Ulasan saya mengenai Nokia N97 Mini

Nokia N97 Mini, nah nohh akhirnya saya bisa juga mereview salah satu ponsel High-end dari vendor Nokia, ponsel ini adalah versi ‘kecil’ dari Nokia N97, yang tentu saja perbedaannya terletak pada ukuran ponsel, untuk lebih gampangnya layar pada Nokia N97 ini berukuran 3.2” inci, sedangkan Nokia N97 berukuran 3.5”, perbedaan layar yang cukup jauh, namun saya rasa ukuran layar Nokia N97 Mini ini sudah cukup, tak kebesaran dan tak kekecilan juga, yang tentunya sama besar dengan layar Nokia 5800 XpressMusic.

Aslinya ponsel ini adalah milik teman kelas saya, sebelum dia menggunakan Nokia N97 Mini ini, dia sempat menggunakan Nokia N81 tapi ntah mengapa dia sering mengganti-ganti ponselnya, katanya sih karena sering kehilangan ponsel di warkop dan karena ketiduran di sepur, hehe extreme amat yaa..

Baiklahh, pertama kali melihat dan memegang ponsel Nokia N97 Mini ini, saya melihat bahan ponsel ini gampang sekali kotor bila terkena debu, apalagi bagian di sekitar layar (dapat dilihat pada foto di atas), ukurannya terlihat sedikit lebih lebar dari Nokia 5800 (dan juga Nokia 5230), ponsel ini tak terlalu berat di tangan walaupun saya merasa berat ponsel ini lebih berat dari Nokia 5800, baiklahh untuk lebih jelasnya lagi, mari monggo dibacaa.. J

Untuk lebih mudahnya, saya akan membahas ponsel ini menjadi beberapa bagian, yaitu Harga, Desain, Input Pengetikan, Fitur, Daya Tahan dan Kesimpulan.

1. Harga

Untuk harga ponsel ini, sekarang berkisar pada Rp. 3.845.000 hingga Rp. 3.975.000, dan untuk teman saya sendiri, dia membeli dengan harga Rp. 4.300.000, hoho harga yang tinggi sekalii untuk membeli ponsel, padahal dia membeli ponsel ini baru beberapa minggu, tapi turunnya udah jauh gini, hehe..

Untuk harga bekas ponsel ini, saya tak begitu mengetahui, dan tentunya belum mau menafsir kisaran harga bekas ponsel ini, yang tentu saja, harga akan sangat berpengaruh pada kelengkapan dan kondisi ponsel.

2. Desain

Untuk desain ponsel ini mengadopsi sistem slide samping dimana bila kita menggeser bagian kiri ponsel ke atas maka layar akan bergeser seperti pada gambar, sistem seperti ini kembali membuat saya khawatir dengan fleksibel ponsel yang tentu saja suatu saat akan aus (rusak, layaknya Nokia 5700), apalagi bila sering digeser, sangat mengkhawatirkan..

Layar pada ponsel ini memeiliki lebar 3.2” inci, ukuran yang sama dengan Nokia 5800 (dan 5230), layar pada ponsel ini saya lihat memiliki bahan yang lebih bagus bila dibandingkan dengan Nokia 5800 XpressMusic, bila kita melihat layar dari samping, maka akan terlihat layar yang rata, dan bila kita menekan layar maka tak akan terlalu terlihat bagian layar yang tenggelam, menurut saya layar Nokia N97 Mini ini lebih responsif dibandingkan layar milik Nokia 5800 XpressMusic, apalagi pergerakan animasi pada ponsel ini lebih halus.

Keypad qwerty yang tersembunyi di belakang layar menurut saya memiliki susunan yang rada ribet aka tak nyaman, keypad qwerty 3 baris ini memiliki peletakan tuts yang rada tak biasa, dari sekian banyak keypad qwerty yang saya temui, keypad qwerty inilah yang paling ribet, dan menurut saya masih lebih nyaman keypad qwerty milik Samsung OmniaPro, namun disamping itu, tuts pada keypad qwerty ini tergolong empuk, dan tak keras bila kita menekannya, jadi kita tak perlu menghabiskan banyak tenaga untuk mengetik menggunakan keypad qwerty ini.

Pada bagian belakang ponsel ini, terdapat kamera 5 MP dengan lensa Carl Zeiss Tessar, peletakannya tak terlalu menghalangi penggunaan ponsel, jadi lensa kamera takkan ketutupan dengan jari-jari kita bila digunakan, namun sayangnya saya tidak menemukan pelindung lensa pada kamera ponsel ini.

Bagi pengguna Symbian touch v5 mungkin sudah terbiasa dengan switch geser pada bagian kanan ponsel, nah pada ponsel ini kita akan menemukan peletakan yang berbeda, kali ini switchnya berada pada bagian kiri ponsel, peletakan ini tak membawa kesulitan dalam penggunaan ponsel, sedangkan shutter kamera tetap berada pada sisi kanan ponsel, shutter kamera pada ponsel ini mengingatkan saya dengan Nokia N73, berbeda dengan shutter kamera Nokia 5800 XpressMusic.

3. Input Pengetikan

Metode pengetikan pada ponsel ini akan sedikit berbeda dengan Nokia 5800 XpressMusic, dimana bila kita memutar ponsel ini menjadi landscape, maka keypad virtualnya akan tetap menjadi keypad virtual biasa, jadi pada ponsel ini tak ada keypad qwerty virtual yang biasa kita temui di ponsel layar sentuh Symbian v5, jadi ya jalan satu-satunya bila ingin mengetik menggunakan keypad qwerty yaitu menggunakan keypad qwerty yang berada di balik layar ponsel ini

Saya tidak ingin lagi berkomentar banyak tentang keypad qwerty 3 baris ini, karena kurang lebih sudah saya jelaskan pada sesi desain sebelumnya.

