Pengalaman saya dengan Nokia N70 Music Edition

Haha setelah lama saya berencana untuk menulis pengalaman saya dengan Nokia N70, akhirnya baru sekarang bisa terealisasikan, huwaa pasti kita semua sudah tidak asing dengan ponsel canggih yang satu ini, ponsel yang booming pada tahun 2006 ini tetap saja laris hingga kini, waww tidak salah memang, fitur yang dimilikinya masih tergolong canggih, nahh untuk pembahasan lebih lengkapnya, mari monggo dibaca.. πŸ˜€

N70 ME yang casingnya udah diganti

Nokia N70 merupakan ponsel dengan desain candybar, yang juga merupakan ponsel seri N pertama dari Nokia, yay ponsel yang diluncurkan pada tahun 2006 ini menjadi ponsel legendaris sejuta umat (lebih malahan), ponsel ini sama halnya dengan Nokia 5800 yang menggemparkan pasar ponsel dengan fitur canggih pada tahun peluncurannya masing-masing, N70 sendiri sebenarnya suksesor dari Nokia 6680, fitur pada kedua ponsel tersebut pun tak jauh beda, dengan menggunakan OS Symbian S60 v2, N70 membuat para penggunanya nyaman dan mudah untuk menambahkan aplikasi dari pihak ketiga. πŸ˜€

1. Harga saat ini.

Untuk saat ini bulan januari akhir tahun 2010, ponsel ini memiliki harga paling tinggi Rp. 1.200.000, itu pun jika keadaan ponsel mulus polpolan dan aksesoris yang lengkap, agak susah mendapatkan ponsel ini dalam keadaan aksesoris lengkap bawaan, kecuali bila ditambah-tambahin sendiri, hehe..

2. Kesan awal.

β€œjahh apikk e rekk, kamerane kok apik ngene”, haha walaupun sedikit njowo, tapi memang seperti itu kesan awal yang saya rasakan saat menggenggam ponsel tersebut, sebenarnya pertama kali saya memegang ponsel N70 saat saya duduk di kelas 3 SMA, teman sebangku saya yang membeli N70 dan membuat saya sedikit iri, haha tapi saya tetap bangga dengan Nokia 5700 XpressMusic saya saat itu. πŸ˜€

3. Kelebihan.

Yay seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ponsel ini memiliki kamera dengan kualitas yang apik, dengan tingkat noise yang rendah membuat hasil kamera akan terlihat jernih, apalagi dengan kehadiran pelindung lensa di bagian belakang bodi yang membuat lensa kamera tetap bersih, yayy untuk hal kamera, ponsel ini tergolong ahli di kelasnya (2 thumbs), dan menurut saya sendiri, kamera ponsel ini masih di atas kamera ponsel Nokia 5700 XM dan Nokia 5320 XM, tidak hanya di bagian kamera saja, ponsel ini juga tergolong enak bila digunakan untuk mendengarkan musik, dengan tombol pintas musik (yang menggantikan tombol multimedia pada N70 biasa) membuat kita mudah untuk mengakses menu musik, dengan tampilan khas Symbian S60 v2, kita dapat dengan mudah mengatur playlist di ponsel ini, keluaran suara dari loudspeaker ponsel ini lumayan, beda bila kita mendengarkan via headset, maka kita akan mendapatkan keluaran suara yang bertenaga dan nyaman di telinga, apalagi dengan headset stereo bawaannya, membuat kita nyaman saat mendengarkan musik, bagi yang senang berseluncur di dunia maya, maka ponsel ini juga merupakan pilihan yang tepat dimana kita bisa mengakses internet dengan kecepatan 3G (UMTS), jadi ponsel ini sudah didukung oleh fitur video call, dimana berkat kehadiran kamera yang terletak di bodi depan ponsel ini kita dapatΒ  melakukan panggilan video sesama pengguna ponsel 3G yang memiliki kamera depan (sebenarnya gak duwe kamera depan juga bisa sih, asal 3G ke atas, hehe), yay setidaknya itu kelebihan yang saya rasakan saat menggunakan ponsel ini. ;D

