebihan nomer pada seri 5000 maka diciptakanlah keluarga seri X, atau mungkin saja seri X ini merupakan tanda bahwa seri XpressMusic telah setara posisinya dengan N-Series (biasanya N-Series merupakan jajaran ponsel spesial), lihat saja dari minat masyarakat yang tinggi akan seri XpressMusic, sebenarnya saya bingung menempatkan Nokia X3 ini pada posisi Mid-End atau Premium karena fitur pada ponsel ini tak jauh beda dengan Nokia 5530, namun karena ini merupakan Seri X, bisa saja ponsel ini akan dipatok dan diberi kelebihan lebih dibandingkan Nokia 5530, ponsel dengan desain slide ini memiliki kemiripan dengan Nokia 5330 yang diluncurkan bersamaan dengan Nokia 5730, ponsel Nokia X3 ini memiliki kamera 3.2 MP dan sudah berjalan jaringan HSDPA.

– Nokia X6 (Ponsel kelas Hi-End)

Inilah ponsel seri X yang pertama dari Nokia, ponsel ini merupakan suksesor dari Nokia 5800, untuk urusan desain, bodi ponsel ini sedikit mengotak, berbeda dengan Nokia 5800 yang melengkung di setiap sisi bodinya, sebenarnya ponsel Nokia X6 ini tidak jauh berbeda dengan Nokia 5800, hanya saja disini Nokia X6 meningkatkan resolusi kameranya menjadi 5 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, layarnya pun menjadi capacitive solid glass, memorinya tak lagi bisa dikeluarkan alias menjadi memori internal sebesar 32 GB, selebihnya tak jauh beda dengan Nokia 5800, bagi saya pribadi, ponsel ini tak ada bedanya dengan mengganti baju Nokia 5800, walaupun kesannya fitur pada ponsel ini sangat killer, namun ponsel ini tetap saja menggunakan prosesor dengan kecepatan 434 Mhz, jadi tampilan dan kemampuan softwarenya takkan jauh beda dengan Nokia 5800.

Ponsel seri XpressMusic ini atau yang sekarang disebut X-Series ini dapat menjadi lebih sangat killer bila disetiap ponsel Hi-End nya sudah ditanamkan prosesor yang sangat tangguh, bandingkan saja dengan Samsung HD yang bila memainkan game dapat menampilkan layar dengan 35 fps, bandingkan dengan Nokia yang bila memainkan game hanya berada pada 26 fps, bahkan terkadang terkesan patah-patah, ada baiknya bila suatu saat prosesor X-Series Nokia menggunakan prosesor kecepatan 1 GHz seperti ponsel-ponsel canggih sekarang ini, bahkan ponsel flagship nokia N97 sendiri masih memiliki prosesor yang tak jauh beda, semoga saja kedepan Nokia meningkatkan kemampuan prosesornya dan mengembangkan tampilan baru dan lebih segar dibandingkan saat ini, bahkan saat ini walaupun Symbian OS S60 versi 5 merupakan symbian terbaru, tampilannya tak jauh beda dengan sebelumnya, maka dari itu butuh penyegaran dan pembaharuan pada setiap sisi ponsel Nokia.

Demikian info dan pendapat dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. 😀

Pengalamku dengan Nokia 5700 Xpress Music

My Nokia 5700 XM

My Nokia 5700 XM

NOKIA 5700 XPRESS MUSIC, pasti banyak yang masih belum kenal sama ponsel satu ini saat masih pertama diluncurkan (pertengahan tahun 2007), sebuah ponsel musik garapan perusahaan ternama Nokia ini memiliki banyak kelebihan dalam urusan musik dan memutar video, dengan OS S60 v3 membuat ponsel ini memiliki tampilan yang sangat memukai di awal kemunculannya, dengan musik player dan hardware khusus yang ditawarkan oleh Nokia akan membuat ponsel ini menjadi Ponsel Musik terbaik di koleksiku.

PENGALAMANKU saat menggunakan ponsel ini akan aku rangkum dan aku susun sebisaku (walaupun mungkin akan agak berantakan) agar bisa menjadi masukan untuk para pembaca agar dapat mengetahui hal apa saja yang ada di dalam ponsel yang saya bahas.