Untuk metode input keypad virtual, sama saja dengan ponsel Symbian v5 lainnya, susunannya pun sama, jadi tak ada masalah disini, dan tentu saja masih lebih nyaman mengetik menggunakan keypad virtual alfabet dibandingkan mengetik menggunakan keypad qwerty ponsel ini.. (silent mode : on)

4. Fitur


a. Kamera

Untuk sisi kamera, ponsel ini telah dibekali lensa Carl Zeiss Tessar, lensa yang sama dengan ponsel high-end Nokia lainnya, kamera ponsel ini dapat mengabadikan gambar dengan resolusi 5 Mpix (2592 x 1944), hasil kamera pada ponsel ini menurut saya tergolong bagus, dimana noise pada sisi pinggir hasil foto tidak terlalu kelihatan, dan juga flash pada ponsel ini tidak terlalu terang sehingga pengambilan gambar dengan modus makro takkan terlihat over brightness pada objek dengan warna dasar putih, pewarnaan yang dihasilkan pada ponsel ini juga tergolong mendekati dengan warna asli objek, jika masih kurang puas dengan pewarnaan kamera ponsel ini, kita dapat memilih pewarnaan dengan modus vivid, sehingga warna yang dihasilkan kamera ponsel ini lebih hidup (sebagai contohnya warna merah semakin merah, yang warna kuning semakin kuning, dan seterusnyaa, hehe..), namun sebaiknya penggunaan modus vivid ini tidak perlu terlalu sering, karena kadang bila pencahayaan kurang sesuai akan mengakibatkan noise di sekitar objek, untuk modus makro pada kamera ponsel ini pun sangat mumpuni, dimana kita dapat memotret kertas kerpek’an (pelampung) dengan hasil yang sangat memuaskan, jadi kita tak perlu membawa kertas besar-besar, cukup dengan ponsel ini maka setiap tulisan di kertas tersebut dapat terbaca dengan mudah setelah dipotret, secara keseluruhan, kamera ponsel ini tergolong memuaskan, yaa tentu saja satu level di atas Nokia 5800 hasilnya..

Untuk shutter kamera, menurut saya shutter pada ponsel ini kurang nyaman, terasa lembek, ada kemiripan dengan shutter Nokia N73, saya merasa kurang nyaman dengan shutter kamera ini karena saat saya menekan shutter kamera ini, tak terasa adanya perlawanan dari dalam sehingga bisa saja kebablasan saat menekan shutter, dan tentunya bila kebablasan tekannya maka hasil tidak akan fokus, berbeda dengan shutter Nokia 5800 yang terasa sesuai di jari, tak terlalu keras dan juga tak terlalu lembek, sehingga kita dapat mengetahui dimana saat shutter sudah kita tekan setengah.

b. Music Player

Layaknya ponsel Symbian Nokia layar sentuh lainnya, tampilan pemutar musik Nokia N97 mini ini sama dengan Nokia 5800, yang saya perhatikan tak ada yang berbeda, baik tampilan list lagu dan yang lainnya.

Untuk keluaran speaker ponsel ini,

c. Games

Dengan hadirnya chipset grafik pada ponsel ini membuat aksi bermain game menjadi semakin asyik dan nyaman, pergerakan frame game terasa lebih halus ketimbang Nokia 5800, dan tentu saja adanya chip grafis ini juga membawa efek baik pada efek animasi ponsel ini, semua pergerakannya terasa halus, termasuk browsing foto di galeri, tampilan dialler juga lebih halus saat dibuka dan ditutup, pokoknya bermain game dengan ponsel ini terasa menyenangkann.. 😀

d. Office Suite

Ponsel ini sudah dilengkapi dengan office suite lengkap satu folder, berbeda dengan Nokia 5800 yang masih harus nginstall sendiri, office suite pada ponsel ini sama halnya dengan Office suite di Nokia 5800 bila telah kita install, aplikasi ini salah satu aplikasi penting untuk hal-hal darurat di kampus, dan pengoperasiannya pun cukup mudah tuk digunakan..

e. Web browser

Browser pada ponsel ini sama saja dengan browser Nokia lainnya, hanya saja browsing dan perpindahan halaman akan terasa lebih halus, koneksinya pun terasa lancar, namun tentu saja, penggunaan ponsel untuk internetan akan terasa lebih efisien bila menggunakan Opera Mobile, jadi pulsa kita takkan terpotong terlalu banyak dibandingkan bila kita menggunakan browser bawaan Nokia..

5. Daya Tahan

Untuk daya tahan baterai, ponsel ini sanggup bertahan dalam 2 hari sekali charging baterai, namun daya tahan akan otomatis menurun sejalan dengan aktivitas yang kita lakukan dengan ponsel ini, apalagi bila digunakan merekam video dan memutar video dalam waktu lama, maka tentu saja ponsel ini akan segera melemah sama halnya dengan Nokia 5800..

6. Kesimpulan

Dengan harga sekitar Rp. 3.799.000, saya rasa ponsel ini patut untuk dibeli, apalagi untuk saat ini, selain N900, Nokia N97 masih merupakan Flagship Vendor Nokia, apalagi fitur dan spesifikasi yang dimilikinya sudah tergolong canggih, apalagi bila kita memiliki budget yang mumpuni dan bebas memilih ponsel.

Namun bila merasa telah bosan dengan tampilan Nokia yang ‘begitu-begitu saja’  dan mengincar keypad qwerty yang nyaman, saya rasa ponsel ini tidak begitu menyenangkan untuk dibeli, apalagi keypad qwerty nya yang terasa tak nyaman, susunan keypad qwerty 3 baris milik Nokia ini tak terlalu mudah untuk digunakan, belum lagi masih banyak ponsel lain yang memiliki fitur yang lebih canggih dengan harga yang sama.

Tentunya sebelum membeli ponsel, pilihlah dengan lebih bijaksana, pikirkan dulu fitur apa dan apa keuntungan setelah membeli ponsel tersebut, jadi di belakangan gak akan menyesal.. 😀

Semoga informasi ini bermanfaat, terima kasih..

Bosan dengan Keyboard Virtual Bawaan?? :D

Bosen dengan tampilan keyboard virtual bawaan symbian v5??jika jawaban anda adalah ‘Iya’, maka yang satu ini tidak ada salahnya anda mencoba, pasti kita sudah pada tahu bagaimana tampilan Opera Mini/Mobile terbaru, yaitu versi beta 5/10, tampilan baru dengan adanya keyboard virtual bawaan Opera Mini/Mobile, tampilan keyboard yang nyaman dan simpel, setengah layar, inline edit dan tak perlu menghabiskan seluruh layar untuk keyboard virtual raksasa bawaan Symbian v5, nahh bagaimana bila kita menggunakan keyboard virtual opera mini ke ponsel kita? Yapp, kita mengganti keyboard virtual bawaan symbian v5 dengan keyboard ala opera mini, jadi kita bisa langsung mengetik tanpa memasuki layar baru dimana dipenuhi layar yang penuh dengan keyboard virtual, caranya mudah, cukup dengan menginstal aplikasi ini maka kita dapat menggunakan virtual keyboard opera mini.

