Pengalaman saya dengan Hi-Tech H38

Nah inilah ponsel TV pertama yang masuk ke pasaran indonesia, ponsel yang menggemparkan pasar ponsel dengan kemampuan TV analognya, membuat vendor lain berlomba-lomba untuk menciptakan ponsel dengan kemampuan yang sama (TV analog).

Hi-Tech H38, penuh debu jarang dibersihin, hehe

Hi-Tech H38, Sebagai pioner a.k.a perintis ponsel TV, ponsel ini dapat menangkap sinyal yang dipancarkan dari stasiun TV dan menampilkannya di layar dengan ukuran 2.6” inci, cukup nyaman untung menonton siaran TV, apalagi dengan keluaran suara loudspeaker yang mumpuni, membuat aktivitas menonton film kita menjadi nyaman, dengan ukuran yang kecil bila dibandingkan dengan TV tabung (haha jelas beda jauh lah), membuat kita dapat menonton siaran TV dimana saja dan kapan saja, hahay inilah enaknya memiliki ponsel TV.

Disini saya akan membahas tentang ponsel TV ‘darurat’ milik saya, hehe..saya menamakan ponsel TV Darurat karena saya hanya menggunakan ponsel ini dikala ada film bagus yang ingin saya tonton, sebagai contohnya waktu ada konser ST12 namun karena sudah malam dan males keluar dari kamar kos, akhirnya saya menonton dari ponsel ini saja, hehe..

Untuk ulasan lebih lengkapnya, monggoo.. 😀

1. Harga.

Saat pertama kali membeli sekitar tahun 2008, harga ponsel ini berada pada kisaran harga Rp. 1.600.000, yay namun untuk sekarang ini (bulan januari akhir tahun 2010), hanya ponsel dengan keadaan bekas saja yang ada, berhubung sudah banyak penerus dari ponsel ini sehingga ponsel ini sudah discontinued  a.k.a tidak diproduksi lagi, jadi sudah susah jika inign mendapatkan ponsel ini dalam keadaan 100% baru (bahkan di katalog tabloid PULSA pun udah gak ada lagi daftar harganya), untuk harga bekas ponsel ini, kira-kira berada pada kisaran harga Rp. 549.000, yang tentunya dengan kondisi dan kelengkapan ponsel dilihat dulu sebelumnya.. (bahasanya kurang asik ya, huhu)

2. Kesan awal.

“yay keren rek, isok nonton spongebob dimana saja!hehe”, yay memang itulah yang selalu terlintas di pikiran saya, haha dan memang saya menggunakan ponsel ini jika sedang ada acara yang bagus di TV, hehe..awal melihat ponsel ini, kesannya bagus walaupun sedikit merasa aneh dengan susunan keypad ala china yang ada di ponsel ini, yay tapi setidaknya lama-kelamaan sudah bisa terbiasa dengan susunan keypad tersebut, ponsel layar sentuh dengan desain candybar ini memiliki dimensi layar yang tergolong besar dengan ukuran layar 2.6” inci dan resolusi 240 x 320.

3. Kelebihan.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kelebihan utama ponsel ini terletak pada kemampuannya dalam menangkap siaran TV analog sehingga kita bisa menonton spongebob di Global TV, hahay kalau pengen nonton bola juga bisa, cara menggunakan aplikasi TV Analog juga begitu mudah, cukup menekan tombol OK yang berada di bagian samping layar, maka otomatis aplikasi TV Tuner akan terbuka, untuk melakukan pencarian siaran TV, kita dapat menekan softkey kiri lalu memilih ‘pilih lokasi’ indonesia, abis gitu pencarian otomatis, yang tentunya antennanya dikeluarin dulu menjulang tinggi, hehe ben dapat siaran yang bagus, setelah itu beress dehh tinggal nonton, hehe..untuk aksi nonto begini, baterainya hanya tahan selama 3-4 jam gitu, abis gitu baterai panas polpolan, haha paling enak kalau nonton tu pakai headset aja ben lebih tahan baterainya, menurut pengalamanku sih gitu, hehe..selain urusan nonton tv, urusan memotret juga udah bisa di ponsel ini, dengan kamera 1.3 Mpix, kita dapat mengabadikan gambar dengan tentunya kualitas yang standar gitu, hehe..ga bagus2 amat sih, jadi ya begitulah..untuk urusan mendengarkan musik, ponsel ini memiliki speaker yang gede banget, bass pun terasa, kelebihan ini juga membuat aksi menonton kita terasa asik karena suaranya besar, hehe..untuk layar sentuhnya, saya rasa biasa-biasa saja, cukup TV Tuner saja kelebihan yang paling menonjol dari ponsel ini, yayy namanya juga pengen nyoba ponsel TV pas lagi boomingnya, ya jadi dipilih dehh, hehe.. x)