4. Kekurangan.

Yayy walaupun ponsel ini tergolong musik edition, namun keluaran suara loudspeaker ponsel ini kurang menyenangkan, hehe abis menurut saya kurang bertenaga, apalagi bila dibandingkan dengan Nokia 5700 XM saya, selain lemahnya keluaran suara loudspeaker, kekurangan ponsel ini juga terletak pada susunan keypad yang kecil-kecil a.k.a imut-imut, haha bahkan saya yang memiliki jari imut-imut pun terkadang merasa tak nyaman jika ingin mengetik, apalagi yang jarinya jumbo Xtra Large (XL), hehe..dan juga menurut saya layar yang berukuran kecil dengan resolusi yang kecil (layar 2” inci dengan resolusi 176 x 220), yang menurut saya masih kurang maksimal, kekurangan lainnya juga terletak pada port USB yang masih menggunakan tipe brush ala Nokia, yay tipe port ini sudah jarang digunakan sekarang berhubung terkadang bila sudah lama, port akan sering longgar (pengalaman dari Nokia 6255 CDMA), selain akan sering longgar, port ini tergolong tidak nyaman karena port ini digunakan untuk headset sekaligus port untuk kabel data, hahay ditambah lagi kita tidak bisa dengan mudah mencolokkan ponsel ini dengan speaker aktif karena tidak memiliki port 3.5” inci, sehingga kita masih membutuhkan jack tambahan yang tersedia dalam paket (ribet dong bawa headset melulu), menurut saya itu saja kekurangan ponsel ini. πŸ˜€

5. Kesan setelah lama menggunakan.

Yay inilah ponsel canggih yang dulu saat lagi booming benar-benar canggih dan banyak diminati, tidak salah bila ponsel ini menjadi ponsel sejuta umat, dan hingga saat ini pun, ponsel ini masih kuat tanpa ada masalah sedikitpun, apalagi dengan navigasi tipe D-Pad 5 arah yang tergolong rawan rusak dan lebih tahan lama bila dibandingkan dengan joystick Nokia N73, membuat ponsel ini kuat hingga bertahun-tahun, hehe..mungkin lebih baik mengganti casing ponsel ini dengan casing lain agar casing orisinilnya tetap mulus, hehe..

6. Kesimpulan.

Hingga kini, ponsel ini masih tergolong tidak ketinggalan jaman bila ingin membeli ponsel ini, walaupun sudah hampir 4 tahun sejak ponsel ini pertama kali diluncurkan, keberadaan ponsel ini tetap diminati di masyarakat, hehe Nokia N70 ME gitu lohh..hehe, dengan kemampuan kamera dan musik yang tergolong bagus, tidak ada salahnya jika ingin memiliki ponsel ini walaupun sudah banyak tipe baru, dan menurut saya sendiri, hasil kamera ponsel-ponsel 2Mpix baru masa kini masih kalah ama kamera 2 Mpix N70, sebagai contohnya : N81 versus N70, jelas menang Nokia N70 dongss.. (pengalaman sendiri) πŸ˜€

Demikian ulasan saya, semoga bermanfaat bagi anda, hehe..