Sebenarnya aplikasi ini sudah lama keluarnya, saya pun sebenarnya sudah dari dulu downloadnya (seperti biasa, mengunduh dari forum daily mobile), tapi berhubung baru sekarang muncul inisiatif untuk ganti keyboard, jadinya saya baru instal sekarang, haha

Cara penggunaannya mudah, cukup instal aplikasi tersebut (dayhand_input), saat proses instalasi berlangsung, kita akan diberi pilihan 5 macam keyboard virtual, hapus centang 2 keyboard paling bawah yaitu Nokia 5800 dan cina keyboard, setelah proses instalasi selesai, buka aplikasi tersebut (dapat ditemui di folder Apps), tulisan pada aplikasi ini menggunakan bahasa cina, saya sendiri tidak mengerti apa arti dari setiap tulisan yang ada dalam aplikasi ini, yang penting cukup ganti option yang seperti gambar di bawah ini.

Kita dapat memilih 3 macam keyboard virtual yang disediakan aplikasi ini, ada juga keyboard virtual iPhone, tapi menurut saya masih lebih bagus keyboard opera mini, dimana keyboard virtual iPhone tak mirip blas ama keyboard virtual asli iPhone (haha), pilihan keyboard seperti gambar di bawah.

Setelah kita selesai memilih keyboard virtual, kita bisa menutup aplikasi, dan VOILA ! 😀

Keyboard virtual opera mini dapat anda nikmati, untuk cara penggunaan keyboard virtual ini sedikit berbeda dengan keyboard opera mini, karena bila kita menahan lalu menggeser keyboard virtual ke kiri atau ke kanan, maka akan keluar keypad virtual alfanumeric standar, namun tetap ‘ala opera mini’, haha, cara penggunaannya pun sangat membingungkan bagi pengguna awal, karena tidak seperti keypad biasa yang perlu kita tekan berkali-kali untuk memilih huruf yang akan kita gunakan, untuk memilih huruf kita harus melakukan drag n’ slide, haha sangat ribet bila masih pertama kali menggunakannya, bisa dilihat seperti gambar di bawah.

Cara memilih huruf yang ingin kita gunakan ialah dengan cara menahan tuts virtual pada huruf yang kita ingin gunakan, lalu geser ke arah huruf yang kita inginkan, sebagai contohnya lihat gambar di bawah.

Pada gambar di atas saya sedang menahan tuts virtual ‘K’, lalu saya menggeser jempol ke kiri agar huruf yang keluar adalah huruf ‘J’, dan begitu pun sebaliknya, bila saya menggeser jempol ke kanan maka huruf yang keluar adalah huruf ‘L’.  😀

Mudah bukan, selamat menikmati.

Semoga aplikasi ini bermanfaat bagi anda, aplikasi ini juga sangat bermanfaat bila kita ingin melakukan search lagu di menu musik dan mencari kata di aplikasi kamus bawaan Nokia.

Snaptu

Haha hingga saat ini, facebook masih saja digemari para penggunanya, dengan tampilan yang minimalis dan sederhana, membuat kita tetap nyaman untuk terus menatap setiap halaman di Facebook, bagi pengguna Nokia 5800, pasti terkadang mendapat masalah dimana aplikasi Facebook sering kandas dan tak berjalan, sangat menyebalkan memang, nah disini saya akan membagi sebuah aplikasi yang bernama Snaptu, satu aplikasi untuk puluhan bahkan ratusan situs dalam satu aplikasi, masing-masing memiliki UI berbeda, nah ini dia contohnya :

Snaptu

nah ini adalah halaman pertama dari aplikasi snaptu, saat pertama menggunakan aplikasi ini, akan ada virtual d-pad, untuk membuat layar penuh matikan d-pad di installation setting, cari aplikasi snaptu, lalu setting dan matikan virtual keypadnya.

menggunakan snaptu ini sangat menyenangkan karena dalam satu aplikasi kita dapat mengakses situs lain dengan tampilan segar, dan untungnya snaptu sudah menggunakan kinetic scrolling (flick scroll).

tapi secara keseluruhan aplikasi ini sangat segar dibandingkan tampilan facebook bawaan Nokia 5800 yang terkadang melambat, aplikasi ini berjalan di semua Symbian versi 5 layar sentuh.

selamat mencoba.. 😀

download disini

Nokia Nseries

Nokia Nseries

Nokia Nseries, siapa yang tidak kenal dengan seri yang satu ini, seri N merupakan jajaran ponsel yang biasanya dilepas pada posisi High-End ini selalu dilengkapi dengan fitur-fitur yang canggih, tidak heran bila harganya selalu diawali dengan harga yang selangit, beda halnya dengan Nokia XpressMusic series yang lebih ditujukan untuk Music Player, Nokia Nseries ditujukan untuk segala fitur multimedia dan disatukan dalam satu ponsel dengan desain yang canggih, bila berbicara tentang Nseries, pasti semua orang sudah tidak asing lagi dengan Nokia N70, ponsel yang telah menjadi ponsel sejuta umat, tidak heran bila dengan mudahnya kita akan menemukan pengguna ponsel tersebut dimana saja kita berada, hingga saat ini ponsel tersebut masih saja tidak ketinggalan jaman karena fitur yang dimilikinya termasuk lengkap, contohnya kamera 2 MP yang kualitasnya sangat bagus untuk sekelasnya, video recordernya yang termasuk tajam (bila dilihat di layar ponsel itu sendiri), musik player yang juga bagus, apalagi ponsel tersebut sudah didukung dengan jaringan data paket 3G/UMTS, jadi tidak heran bila ponsel tersebut masih tidak ketinggalan jaman hingga saat ini, jadi intinya ponsel-ponsel pada jajaran Nseries merupakan ponsel dengan fitur multimedia lengkap yang diusahakan (^^) untuk dimaksimalkan, untuk jajaran ponsel Nokia Nseries, mari monggo dibaca susunan jajaran ponsel Nseries yang telah saya usahakan susun berdasarkan tahun peluncurannya. 🙂

Tahun 2005 bulan April :

– Nokia N70 :

Nokia N70 merupakan ponsel jajaran Nseries pertama dari Nokia, yang juga diluncurkan bersama dengan N90 dan N91, N70 merupakan ponsel candybar dengan kamera depan untuk fitur video call, ponsel ini sudah merupakan yang paling canggih diantara ponsel lainnya karena fiturnya yang termasuk fresh from the oven (hihi), ponsel dengan desain candybar ini terlihat imut, apalagi keypadnya yang sangat imut-imut (waw), yang pasti bakal sulit digunakan bagi pengguna ponsel yang memiliki jari yang besar.