4. Kekurangan.

beberapa kekurangan yang saya tahu adalah, kamera yang tidak bagus bila beneran ingin dipakai untuk mengabadikan moment, dimana hasilnya tak halus dan juga terkadang terlihat kasar, gak jelas dan tak tajam (sama aja), dan juga untuk urusan mendengarkan musik dimana kita mendapatkan suara yang besar, tetapi saking besarnya volume di ponsel ini membuat terdengar pecah, jadi bila volume maksimal disetting di ponsel ini, maka hasilnya akan seperti itu, hehe..dan untuk kekurangan yang paling mendalam yaitu kurang cepatnya respon layar sentuh pada ponsel ini, tapi ya wajar sih, karena yang saya tahu ponsel Cina itu lemot buat ngetik, kekurangan yang saya rasa cukup itu saja, yang penting TV nya mantabh jaya ahhh.. hehe 😀

5. Pengalaman pribadi dengan ponsel ini.

yay inilah ponsel yang saya gunakan saat ingin menonton konser ST12 yang diadakan tengah malam, dimana TV kos udah dimatiin dan saya malas keluar, ponsel ini juga yang menemani saya bila sedang bosen, yaitu dengan memainkan game teka-teki yang memereas otak ben cerdas, hehe..ponsel ini juga yang menemani saya saat sedang ingin menonton spongebob episode terbaru bila saya sedang malas untuk keluar kamar, dimana bila di luar itu terdapat begitu banyak sekali penonton, uhuhu, jadi ya nonton dewe ae, hehe..TV ini juga yang dipakai oleh teman-teman saya bila ingin menonton pertandingan bola, hehe..pengalaman yang cukup banyak sebenarnya dan saya sedang tak kuat bila menulisnya satu-satu, hehe..(macam apa aja), jadi ya apapun ponsel itu, bila kita memanfaatkannya sebaik mungkin, maka akan terasa enak juga..hehe.. 🙂

6. Kesimpulan.

yay inilah ponsel TV generasi pertama, yang menjadi perintis ponsel TV, yang hingga saat ini telah banyak sekali penerusnya, sampai nama Hi-Tech hilang dan berubah menjadi HTmobile (yang saya tahu sih gitu), untuk saat ini, ponsel ini sudah sulit ditemui di pasaran, apalagi karena sudah tidak diproduksi, untuk ukuran ponsel TV, yang bila memang ingin benar-benar mencari fitur TV, ponsel ini sudah pas untuk digunakan, tak perlu merogoh kocek dalam-dalam bila yang kita cari hanya fitur TV, apalagi bila kita memiliki ponsel lain dengan kelebihannya masing-masing, jadi ya ponsel ini sangat berjasa banget dalam aksi menonton TV, hehe apalagi kalau lagi mati lampu.. 🙂

demikian pengalaman saya, untuk tulisan selanjutnya mengenai Nokia 9500, Nokia 9300i dan Samsung B520 Impact, semoga saja dapat segera selesai..

terima kasih.. 🙂

Error-Error-Error :S

Hhhm udah lama ga ada posting blog terbaru, abis udah gak ada modem akhirnya sekarang cuma bisa posting kalau lagi ada di warnet, huhu apa ada yang mau jual modem dengan harga murah??huhu..

jadi sekarang saya hanya akan menulis tentang masalah-masalah yang akhir-akhir ini sering terjadi pada beberapa ponsel saya yang saya bawa ke surabaya (BB 8320 + Nokia 5800 + Nokia 5700 + HiTech H38), haha selama di surabaya formasi berubah, gak semburat seperti dulu.

baiklah langsung ke pokok permasalahan, yaitu disini saya sering mengalami masalah dengan ponsel saya yang membuat saya kerja keras lagi untuk memperbaikinya satu-satu (duwe hape kok error kabeh wes), haha lanjuttt..

1. Masalah dengan Nokia 5800 :

A. kamera ponsel kadang-kadang tidak beraksi dan tombol shutter nya terkadang terasa seperti tertekan, maksudnya disini setiap kali kita buka aplikasi kamera tiba-tiba aja flashnya nyala dan voila, viewfinder 5800 menjadi gelap dan gak jelas, nahh hal ini sangat tak menyenangkan dimana kita harus mengambil foto dalam keadaan yang spontan, gak enak banget rasanyaaaa..

N.B : diperkirakan penyebab dari masalah ini adalah tombol shutter yang sudah mulai aus padahal baru beberapa bulan saya pakai, haha payahh,,

B. menu galeri terkadang tidak menampakkan foto pada memori eksternal, sehingga kita hanya bisa melihat foto dari memori internal, huhu payah sekali dimana bila seseorang ingin melihat foto yang berada dalam ponsel kita namun tiba-tiba blank, wahh gak karuan modelnya.