Terima kasih.. πŸ˜€

Nokia Nseries

Nokia Nseries

Nokia Nseries, siapa yang tidak kenal dengan seri yang satu ini, seri N merupakan jajaran ponsel yang biasanya dilepas pada posisi High-End ini selalu dilengkapi dengan fitur-fitur yang canggih, tidak heran bila harganya selalu diawali dengan harga yang selangit, beda halnya dengan Nokia XpressMusic series yang lebih ditujukan untuk Music Player, Nokia Nseries ditujukan untuk segala fitur multimedia dan disatukan dalam satu ponsel dengan desain yang canggih, bila berbicara tentang Nseries, pasti semua orang sudah tidak asing lagi dengan Nokia N70, ponsel yang telah menjadi ponsel sejuta umat, tidak heran bila dengan mudahnya kita akan menemukan pengguna ponsel tersebut dimana saja kita berada, hingga saat ini ponsel tersebut masih saja tidak ketinggalan jaman karena fitur yang dimilikinya termasuk lengkap, contohnya kamera 2 MP yang kualitasnya sangat bagus untuk sekelasnya, video recordernya yang termasuk tajam (bila dilihat di layar ponsel itu sendiri), musik player yang juga bagus, apalagi ponsel tersebut sudah didukung dengan jaringan data paket 3G/UMTS, jadi tidak heran bila ponsel tersebut masih tidak ketinggalan jaman hingga saat ini, jadi intinya ponsel-ponsel pada jajaran Nseries merupakan ponsel dengan fitur multimedia lengkap yang diusahakan (^^) untuk dimaksimalkan, untuk jajaran ponsel Nokia Nseries, mari monggo dibaca susunan jajaran ponsel Nseries yang telah saya usahakan susun berdasarkan tahun peluncurannya. πŸ™‚

Tahun 2005 bulan April :

– Nokia N70 :

Nokia N70 merupakan ponsel jajaran Nseries pertama dari Nokia, yang juga diluncurkan bersama dengan N90 dan N91, N70 merupakan ponsel candybar dengan kamera depan untuk fitur video call, ponsel ini sudah merupakan yang paling canggih diantara ponsel lainnya karena fiturnya yang termasuk fresh from the oven (hihi), ponsel dengan desain candybar ini terlihat imut, apalagi keypadnya yang sangat imut-imut (waw), yang pasti bakal sulit digunakan bagi pengguna ponsel yang memiliki jari yang besar.

N70 Music Edition (ME) merupakan versi lanjutan dari N70 dimana kita akan menemukan ponsel dengan balutan warna hitam garang dan memori 1 GB dalam paketan penjualan, tombol shortcut multimedia juga telah diganti menjadi tombol pintas music player.

Sepertinya ponsel N70 ini merupakan produk lanjutan dari Nokia 6680, sama halnya seperti Nokia 5800 menjadi Nokia X6.

– Nokia N90 :

Nah yang satu ini merupakan ponsel dengan desain clamshell yang tergolong sangat unik, dimana kita bisa memutar layar dan sudut kameranya ke berbagai sudut (yang tentunya ada batasannya juga), yang saya tahu layar ponsel ini dapat diputar sebanyak 270 derajat, yang tentunya lensa kamera ini juga dapat diputar hingga beberapa derajat juga, jadi kita dapat mengubah ponsle ini menjadi ponsel dengan desain handy cam (video recorder), kamera ponsel ini juga menggunakan resolusi 2MP, dan tentunya dengan video recording resolution CIF, dimana resolusi CIF itu 352 x 416 dengan durasi merekam maksimal 2 jam, resolusi itu sudah termasuk besar di jajaran ponsel tahun itu, apalagi dengan resolusi ponsel yang tinggi juga (CIF), beda dengan N70 yang hanya 176 x 208.

– Nokia N91 :

Untuk ponsel yang satu ini merupakan ponsel dengan kapasitas memori internal yang besar saat itu, dengan memori 4 GB (8GB untuk versi baru) yang dapat menyimpang hingga 3.000 lagu lebih dalam satu ponsel, dari model saja ponsel ini didedikasikan untuk menikmati musik secara maksimal, apalagi dengan kehadiran port 3.5 mm yang membuat kita dapat menikmati headset stereo kesukaan kita, jadi kita dapat mendengarkan musik melalui headset ataupun speaker aktif yang kita miliki, disamping itu slide cover penutup keypad juga memiliki shortcut untuk menikmati musik, layaknya ponsel XpressMusic yang memiliki tombol play/next/previous, apalagi kita juga akan menemukan fitur wi-fi pada ponsel ini, hingga saat ini, ponsel ini telah sulit ditemukan, beda halnya dengan N70 ME yang masih ada dalam keadaan baru.