N70 Music Edition (ME) merupakan versi lanjutan dari N70 dimana kita akan menemukan ponsel dengan balutan warna hitam garang dan memori 1 GB dalam paketan penjualan, tombol shortcut multimedia juga telah diganti menjadi tombol pintas music player.

Sepertinya ponsel N70 ini merupakan produk lanjutan dari Nokia 6680, sama halnya seperti Nokia 5800 menjadi Nokia X6.

– Nokia N90 :

Nah yang satu ini merupakan ponsel dengan desain clamshell yang tergolong sangat unik, dimana kita bisa memutar layar dan sudut kameranya ke berbagai sudut (yang tentunya ada batasannya juga), yang saya tahu layar ponsel ini dapat diputar sebanyak 270 derajat, yang tentunya lensa kamera ini juga dapat diputar hingga beberapa derajat juga, jadi kita dapat mengubah ponsle ini menjadi ponsel dengan desain handy cam (video recorder), kamera ponsel ini juga menggunakan resolusi 2MP, dan tentunya dengan video recording resolution CIF, dimana resolusi CIF itu 352 x 416 dengan durasi merekam maksimal 2 jam, resolusi itu sudah termasuk besar di jajaran ponsel tahun itu, apalagi dengan resolusi ponsel yang tinggi juga (CIF), beda dengan N70 yang hanya 176 x 208.

– Nokia N91 :

Untuk ponsel yang satu ini merupakan ponsel dengan kapasitas memori internal yang besar saat itu, dengan memori 4 GB (8GB untuk versi baru) yang dapat menyimpang hingga 3.000 lagu lebih dalam satu ponsel, dari model saja ponsel ini didedikasikan untuk menikmati musik secara maksimal, apalagi dengan kehadiran port 3.5 mm yang membuat kita dapat menikmati headset stereo kesukaan kita, jadi kita dapat mendengarkan musik melalui headset ataupun speaker aktif yang kita miliki, disamping itu slide cover penutup keypad juga memiliki shortcut untuk menikmati musik, layaknya ponsel XpressMusic yang memiliki tombol play/next/previous, apalagi kita juga akan menemukan fitur wi-fi pada ponsel ini, hingga saat ini, ponsel ini telah sulit ditemukan, beda halnya dengan N70 ME yang masih ada dalam keadaan baru.

Tahun 2005 bulan November :

– Nokia N71 :

ponsel yang satu ini merupakan ponsel desain clamshell dengan ukuran yang terbilang bongsor, dengan kamera 2 MP di bagian belakang bodi ponsel ini, sebenarnya menurut saya tak ada yang spesial pada ponsel ini, tak heran bila ponsel ini cepat sekali hilang di pasaran, tak seheboh Nokia N70, padahal dari segi fitur tak jauh beda, padahal layar ponsel ini sudah menggunakan layar dengan resoluso QVGA (240 x 320) dan memiliki koneksi 3G. (seingat saya sih gitu)

– Nokia N80 :

Nah untuk yang satu ini, merupakan ponsel dengan desain slide yang sebenarnya juga tergolong bongsor, namun bedanya disini kita akan menemukan kamera 3 MP, menurut saya inilah ponsel 3 MP pertama dari Nokia, bukan N73, disamping itu kita juga akan menemukan fitur wi-fi pada ponsel ini, layar pun termasuk tajam dimana kita akan menemukan layar dengan resolusi CIF (sama seperti N90), ponsel ini tergolong sukses terjual di pasaran, dan sepertinya ini merupakan cikal bakal dari ponsel N95, lihat saja dari desain ponsel yang tak jauh beda.

Seingat saya ponsel ini juga tergolong dalam Nseries Music Edition, sama halnya dengan N70 ME, N73 ME dan N91 ME.

– Nokia N92 :

Nokia seri N pada angka tinggi (N9x) itu biasanya tak jauh-jauh dari desain yang unik, lihat saja ponsel yang satu ini, ponsel dengan desain yang mirip dengan N90 namun bedanya hanya letak poros perputaran layar saja, ini merupakan ponsle pertama dari Nokia yang mendukung DVB-H (Digital Video Broadcasting for Handsets), dengan fitur ini kita dapat menangkap sinyal TV digital, jadi bisa nonton TV di layar 2.8″ inci (jadi ingat Samsung Corby), namun sayang sekali di Indonesia fitur ini tak dapat dinikmati karena tak ada sinyal TV digital yang didukung N92, karena yang saya tahu TV digital pada ponsel ini menangkap gelombang yang berbeda dengan channel yang ada di Indonesia ini. (CMIIW) 🙂

sayangnya ponsel ini tak lama bertahan di pasaran, sejalan dengan bertambahnya jajaran ponsel Nseries, ponsel ini seketika tenggelam dan tak pernah muncul lagi.

Tahun 2006 bulan April :

– Nokia N72 :

Ponsel dengan desain candybar ini memiliki desain yang tak jauh beda dengan N70, namun bedanya disini kita takkan menemukan fitur 3G, entah mengapa ponsel ini tak diberi fasilitas 3G, sehingga ponsel ini tak begitu lama bertahan di pasaran, yang saya tahu ponsel ini merupakan versi murah dari N70, karena terdapat pemotongan fitur 3G, selebihnya sama dengan N70.

– Nokia N73 :

hanghingheng! siapa yang tidak kenal dengan ponsel candybar sejuta umat yang satu ini, ponsel ini merupakan suksesor dari N70, ponsel ini merupakan ponsel yang tergolong super canggih saat itu, banyak sekali aplikasi yang dimiliki oleh ponsle ini, seperti document viewer, flash viewer, PDF viewer dan masih banyak lagi, resolusi kamera ponsel ini sama dengan N80, hanya saja di N73 kita akan menemukan fitur Auto-Focus dan lensa Tessar Carl Zeiss, jadi kualitas kamera ponsel ini tak perlu diragukan lagi, untungnya ponsel ini juga memiliki pelindung lensa layaknya N70, jadi kita tak perlu merasa khawatir lensa kamera kita akan tergores.