1.  Harga saat pertama kali membeli disertai bulan dan tahun.

Pertama kali ponsel ini dilaunching dan dibahas di Tabloid Pulsa (yang menjadi Tabloid favoritku sepanjang masa), ponsel ini telah berhasil mencuri hatiku dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, harga saat pertama kali saya beli adalah Rp. 2.999.900 Pas di Oke Shop yang berada di ITC surabaya, hehehe yang awalnya adalah Rp. 3.450.000, saya membeli ponsel ini dipertengahan tahun 2007, beberapa bulan setelah ponsel ini diluncurkan di Indonesia, sedikit saran dari penulis, jangan tergesa-gesa untuk memiliki ponsel yang baru diluncurkan, karena harganya pasti akan sangat ‘menggila’, jadi tunggu beberapa bulan baru dibeli, karena saat pertama kali diluncurkan, perusahaan melihat seberapa besar daya tarik masyarakat jika diluncurkan dengan harga selangit, maka jika sudah beberapa bulan, harga ponsel pasti akan turun drastis, tapi juga pasti akan ada sedikit pemangkasan aksesoris dalam kotak (hanya pada beberapa ponsel saja).

2. Kesan Pertama.

wawww kerennnn!! tu lah yang selalu ada di benakku saat pertama kali memegang, menyentuh, menyaksikan si penjual membuka kotak sampai saat saya mencicipinya sendiri di dalam mobil bersama adikku saat perjalanan pulang, dan bahkan sejujurnya hingga saat inipun masih seperti itu, hehe, dengan desain yang unik pada bagian keypad yang dapat diputar membuat saya merasa sangat tertolong, karena hanya dengan memutar bagian bawah ini, kita dapat berpindah ke kamera dan musik dengan begitu mudah, apalagi kamera utamanya dapat diarahkan ke pengguna sehingga kita tak kesulitan mencari sudut untuk mengambil foto diri kita sendiri, apalagi dengan layarnya yang sangat mengagumkan, dengan resolusi QVGA (240×320) dengan kedalaman warna sebanyak 16juta warna membuat layar ponsel ini sangat tajam.

3. Kelebihan.

Kalau soal kelebihan jangan tanya lagi, apalagi kelebihan dalam memainkan musik, dengan adanya chipset khusus yang ditanamkan Nokia di dalam ponsel ini membuat keluaran suara loudspeaker pada ponsel ini sangat halus, gak cempreng dan gak pecah,  dengan dua lubang speaker yang berada di atas kiri ponsel dan kanan bawah ponsel (dalam keadaan keypad tak diputar) membuat keluaran speaker ponsel ini menjadi stereo, bahkan disaat keypad kita ubah menjadi keadaan musik (musik mode on), keluaran speaker ini sangat nendang, bassnya terdengar dengan halus, suara penyanyi nya pun terdengan dari arah yang berbeda-beda dari suara gitar, ini dapat terjadi karena dukungan surround sound yang membuat suara-suara pada musik menjadi 3D, dan menurut saya pribadi, saya lebih suka mendengarkan pakai loudspeaker daripada menggunakan headset, apalagi saat tidur. kelebihan lainnya juga berupa model ponsel ini yang memudahkan kita mengambil foto dari suduh manapun, dalam keadaan apapun, dari pengalaman saya, setiap saya mengendarai motor dan melihat pemandangan yang indah saya tinggal memutar keypad ini dan VOILA saya dapat mengabadikan momen yang saya inginkan tanpa bersusah payah nekan saya sini, apalagi dengan kualitas kamera 2 Mpix nya yang membuat hasil kamera ini termasuk bagus di kelasnya, apalagi pengambilan gambar di luar ruangan. kelebihan lainnya lagi adalah layar yang dibenamkan pada ponsel ini, sangat segar dipandang walaupun di bawah sinar matahari (lain lagi bila layar ponsel anda sudah banyak goresannya), ponsel ini telah memberikan saya banyak kemudahan selama saya memilikinya. 🙂