Tahun 2005 bulan November :

– Nokia N71 :

ponsel yang satu ini merupakan ponsel desain clamshell dengan ukuran yang terbilang bongsor, dengan kamera 2 MP di bagian belakang bodi ponsel ini, sebenarnya menurut saya tak ada yang spesial pada ponsel ini, tak heran bila ponsel ini cepat sekali hilang di pasaran, tak seheboh Nokia N70, padahal dari segi fitur tak jauh beda, padahal layar ponsel ini sudah menggunakan layar dengan resoluso QVGA (240 x 320) dan memiliki koneksi 3G. (seingat saya sih gitu)

– Nokia N80 :

Nah untuk yang satu ini, merupakan ponsel dengan desain slide yang sebenarnya juga tergolong bongsor, namun bedanya disini kita akan menemukan kamera 3 MP, menurut saya inilah ponsel 3 MP pertama dari Nokia, bukan N73, disamping itu kita juga akan menemukan fitur wi-fi pada ponsel ini, layar pun termasuk tajam dimana kita akan menemukan layar dengan resolusi CIF (sama seperti N90), ponsel ini tergolong sukses terjual di pasaran, dan sepertinya ini merupakan cikal bakal dari ponsel N95, lihat saja dari desain ponsel yang tak jauh beda.

Seingat saya ponsel ini juga tergolong dalam Nseries Music Edition, sama halnya dengan N70 ME, N73 ME dan N91 ME.

– Nokia N92 :

Nokia seri N pada angka tinggi (N9x) itu biasanya tak jauh-jauh dari desain yang unik, lihat saja ponsel yang satu ini, ponsel dengan desain yang mirip dengan N90 namun bedanya hanya letak poros perputaran layar saja, ini merupakan ponsle pertama dari Nokia yang mendukung DVB-H (Digital Video Broadcasting for Handsets), dengan fitur ini kita dapat menangkap sinyal TV digital, jadi bisa nonton TV di layar 2.8″ inci (jadi ingat Samsung Corby), namun sayang sekali di Indonesia fitur ini tak dapat dinikmati karena tak ada sinyal TV digital yang didukung N92, karena yang saya tahu TV digital pada ponsel ini menangkap gelombang yang berbeda dengan channel yang ada di Indonesia ini. (CMIIW) πŸ™‚

sayangnya ponsel ini tak lama bertahan di pasaran, sejalan dengan bertambahnya jajaran ponsel Nseries, ponsel ini seketika tenggelam dan tak pernah muncul lagi.

Tahun 2006 bulan April :

– Nokia N72 :

Ponsel dengan desain candybar ini memiliki desain yang tak jauh beda dengan N70, namun bedanya disini kita takkan menemukan fitur 3G, entah mengapa ponsel ini tak diberi fasilitas 3G, sehingga ponsel ini tak begitu lama bertahan di pasaran, yang saya tahu ponsel ini merupakan versi murah dari N70, karena terdapat pemotongan fitur 3G, selebihnya sama dengan N70.

– Nokia N73 :

hanghingheng! siapa yang tidak kenal dengan ponsel candybar sejuta umat yang satu ini, ponsel ini merupakan suksesor dari N70, ponsel ini merupakan ponsel yang tergolong super canggih saat itu, banyak sekali aplikasi yang dimiliki oleh ponsle ini, seperti document viewer, flash viewer, PDF viewer dan masih banyak lagi, resolusi kamera ponsel ini sama dengan N80, hanya saja di N73 kita akan menemukan fitur Auto-Focus dan lensa Tessar Carl Zeiss, jadi kualitas kamera ponsel ini tak perlu diragukan lagi, untungnya ponsel ini juga memiliki pelindung lensa layaknya N70, jadi kita tak perlu merasa khawatir lensa kamera kita akan tergores.