Sebenarnya ada 3 jenis ponsel selain N73 standar, yaitu N73 Music Edition, N73 Internet Edition dan N73 Special edition, dimana N73 Music Edition tombol shortcut nya diganti menjadi tombol pintas untuk music player dan kita kan mendapatkan memori 2 GB dalam paket pembelian, untuk Nokia 73 Internet Edition sayang sekali tak masuk ke Indonesia, yang saya tahu pada ponsel ini tak jauh beda dengan fitur Nokia 73 standar, hanya saja kita akan mendapatkan firmware terbaru dengan settingan tombol shortcut yang berbeda (CMIIW), untuk Nokia N73 Special Edition adalah Nokia N73 dengan balutan casing berwarna putih bersih (hihi), untuk fitur tak jauh beda dengan N73 Standar.

Sepertinya ponsel Nokia yang sukses banyak sekali edisi-edisi nya, sama halnya dengan Nokia 5800. 😀

– Nokia N93 :

Tangningnong! (beda lagi ne bunyi belnya), nah seperti yang saya sebutkan sebelumnya, pada nokia seri N di angka N9x kita pasti akan menemukan ponsel dengan desain yang unik, sebenarnya desain ponsel ini tak jauh beda dengan N92, hanya saja posisi poros perputaran layar Nokia N93 berada di sebelah kanan, ponsel ini dilengkapi dengan kemampuan video recording yang setara dengan kualitas DVD yaitu VGA pada 30 FPS, itu sudah merupakan resolusi tertinggi saat itu, haha handycam dalam ponsel atau ponsel dalam handycam, dengan kamera 3.2 MP dengan lensa Tessar Carl Zeiss membuat hasil foto ponsel ini memiliki kualitas yang tergolong bagus, hanya saja ponsel ini memiliki bobot yang kurang menyenangkan, yaitu 180 gram, waww gimana tuh, ngelempar copet pakai ponsel N93 pasti dapat mengakibatkan korban jatuh pingsan (just kidding), saat awal kemunculan ponsel ini, harganya muahalll banget, mana gambarnya di salah satu Tabloid Favorit saya waktu itu tergolong besar, haha sesuai dengan harganya.

Tahun 2006 bulan September :

– Nokia N75 :

Ponsel ini mungkin lanjutan dari N71, karena sama-sama memiliki desain clamshell, namun bedanya ponsel ini tak lagi sebongsor N71, fitur yang dimiliki ponsel ini pun tak jauh beda, yaitu kamera 2 MP, fitur jaringan 3G/UMTS, dari segi desain ponsel ini tergolong imut-imut bila dalam keadaan tertutup, pada bodi depan di belakang layar utama kita akan menemukan 3 deret tombol musik yaitu prev/play/next, jadi kita tak perlu membuka ponsel jika ingin mengganti lagu yang sedang kita dengarkan, saat kemunculan ponsel ini, tak begitu banyak yang membicarakannya, bahkan yang saya tahu ponsel ini bahkan tak sampai di Indonesia.

– Nokia N95 :

Inilah ponsel seri N dari Nokia yang inovatif, dimana kita akan menemukan ponsel dengan desain slide ganda, jadi bisa ke atas dan ke bawah, benar-benar seri N9x itu desainnya selalu unik, jadi bila kita menggeser layar ke atas kita akan menemukan keypad dengan ukuran besar yang nyaman digunakan, dan bila layar kita geser ke bawah kita akan menemukan tombol multimedia, tombol play/prev/next/stop, kreatif sekali dalam hal mendesain ponsel, apalagi dengan layar 2.6″ inci yang dimilik ponsel ini, membuat kita semakin nyaman dalam menggunakan ponsel ini, N95 juga dilengkapi dengan kamera 5 MP dengan lensa Tessar Carl Zeiss, kemampuan merekam video resolusi VGA 30 FPS juga dimiliki ponsel ini.

Tahun 2007 bulan januari :

– Nokia N76 :

nahh yang satu ini telah mengalami banyak perbaikan pada desain ponsel, dimana kita akan menemukan ponsel clamshell stylish dengan pilihan warna yang cantik, ada warna merah mawar, hitam silver dan putih silver, dengan berat 115 gram menjadikan ponsel ini tampak cantik, fitur pada ponsel ini masih tak jauh beda dari pendahulunya (N75), dimana kita akan menemukan layar dengan ukuran 2.4″ inci resolusi QVGA, kamera 2MP dan data paket 3G/UMTS.

– Nokia N77 :

Ponsel dengan desain candybar yang satu ini memiliki kemiripan model dengan N73, hanya saja disini sedikit terlihat bongsor apalagi penempatan keypad dan tombolnya tak sesuai, untuk fitur pada ponsel N77 ini tak jauh beda dengan N70 dimana kita hanya akan menemukan kamera dengan resolusi 2MP dan beberapa fitur yang tak jauh dengan saudara lainnya, hanya saja seingat saya di ponsel ini juga terdapat fitur DVB-H, sama halnya dengan Nokia N92, ponsel ini tak begitu sukses, saya sendiri belum pernah sekalipun menemukan pengguna N77.

– Nokia N93i :

Nah ponsel yang satu ini merupakan edisi terbaru dari N93 dimana terdapat perbaikan desain sehingga tak membuat ponsel ini terlihat bongsor, bahan penyusun ponsel ini pun memberi kesan mewah pada ponsel ini, dari segi fitur tak jauh beda dengan versi sebelumnya, ponsel N93 dan N93i sama-sama memiliki chip grafik 3D sehingga kita dapat memaksimalkan game-game N-GAGE 2 pada ponsel ini, kalau ada yang masih ingat, ponsel ini juga masuk dalam film Transformers, film autobot vs decepticon itu lohh, hehe.. 😀

Tahun 2007 bulan Agustus :

– Nokia N95 8GB :

ponsel yang satu ini merupakan versi terbaru dari Nokia N95 dimana kita akan mendapatkan ponsel dengan warna hitam gelap dan ukuran layar yang lebih besar, yaitu 2.8″ inci namun tetap pada resolusi yang sama, yaitu QVGA, layar yang tergolong besar dengan resolusi yang tergolong standar ponsel saat itu, beda N95 biasa dengan N95 8GB terletak pada kapasitas memori yang lebih lega dimana kita akan mendapatkan memori internal 8GB (memori ini berbeda dengan memori internal ponsel ini, tak bersamaan lokasinya), lalu RAM yang lebih tinggi menjadi 128 MB dimana sebelumnya 64MB, daya tahan baterai yang ditingkatkan, dengan adanya fitur auto-rotate, namun sayang sekali pada versi ini cover kamera dipangkas karena ukuran baterai yang besar.