4. Kekurangan.

Ya tidak ada ponsel yang sempurna, dibalik kecanggihan sistem putarnya itu, tersimpan juga kekurangan yang sangat memilukan, yaitu rawannya kabel fleksibel ponsel putus atau bisa jadi ‘aus’ karena sering diputar-putar, sudah banyak pengguna yang mengalami masalah ini, sehingga ponsel ini tak lagi bisa mengoptimalkan penggunaan sistem putar ini, sebagai contohnya bila saya memutar keypad ke kanan (untuk memotret diri sendiri) ponsel ini malah membuka menu musik, namun bila keypad saya putar ke kiri kembali ke posisi semula malah mode kamera yang keluar, inilah keajaiban yang dimiliki ponsel ini bila sudah 2 tahun lebih menggunakannya (rata-rata begini masalahnya), dan  bila ingin mengganti kabel fleksibel, anda harus siap merelakan duit 300 ribu melayang. untuk kelemahan lainnya yaitu berada pada bahan casing sekitar layar ponsel ini yang terbuat dari karet, mungkin hal ini akan menjadi kelebihan bagi beberapa orang, namun hal ini merupakan suatu masalah bisa telah lama digunakan, seperti rusaknya tombol volume karena sering ditekan, tombol ‘C’ (hapus) jebol karena keseringan SMS, tombol menu ikutan jebol karena iri tombol ‘C’ udah jebol (hehe just kidding), hal seperti ini lah yang membuat ponsel ini terlihat kotor, sama halnya seperti N-Gage QD ku dulu. baterai pada ponsel ini pun juga merupakan sebuah masalah besar, selama saya menggunakan ponsel ini, sekali saya mengganti baterainya dengan baterai yang baru karena telah baterai telah berbadan dua! (haha maksudnya ukurannya membengkak gitu) yang membuat daya tahan baterai berkurang dan cepat lowbat. dan untuk kekurangan terakhir ialah joysticknya yang rawan akan rusak dan keras bila telah lama digunakan, selebihnya tak ada lagi kekurangannya menurut saya pribadi.

 

5. Kesan setelah lama digunakan.

ya inilah ponsel setiaku hingga saat ini, ponsel yang telah saya khususkan untuk mendengar musik ini telah membuat saya puas selama memilikinya, walaupun telah banyak kerusakan, saya maklumi karena memang sudah seperti itulah penggunanya (lhoo??), sampai saat ini ponsel ini masih tangguh untuk menemaniku tidur dan melakukan aktivitas yang harus ditemani musik, dengan keluaran suara yang selalu memukau, ponsel ini layak untuk dipertahankan. 🙂

6. Kenanganku bersama ponsel ini.

sudah begitu banyak kenangan yang ku lalui bersama ponsel ini, ponsel ini seperti hidup baru bagiku, dia tahun 2007 dimana saya mendapatkan hidup baru yang sangat berharga, ponsel yang sangat setia di setiap saat, ponsel yang saya gunakan untuk mendengarkan musik di kelas, ponsel yang saya gunakan untuk memotret pemandangan dan teman-teman saya, ponsel yang saya gunakan untuk merekam momen-momen indah bersama keluarga, sahabat dan teman-teman saya, ponsel yang saya gunakan untuk mendengarkan musik dikala sedih, ponsel yang saya gunakan untuk foto bersama orang yang spesial bagiku, ponsel yang telah menjadi saksi di semua aktivitasku selama bersamanya baik yang buruk hingga yang suci, ponsel yang telah menghubungkanku ke dunia maya setiap saat, ponsel yang saya gunakan untuk merekam kegiatan ngeband saya bersama band saya si banksadz band hingga berubah menjadi d’brodha (hingga terakhir ini the mortred), ponsel yang menemani saya disetiap saat..hingga saat ini, hingga saat saya menulis artikel ini, ponsel ini berada di sebelah laptop saya, sangat setia memang.. 😀

Demikianlah pengalaman saya bersama nokia 5700 xpress music ku, ponsel yang tangguh.

semoga bermanfaat bagi anda, terima kasih banyak telah membaca. 😀