Sebenarnya ada 3 jenis ponsel selain N73 standar, yaitu N73 Music Edition, N73 Internet Edition dan N73 Special edition, dimana N73 Music Edition tombol shortcut nya diganti menjadi tombol pintas untuk music player dan kita kan mendapatkan memori 2 GB dalam paket pembelian, untuk Nokia 73 Internet Edition sayang sekali tak masuk ke Indonesia, yang saya tahu pada ponsel ini tak jauh beda dengan fitur Nokia 73 standar, hanya saja kita akan mendapatkan firmware terbaru dengan settingan tombol shortcut yang berbeda (CMIIW), untuk Nokia N73 Special Edition adalah Nokia N73 dengan balutan casing berwarna putih bersih (hihi), untuk fitur tak jauh beda dengan N73 Standar.

Sepertinya ponsel Nokia yang sukses banyak sekali edisi-edisi nya, sama halnya dengan Nokia 5800. πŸ˜€

– Nokia N93 :

Tangningnong! (beda lagi ne bunyi belnya), nah seperti yang saya sebutkan sebelumnya, pada nokia seri N di angka N9x kita pasti akan menemukan ponsel dengan desain yang unik, sebenarnya desain ponsel ini tak jauh beda dengan N92, hanya saja posisi poros perputaran layar Nokia N93 berada di sebelah kanan, ponsel ini dilengkapi dengan kemampuan video recording yang setara dengan kualitas DVD yaitu VGA pada 30 FPS, itu sudah merupakan resolusi tertinggi saat itu, haha handycam dalam ponsel atau ponsel dalam handycam, dengan kamera 3.2 MP dengan lensa Tessar Carl Zeiss membuat hasil foto ponsel ini memiliki kualitas yang tergolong bagus, hanya saja ponsel ini memiliki bobot yang kurang menyenangkan, yaitu 180 gram, waww gimana tuh, ngelempar copet pakai ponsel N93 pasti dapat mengakibatkan korban jatuh pingsan (just kidding), saat awal kemunculan ponsel ini, harganya muahalll banget, mana gambarnya di salah satu Tabloid Favorit saya waktu itu tergolong besar, haha sesuai dengan harganya.

Tahun 2006 bulan September :

– Nokia N75 :

Ponsel ini mungkin lanjutan dari N71, karena sama-sama memiliki desain clamshell, namun bedanya ponsel ini tak lagi sebongsor N71, fitur yang dimiliki ponsel ini pun tak jauh beda, yaitu kamera 2 MP, fitur jaringan 3G/UMTS, dari segi desain ponsel ini tergolong imut-imut bila dalam keadaan tertutup, pada bodi depan di belakang layar utama kita akan menemukan 3 deret tombol musik yaitu prev/play/next, jadi kita tak perlu membuka ponsel jika ingin mengganti lagu yang sedang kita dengarkan, saat kemunculan ponsel ini, tak begitu banyak yang membicarakannya, bahkan yang saya tahu ponsel ini bahkan tak sampai di Indonesia.

– Nokia N95 :

Inilah ponsel seri N dari Nokia yang inovatif, dimana kita akan menemukan ponsel dengan desain slide ganda, jadi bisa ke atas dan ke bawah, benar-benar seri N9x itu desainnya selalu unik, jadi bila kita menggeser layar ke atas kita akan menemukan keypad dengan ukuran besar yang nyaman digunakan, dan bila layar kita geser ke bawah kita akan menemukan tombol multimedia, tombol play/prev/next/stop, kreatif sekali dalam hal mendesain ponsel, apalagi dengan layar 2.6″ inci yang dimilik ponsel ini, membuat kita semakin nyaman dalam menggunakan ponsel ini, N95 juga dilengkapi dengan kamera 5 MP dengan lensa Tessar Carl Zeiss, kemampuan merekam video resolusi VGA 30 FPS juga dimiliki ponsel ini.

Tahun 2007 bulan januari :

– Nokia N76 :

nahh yang satu ini telah mengalami banyak perbaikan pada desain ponsel, dimana kita akan menemukan ponsel clamshell stylish dengan pilihan warna yang cantik, ada warna merah mawar, hitam silver dan putih silver, dengan berat 115 gram menjadikan ponsel ini tampak cantik, fitur pada ponsel ini masih tak jauh beda dari pendahulunya (N75), dimana kita akan menemukan layar dengan ukuran 2.4″ inci resolusi QVGA, kamera 2MP dan data paket 3G/UMTS.