– Nokia N81 :

inilah ponsel slide yang dulu pernah saya damba-dambakan namun tak kesampaian hingga saat ini (gak jodoh kayaknya), ponsel dengan desain dan warna yang membuatnya terlihat garang ini memiliki tombol baru yaitu menu multimedia NaviMenu (seingatku ini deh namanya), dimana kita bisa mengakses segala konten yang ada di dalam menu itu dengan mengitari D-Pad (NaviWheel) 8 arah, layaknya iPod, apalagi dengan backlight warna biru di sekitar D-Pad tersebut, ditambah dengan tombol musik di sekitar D-Pad membuat ponsel ini terlihat full musik, speaker di bagian bodi kiri dan kanan ponsel yang sudah stereo, namun sayang sekali kamera masih 2 MP dan yang saya tahu kamera ponsel ini tak sebagus N70, jadi bisa dikatakan kualitas kamera yang mengecewakan untuk jajaran seri N, huhu tapi gimanapun ini adalah ponsel yang mendukung N-GAGE versi 2 dengan adanya 2 tombol tambahan di sebelah earpiece di atas layar, haha saya pernah mencoba menggukan ponsel ini, sekali punya teman saya dan berkali-kali di Nseries centre sambil bermimpi bisa memiliki ponsel tersebut, haha namun sayang sekali hingga saat ini tak kesampaian juga.. (lagipula fitur pada ponsel tersebut sudah tak canggih lagi untuk saat ini) 😛 hehe

– Nokia N81 8GB :

ponsel yang satu ini merupakan versi lain dari N81 dimana kita akan mendapatkan ponsel dengan memori internal 8GB, sebagai gantinya memori eksternal dihilangkan, jadi kita tak bisa menambah kapasitas memori kita, tapi saya rasa 8GB itu sudah cukup, fitur pada ponsel ini pun sama dengan N81 biasa, bedanya harga ponsel ini lebih mahal dibandingkan N81 biasa. 😛

Tahun 2007 bulan November :

– Nokia N82 :

Nokia hanya meluncurkan saja saat itu, yaitu ponsle dengan desain candybar tebal dengan kamera resolusi 5 MP AF, sama halnya dengan N95 yang juga menggunakan lensa Carl Zeiss Tessar, hanya saja disini kita akan mendapatkan lampu flash XENON yang terkenal dengan kemampuannya memberikan cahaya (haha bahasanya) yang merata dalam modus indoor yang minim cahaya, lampu flash XENON pertama kali digunakan pada Sony Ericsson K800i dan hasilnya memang sangat memuaskan dalam penggunaan yang minim cahaya, Nokia N82 ini memiliki layar berukuran 2.4″ inci dengan resolusi QVGA, susunan keypad pada ponsel ini terbilang tipis dan imut-imut, bahan penyusun ponsel ini juga memberi kesan elegan dengan balutan warna silver (tapi ada juga kok yang warna hitam), dan ini adalah produk lanjutan dan peningkatan dari kesuksesan N73.

Tahun 2008 bulan Agustus :

– Nokia N78 :

Nah yang satu ini mungkin versi murah dari N82, dan ini juga sepertinya merupakan pembaruan dari N73, lihat saja dari peletakan keypad dan tombolnya yang mirip dengan N73, hanya saja disini kita akan kembali menemukan keypad mini layaknya N82, resolusi pada kamera ponsel ini sama dengan N73 yaitu 3.2 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, bahan pada ponsel ini juga membuat ponsel ini tampil premium dengan balutan warna hitam gelap di bagian depan dan warna krem aluminium pada sisi (selain depan dan belakang) bodi ponsel, beda N73 dan ponsel ini terletak pada jaringan paket data kecepatan tinggi HSDPA yang telah didukung N78, NaviWheel pada ponsel ini pun lebih efektif dibandingkan joystick pada N73 yang rawan rusah, berkat perubahan desain dan bahan penyusun ponsel membuat ponsel ini lebih ringan dibandingkan N73, N78 memiliki berat 101.8 gram (sekalian aja bulatin jadi 102 gram, hehe), haha ya ponsel yang canggih dan sempat menjadi ponsel impianku disaat saya tak bisa mendapatkan Nokia N81, haha namun bernasib sama dengan N81, saya gagal mempersunting ponsel ini, hehe..

– Nokia N96 :

Haha kalau yang satu ini merupakan seri lanjutan dari N95, dengan konsep yang sama yaitu slide ganda, disini kita akan menemukan ponsel dengan bahan penyusun yang sama dengan N81 dan N78, terlihat seperti hanya ganti baju saja apalagi ukuran layar dan resolusi masih sama dengan N95 8G, sekilas fitur pada ponsel ini tak jauh beda dengan N95 8GB, namun sebenarnya terdapat banyak perbedaan pada sisi hardware internal, sebut saja disini kita akan menukan dual LED flash, daya tahan baterai yang lebih lama, memiliki fitur DVB-H, memiliki slot memori eksternal kamera depan sudah VGA, sebenarnya masih banyak lagi, tapi yang paling menonjol adalah yang saya sebutkan tadi.

Tahun 2008 bulan desember :

– Nokia N79 :

Ponsel dengan desain candybar ini merupakan produk lanjutan dari N78, disini kita sudah menemukan ponsel dengan resolusi 5 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, sama dengan N82, hanya saja disini kita tidak menemukan lampu flash XENON, dari segi desain pun untungnya ponsel ini sudah memiliki keypad dengan ukuran yang lebih besar, saking seriusnya dalam melakukan pembesaran tombol sehingga D-Pad NaviWheel juga berukuran jumbo dari biasanya, bahan penyusun ponsel ini juga membuat ponsel ini hanya memiliki berat 97 gram, haha semakin ringan saja.