N.B : diperkirakan masalah terdapat pada memori eksternal yang mulai error, tindakan jangka pendeknya adalah dengan menghapus salah satu foto yang berada di memori internal, untuk jangka panjangnya adalah ganti memori eksternal, haha..

C. Layar tiba-tiba blank gelap trus restart sendiri, waa iki sing paling ga karuan, bahkan kadang-kadang blanknya warna pelangi, apa ada yang pernah mengalami masalah seperti itu?? hhmm hingga hari ini saya masih belum tahu apa penyebabnya, tadi pagi saya juga mengalami hal seperti ini, bila ada yang pernah mengalami masalah seperti ini mohon untuk saling berbagi solusi atau pengalaman. 🙂

D. Positioning sensor kamera terkadang gak pas, sebagai contohnya bila saya mengambil foto dalam keadaan portrait, sensor kamera menangkapnya sebagai gambar landscape, sehingga hasil foto yang saya ambil gambarnya terbalik, ga sesuai dengan yang kita inginkan, mungkin sensor akselerometernya udah mulai error nehh, huhu..

N.B : cara mengantisipasi masalah ini menurut saya sebelum mengambil foto, putarlah posisi ponsel sesuai dengan objek yang kita ingin ambil, jadi ponsel sekali dibuat portrait buatlah benar-benar tegak ke atas, atau bila mengambil landscape buatlah ponsel benar-benar dalam keadaan landscape, hihi mungkin ini hanya masalah kecil dan hanya sebagian orang saja yang mengalami hal ini.

E. Aplikasi editing fotonya tak berfungsi lagi, nahh angg ingg engg beneran nih, terkadang sangat menyebalkan disaat kita butuh segera sebuah foto untuk diedit tapi aplikasi editingnya tak berfungsi, huhu parah..

F. Shortcut home screent tak berfungsi sebagai mana mestinya, sebagai contoh bila saya sudah centang shortcut icon di setting home screen shortcut, maka yang muncul adalah search menu, padahal itu saya tidak centang search shortcut di setting, jadi ribet dan gak enak deh kalau pengen atur-atur home screen, gak beraturan, huhu..

2.  Masalah pada Nokia 5700 :

A.  masalah pada ponsel ini hanya sedikit, software yang paling stabil karena hingga saat ini tak pernah mengalami yang namanya mati mendadak dan hangg, huhu..hanya saja masalah paling besarnya berada pada hardwarenya yang sering bermasalah, yaitu kabel fleksibel dan casingnya, total biaya yang harus anda keluarkan untuk memperbaiki semua itu adalah sekitar Rp. 600.000, haha bukan jumlah yang sedikit dikala kita harus menabung untuk membeli ponsel baru, haha pemborosan yang tak berguna lah pokoknya.. (menurut saya loh)

3. Masalah pada BlackBerry 8320 Curve.

A. Baterai yang gak jelas dan port charger yang putus nyambung, entah ini masalah pada kabel charge nya atau hardware BB ini sendiri, tapi hal ini mengakibatkan saya menjadi gemes pengen nekan sembarang tombol karena BB gak nyala-nyala, walaupun saya sudah melakukan upgrade software tapi rasanya sama saja, gak ada perubahan, mau beli baterai baru tapi harganya sekitar Rp. 300.000.

B. Keypad QWERTY yang atos dan mayak (mulai keluar bahasa daerahnya), siapa yang gak stress dikala kita pengen ngetik cepat tapi mesti ada aja satu yang ketinggalan karena keypadnya endel minta ditekan keras-keras, haha awalnya sih memang gak sini, huhu pengen ganti tapi gak ada yang jual dalam kata lain belum ketemu penjualnya dan belum ketemu dengan harga yang pas di kantong, haha..

C. Daya tangkap sinyal yang payah, mungkin karena sering jatuh jadi seperti ini, haha tapi hal ini membuat saya gemes karena bila keypadnya berbunyi “tik tik tik tik”, seperti mecahin balon kecil-kecil yang biasanya kita temui di dalam kardus pembelian barang elektronik, haha..

4. Masalah pada ponsel Hi-Tech H38 :

A. haha ponsel ini adalah TV portable saya berhubung di kos ku gak ada TV di kamar saya, haha, untungnya masalah pada ponsel ini tidak ada sama sekali, bahkan untuk urusan baterai bisa dikatakan paling mendewa dibandingkan yang lainnya, dapat bertahan 6 hari dalam sekali charge, yang tentu saja dengan pemakaian yang normal, haha entah mengapa ponsel ini terasa begitu kuat sendiri.

bila ada yang mengalami masalah seperti yang saya ceritakan di atas, ga ada salahnya untuk berbagi pengalaman, hihi..

terima kasih.. 😀