– Nokia N77 :

Ponsel dengan desain candybar yang satu ini memiliki kemiripan model dengan N73, hanya saja disini sedikit terlihat bongsor apalagi penempatan keypad dan tombolnya tak sesuai, untuk fitur pada ponsel N77 ini tak jauh beda dengan N70 dimana kita hanya akan menemukan kamera dengan resolusi 2MP dan beberapa fitur yang tak jauh dengan saudara lainnya, hanya saja seingat saya di ponsel ini juga terdapat fitur DVB-H, sama halnya dengan Nokia N92, ponsel ini tak begitu sukses, saya sendiri belum pernah sekalipun menemukan pengguna N77.

– Nokia N93i :

Nah ponsel yang satu ini merupakan edisi terbaru dari N93 dimana terdapat perbaikan desain sehingga tak membuat ponsel ini terlihat bongsor, bahan penyusun ponsel ini pun memberi kesan mewah pada ponsel ini, dari segi fitur tak jauh beda dengan versi sebelumnya, ponsel N93 dan N93i sama-sama memiliki chip grafik 3D sehingga kita dapat memaksimalkan game-game N-GAGE 2 pada ponsel ini, kalau ada yang masih ingat, ponsel ini juga masuk dalam film Transformers, film autobot vs decepticon itu lohh, hehe.. πŸ˜€

Tahun 2007 bulan Agustus :

– Nokia N95 8GB :

ponsel yang satu ini merupakan versi terbaru dari Nokia N95 dimana kita akan mendapatkan ponsel dengan warna hitam gelap dan ukuran layar yang lebih besar, yaitu 2.8″ inci namun tetap pada resolusi yang sama, yaitu QVGA, layar yang tergolong besar dengan resolusi yang tergolong standar ponsel saat itu, beda N95 biasa dengan N95 8GB terletak pada kapasitas memori yang lebih lega dimana kita akan mendapatkan memori internal 8GB (memori ini berbeda dengan memori internal ponsel ini, tak bersamaan lokasinya), lalu RAM yang lebih tinggi menjadi 128 MB dimana sebelumnya 64MB, daya tahan baterai yang ditingkatkan, dengan adanya fitur auto-rotate, namun sayang sekali pada versi ini cover kamera dipangkas karena ukuran baterai yang besar.

– Nokia N81 :

inilah ponsel slide yang dulu pernah saya damba-dambakan namun tak kesampaian hingga saat ini (gak jodoh kayaknya), ponsel dengan desain dan warna yang membuatnya terlihat garang ini memiliki tombol baru yaitu menu multimedia NaviMenu (seingatku ini deh namanya), dimana kita bisa mengakses segala konten yang ada di dalam menu itu dengan mengitari D-Pad (NaviWheel) 8 arah, layaknya iPod, apalagi dengan backlight warna biru di sekitar D-Pad tersebut, ditambah dengan tombol musik di sekitar D-Pad membuat ponsel ini terlihat full musik, speaker di bagian bodi kiri dan kanan ponsel yang sudah stereo, namun sayang sekali kamera masih 2 MP dan yang saya tahu kamera ponsel ini tak sebagus N70, jadi bisa dikatakan kualitas kamera yang mengecewakan untuk jajaran seri N, huhu tapi gimanapun ini adalah ponsel yang mendukung N-GAGE versi 2 dengan adanya 2 tombol tambahan di sebelah earpiece di atas layar, haha saya pernah mencoba menggukan ponsel ini, sekali punya teman saya dan berkali-kali di Nseries centre sambil bermimpi bisa memiliki ponsel tersebut, haha namun sayang sekali hingga saat ini tak kesampaian juga.. (lagipula fitur pada ponsel tersebut sudah tak canggih lagi untuk saat ini) πŸ˜› hehe