– Nokia N85 :

Ponsel dengan desain slide ganda dengan kemampuan multimedia yang tangguh, disini kita juga akan menemukan layar berukuran 2.6″ inci dengan resolusi QVGA, namun perbedaan layar ini dengan layar N95 terletak pada jenis layar yaitu ponsel N85 menggunakan layar dengan jenis AMOLED (Active Matrix OLED), yang juga digunakan pada Samsung HD itu loh, layar dengan jenis ini terkenal dengan kemampuannya menampilkan gambar yang jelas walaupun di bawah sinar matahari, jadi kita takkan kesulitan bila ingin melihat layar di bawah sinar matahari yang terang, dari segi fitur hardware, tak ada perbedaan yang mencolok dengan ponsel N95, karena baik N95 dan N85 sama-sama memiliki kamera dengan resolusi yang sama, oh iya, pada ponsel ini kita akan menemukan fitur DVB-H itu lohh, untuk menonton TV digital.

Tahun 2008 bulan desember :

– Nokia N97 :

haha siapa yang tidak kenal dengan ponsel yang satu ini, flagship ponsel Nokia yang memiliki fitur terlengkap, dengan desain tilt slide, desain geser samping ini berbeda dengan 5730 XM dan E75, desain geser samping ini akan membuat layar terangkat sehingga membuat sudut 45′ derajat (kayaknya), pada bodi dibalik layar terdapat jajaran keypad qwerty khas Nokia, dan D-Pad pada bagian kiri, ukuran layar ponsel ini sama besarnya dengan Apple iPhone 3G yaitu 3.5″ inci, namun N97 menang dengan resolusi layar yang dimilikinya sehingga membuat tampilan layar N97 lebih rapat dibandingkan iPhone 3G (terbukti memang), pada N97 kita akan menemukan desain home screen baru dengan kemampuan menampilkan widget yang bisa kita ganti sesuai selera, haha dan fitur ini lah yang paling diharapkan bisa ada juga di Nokia 5800 XpressMusic, N97 dilengkapi dengan kamera 5 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, layar touchscreen resistive layaknya Nokia 5800 XpressMusic dengan prosesor 434 Mhz, ponsel ini layaknya komputer dalam ponsel, karena fitur dan aplikasi yang dimilikinya sudah tergolong lengkap dibandingkan ponsel Nseries lainnya. (ya iyalah, namanya juga Flagship)

Tahun 2009 :

– Nokia N97 Mini :

Setelah sukses mengeluarkan N97, Nokia kembali mengirimkan satu varian baru dari N97 yaitu N97 Mini, dari segi fitur tak jauh beda, hanya saja pada N97 Mini kita akan menemukan N97 dengan ukuran layar yang lebih kecil, setara dengan Nokia 5800 XpressMusic, desain ponsel ini pun lebih mungil dibandingkan saudara sebelumnya, dengan balutan warna coklat membuat ponsel ini tampil premium, namun tentu saja harga ponsel ini lebih murah dibandingkan N97 normal.

Selanjutnya bakal muncul N87, namun desain ponsel tersebut belum ada yang tersebut, namun ada rumor yang mengatakan bahwa konsep ponsel N87 telah bocor, dimana ponsel N87 akan menggunakan desain slide ganda layaknya N85, hanya saja disini akan ada layar sentuh dan juga tampilan baru dari OS Symbian v5.

mari kita tunggu saja kedatangannya. 😀

N.B : foto menyusul, sedang di-edit neh, tapi laptop sedang lemot, hehe.. updated : sayang sekali Picasa 3 saya error, jadi fotonya apa adanya..huhu 😥

Hack Nokia 5800?? mengapa tidak??

Sedari pagi tak ada postingan baru karena sedang menjalankan misi yang sedari dulu belum kesampaian, yaitu hack nokia 5800, haha akhirnya saya melaksanakan juga setiap langkah dan tata cara hacking Nokia 5800, dan bagian yang paling lama adalah menunggu sertifikat dari website cina itu loh (OPDA), untungnya sekarang sudah ada website OPDA dalam bahasa inggris, jadi kita tak perlu pusing bila membuka website OPDA, ini juga merupakan sambungan dari posting saya sebelumnya yang berjudul “Hack Nokia 5800??”, hanya beda sedikit dengan judul postingan saya kali ini, yapp karena kali ini saya sudah berhasil dalam melakukan proses hacking Tube, haha walaupun sebelumnya saya sempat berkata “mending tunggu FW40 aja ah”, tapi ternyata takdir berkata lain, walaupun koneksi internet melambat tetap saja saya menjalankan misi tersebut, sebenarnya sihh tak rumit bila ingin meng-hack Nokia 5800, kita hanya butuh kesabaran dan tekad yang kuat agar proses hacking berhasil (haha bahasanya dilebih2kan).

bagi yang ingin tahu cara hacking Nokia 5800 silahkan berkunjung ke Blog ini.

disana akan ada panduan lengkap tentang cara hacking tube, gak sulit kok, yang penting semua langkah diikutin dengan benar.

kelebihan setelah ponsel dalam keadaan hacked yaitu bisa nginstall semua aplikasi yang dulu sempet gak bisa diinstall karena sertifikat error, bisa menambah home screen baru yaitu Orange Home Screen, seperti gambar di bawah :

Screenshot Home Screen baru saya 😀

gambar di atas adalah screenshot dari home screen saya yang baru, butuh beberapa langkah agar home screen saya bisa seperti gambar di atas, namun masih kurang satu langkah lagi yaitu mengubah dua soft key kiri dan kanan menjadi menu “option” dan “contact”, di atas masih “options” dan “add bk.”, langkah terakhir belum berhasil karena saya belum selesai untuk mengganti satu file di drive C.

semoga berhasil dengan proses hacking.

*semoga informasi ini sangar berguna, ini juga sebagai jawaban dari setiap keyword yang dituliskan di search engine blog ini ‘hack nokia 5800′”*

thanks to Angga Junior.

Home Screen N97 di Nokia 5800 (Home Screen)

Telah banyak yang mengeluh dengan home screen Nokia 5800 yang monoton dan kaku, bahkan saya sendiri pun merasakan hal itu, sebenarnya post ini menggunakan trik yang sama dengan postingan saya mengenai ‘Home Screen Nokia’, namun karena pengunjung banyak yang mencari ‘home screen n97 di nokia 5800’ akhirnya menggerakkan saya untuk berbagi info mengenai home screen tersebut, bukan hanya home screen Nokia N97 saja, namun saya juga akan berbagi info cara untuk merubah home screen Nokia 5800 (dan semacamnya) menjadi HTC Android dan Samsung HD, untuk informasi lebih lanjut, monggoooo mari membaca..