– Nokia N81 8GB :

ponsel yang satu ini merupakan versi lain dari N81 dimana kita akan mendapatkan ponsel dengan memori internal 8GB, sebagai gantinya memori eksternal dihilangkan, jadi kita tak bisa menambah kapasitas memori kita, tapi saya rasa 8GB itu sudah cukup, fitur pada ponsel ini pun sama dengan N81 biasa, bedanya harga ponsel ini lebih mahal dibandingkan N81 biasa. πŸ˜›

Tahun 2007 bulan November :

– Nokia N82 :

Nokia hanya meluncurkan saja saat itu, yaitu ponsle dengan desain candybar tebal dengan kamera resolusi 5 MP AF, sama halnya dengan N95 yang juga menggunakan lensa Carl Zeiss Tessar, hanya saja disini kita akan mendapatkan lampu flash XENON yang terkenal dengan kemampuannya memberikan cahaya (haha bahasanya) yang merata dalam modus indoor yang minim cahaya, lampu flash XENON pertama kali digunakan pada Sony Ericsson K800i dan hasilnya memang sangat memuaskan dalam penggunaan yang minim cahaya, Nokia N82 ini memiliki layar berukuran 2.4″ inci dengan resolusi QVGA, susunan keypad pada ponsel ini terbilang tipis dan imut-imut, bahan penyusun ponsel ini juga memberi kesan elegan dengan balutan warna silver (tapi ada juga kok yang warna hitam), dan ini adalah produk lanjutan dan peningkatan dari kesuksesan N73.

Tahun 2008 bulan Agustus :

– Nokia N78 :

Nah yang satu ini mungkin versi murah dari N82, dan ini juga sepertinya merupakan pembaruan dari N73, lihat saja dari peletakan keypad dan tombolnya yang mirip dengan N73, hanya saja disini kita akan kembali menemukan keypad mini layaknya N82, resolusi pada kamera ponsel ini sama dengan N73 yaitu 3.2 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, bahan pada ponsel ini juga membuat ponsel ini tampil premium dengan balutan warna hitam gelap di bagian depan dan warna krem aluminium pada sisi (selain depan dan belakang) bodi ponsel, beda N73 dan ponsel ini terletak pada jaringan paket data kecepatan tinggi HSDPA yang telah didukung N78, NaviWheel pada ponsel ini pun lebih efektif dibandingkan joystick pada N73 yang rawan rusah, berkat perubahan desain dan bahan penyusun ponsel membuat ponsel ini lebih ringan dibandingkan N73, N78 memiliki berat 101.8 gram (sekalian aja bulatin jadi 102 gram, hehe), haha ya ponsel yang canggih dan sempat menjadi ponsel impianku disaat saya tak bisa mendapatkan Nokia N81, haha namun bernasib sama dengan N81, saya gagal mempersunting ponsel ini, hehe..

– Nokia N96 :

Haha kalau yang satu ini merupakan seri lanjutan dari N95, dengan konsep yang sama yaitu slide ganda, disini kita akan menemukan ponsel dengan bahan penyusun yang sama dengan N81 dan N78, terlihat seperti hanya ganti baju saja apalagi ukuran layar dan resolusi masih sama dengan N95 8G, sekilas fitur pada ponsel ini tak jauh beda dengan N95 8GB, namun sebenarnya terdapat banyak perbedaan pada sisi hardware internal, sebut saja disini kita akan menukan dual LED flash, daya tahan baterai yang lebih lama, memiliki fitur DVB-H, memiliki slot memori eksternal kamera depan sudah VGA, sebenarnya masih banyak lagi, tapi yang paling menonjol adalah yang saya sebutkan tadi.