Download aplikasi GDesk agar tema tersebut dapat berjalan, download disini

1. Home Screen N97 di Nokia 5800 XpressMusic.

tertarik dengan home screen N97 dimana kita bisa memasang banyak icon dan widget di layar utama, Nokia 5800 juga bisa menghiasi layar utama dengan bermacam-macam hiasan.

N97 Home Screen By ARA

Download link : – http://www.4shared.com/file/169430509/334fba8e/N97__D_Clock_.html (jam digital) – http://www.4shared.com/file/169436072/c87c68f6/N97__A_Clock_.html (jam analog)

2. Home Screen Samsung HD di Nokia 5800 XpressMusic.

pasti semua sudah tidak asing lagi dengan ponsel nan canggih garapan samsung yang satu ini, sebuah ponsel dengan layar 3.8″ inci AMOLED dengan tampilan home screen touchWiz juga bisa berada di layar Nokia 5800, sebagai contohnya lihat gambar di bawah ini.

SamSung OmNia HD Home ScreeN By ARA

Untuk mengunduh, silahkan klik link :

http://www.4shared.com/file/169458688/c4236306/SamSunG_OmNia_HD.html

3. Home Screen HTC Android di Nokia 5800 XpressMusic.

OS Android yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan diperkirakan akan booming di tahun 2010, vendor lain pun tak mau kalah dengan membawa ponsel pintar mereka dengan OS baru yang tak kalah canggih lagi nantinya,  sudah banyak ponsel pintar yang menggunakan OS Android yang merupakan open source ini, dan kinerjanya pun tak diragukan lagi, apalagi home screen OS Android yang nyaman dimana kita bisa dengan leluasa mengganti dan menyusun shortcut dan menu di home screen, pokoknya tampilan OS Android segar deh.

HTC Heroin

untuk mengunduh home screen tersebut, klik link di bawah ini :

http://www.4shared.com/file/171073984/fdcb09e/HTC_Hero_in_5800.html

semoga bermanfaat.

🙂

cara menggunakannya :

1. Masukkan semua file instalasi GDesk ke memori eksternal dalam satu folder khusus biar tidak ribet, lalu buat satu folder baru lagi khusus tema gdesk.

2. instal semua file Gdesk (ada 7).

3. buka aplikasi GDesk.

4. tap layar sekali, lalu pilih design – load design – pilih tema yang diinginkan.

5. setelah tema yang dipilih muncul, lalu tap sekali lagu layar pada bagian yang kosong, buka option, lalu centang beberapa pilihan di bawah ini :

– Replace Main

– Full Screen

– Long Flick

– List System Apps

– Left soft key: close

– Hide title caption

– Remember Last Menus

nahh selesai dehh, hehe.. 🙂


Wallpaper Garapan Dewe (Buatan Sendiri)

Hihi walaupun saya masih pemula dalam hal membuat wallpaper sendiri, tak ada salahnya mencoba, ide ini saya dapatkan dari suatu group di flickr yang mengunggah wallpaper buatan mereka sendiri dari hasil foto mereka sendiri juga, hasil buatan mereka keren-keren semua, nama group mereka kalau tak salah nokia 5800 wallpaper, di dalam group itu sudah terdapat ratusan wallpaper buatan mereka, yang malangnya saya tidak tahu bagaimana cara mengunduh file foto dari flickr dalam ukuran yang utuh, huhu..jadi sekarang saya berniat untuk membuat wallpaper buatan saya sendiri dari hasil foto yang saya ambil sendiri, foto-foto dari wallpaper di bawah ini saya ambil menggunakan kamera Nokia 5800 XpressMusic (gak salah cuyy, hasilnya memang bagus) dan Kamera Sony CyberShot DSC S50, walaupun masih sedikit namun akan terus saya tambahkan lagi sejalan dengan perkembangan teknologi (loh?).

ini dia wallpaper garapan saya dewe.

My Wallpaper Project

1. Lonely Duck : ini merupakan wallpaper garapan saya yang pertama, diambil di depan kipas di atas karpet di ruang keluarga di depan tv (haha apalah ini),  bebek kuning ini adalah mainan adik kecil saya yang masih bayi (berumur 4 bulan), saya menyulik mainannya itu selagi si kecil masih tidur (haha pake menyulik segala), lalu saya menggunakan kamera Sony CyberShot saya untuk memotret menggunakan mode makro, lalu kemudian hasilnya saya edit menggunakan Picasa.

– Bagi yang tertarik untuk mendownload wallpaper ini, klik : http://www.4shared.com/file/167051377/6369d672/Lonely_Duck.html

2. Tree at Graveyard : ya sesuai namanya, pohon ini memang saya foto saat saya sedang berada di salah satu pemakaman yang berada di rumbai, saya mengambil foto ini menggunakan Nokia 5800 XpressMusic, dalam keadaan cahaya yang melimpah merupakan pilihan tepat memang untuk menggunakan ponsel tersebut, warna foto ini menjadi kecoklatan karena saya mengeditnya di Picasa (yang awalnya berwarna hijau), ini merupakan wallpaper yang saya gunakan dalam file home screen theme GDesk saya yang kedua, walaupun berada di urutan kedua, wallpaper ini bukanlah wallpaper buatan saya yang kedua. hihi 😀

– Bagi yang tertarik untuk mendownload wallpaper ini, klik :

http://www.4shared.com/file/167054508/8fc4d1a4/Tree.html

3. Protect My Love : foto ini adalah hikmah besar dari pemadaman listrik yang dulu sering terjadi di pekanbaru, saat lampu emergency habis maka lilinlah solusinya, foto ini juga berada di akun flickr dan facebook saya, saya mengambil foto ini menggunakan Nokia 5800 XpressMusic, saat pengambilan foto ini, saya tidak menemukan banyak Noise yang biasanya menghiasi viewfinder saya, dan ini merupakan wallpaper garapan saya yang kedua. 🙂

– Bagi yang tertarik untuk mendownload wallpaper ini, klik :

http://www.4shared.com/file/167050211/652ed993/Fire_Place_Project_One.html

semoga bermanfaat bagi anda, terima kasih.

😀