Tahun 2008 bulan desember :

– Nokia N79 :

Ponsel dengan desain candybar ini merupakan produk lanjutan dari N78, disini kita sudah menemukan ponsel dengan resolusi 5 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, sama dengan N82, hanya saja disini kita tidak menemukan lampu flash XENON, dari segi desain pun untungnya ponsel ini sudah memiliki keypad dengan ukuran yang lebih besar, saking seriusnya dalam melakukan pembesaran tombol sehingga D-Pad NaviWheel juga berukuran jumbo dari biasanya, bahan penyusun ponsel ini juga membuat ponsel ini hanya memiliki berat 97 gram, haha semakin ringan saja.

– Nokia N85 :

Ponsel dengan desain slide ganda dengan kemampuan multimedia yang tangguh, disini kita juga akan menemukan layar berukuran 2.6″ inci dengan resolusi QVGA, namun perbedaan layar ini dengan layar N95 terletak pada jenis layar yaitu ponsel N85 menggunakan layar dengan jenis AMOLED (Active Matrix OLED), yang juga digunakan pada Samsung HD itu loh, layar dengan jenis ini terkenal dengan kemampuannya menampilkan gambar yang jelas walaupun di bawah sinar matahari, jadi kita takkan kesulitan bila ingin melihat layar di bawah sinar matahari yang terang, dari segi fitur hardware, tak ada perbedaan yang mencolok dengan ponsel N95, karena baik N95 dan N85 sama-sama memiliki kamera dengan resolusi yang sama, oh iya, pada ponsel ini kita akan menemukan fitur DVB-H itu lohh, untuk menonton TV digital.

Tahun 2008 bulan desember :

– Nokia N97 :

haha siapa yang tidak kenal dengan ponsel yang satu ini, flagship ponsel Nokia yang memiliki fitur terlengkap, dengan desain tilt slide, desain geser samping ini berbeda dengan 5730 XM dan E75, desain geser samping ini akan membuat layar terangkat sehingga membuat sudut 45′ derajat (kayaknya), pada bodi dibalik layar terdapat jajaran keypad qwerty khas Nokia, dan D-Pad pada bagian kiri, ukuran layar ponsel ini sama besarnya dengan Apple iPhone 3G yaitu 3.5″ inci, namun N97 menang dengan resolusi layar yang dimilikinya sehingga membuat tampilan layar N97 lebih rapat dibandingkan iPhone 3G (terbukti memang), pada N97 kita akan menemukan desain home screen baru dengan kemampuan menampilkan widget yang bisa kita ganti sesuai selera, haha dan fitur ini lah yang paling diharapkan bisa ada juga di Nokia 5800 XpressMusic, N97 dilengkapi dengan kamera 5 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, layar touchscreen resistive layaknya Nokia 5800 XpressMusic dengan prosesor 434 Mhz, ponsel ini layaknya komputer dalam ponsel, karena fitur dan aplikasi yang dimilikinya sudah tergolong lengkap dibandingkan ponsel Nseries lainnya. (ya iyalah, namanya juga Flagship)

Tahun 2009 :

– Nokia N97 Mini :

Setelah sukses mengeluarkan N97, Nokia kembali mengirimkan satu varian baru dari N97 yaitu N97 Mini, dari segi fitur tak jauh beda, hanya saja pada N97 Mini kita akan menemukan N97 dengan ukuran layar yang lebih kecil, setara dengan Nokia 5800 XpressMusic, desain ponsel ini pun lebih mungil dibandingkan saudara sebelumnya, dengan balutan warna coklat membuat ponsel ini tampil premium, namun tentu saja harga ponsel ini lebih murah dibandingkan N97 normal.

Selanjutnya bakal muncul N87, namun desain ponsel tersebut belum ada yang tersebut, namun ada rumor yang mengatakan bahwa konsep ponsel N87 telah bocor, dimana ponsel N87 akan menggunakan desain slide ganda layaknya N85, hanya saja disini akan ada layar sentuh dan juga tampilan baru dari OS Symbian v5.

mari kita tunggu saja kedatangannya. πŸ˜€

N.B : foto menyusul, sedang di-edit neh, tapi laptop sedang lemot, hehe.. updated : sayang sekali Picasa 3 saya error, jadi fotonya apa adanya..huhu πŸ˜₯