Coming Up..Sony Ericsson X8 Xperia :D

mungkin, malam minggu ini hanya akan saya habiskan dengan memuat postingan baru dan mengerjakan tugas sayaa..

dohh berhubung rantai motor saya masih rada error..mending jangan banyak keluar dulu dehh, jadii saya lagi menyusun tulisan saya mengenai Sony Ericsson X8..hehe

sek, q jek tas ceggek mari ndelok koncoq kok sugihe poll kyok anake dirut perusahaan besar ae..jahhh.. [sekilas iklan tok, hehe] xD

mnyaa, saya mau sholat dulu yaa..bye byee.. 😀

ini sekilas fotonyaa.. hehe

 

Review Sony Ericsson U10i Aino

Sony Ericsson Aino

Sony Ericsson Aino merupakan ponsel slide layar sentuh garapan perusahaan ternama Sony Ericsson, ponsel dengan desain slide sentuh ini memiliki kemiripan dengan LG Secret yang mengusung desain slide sentuh juga, awal diperkenalkannya ponsel ini juga bersamaan dengan Sony Ericsson Satio, namun entah mengapa hingga saat ini Sony Ericsson Satio belum masuk juga ke pasar indonesia, dari berita yang saya dapat dari okezone.com dan berbagai media di internet bahwa kedua ponsel layar sentuh tersebut memiliki masalah pada sistem layar sentuh dan softwarenya sehingga perusahaan Sony Ericsson tersebut memberhentikan sementara produksi ponsel tersebut untuk melakukan perbaikan, namun walaupun begitu malah Sony Ericsson telah masuk di pasar ponsel Indonesia, bahkan telah di bahas di Tabloid PULSA, namun untuk ulasan lebih lanjutnya, monggo dibaca.. 🙂

Review ponsel kali ini, bukanlah merupakan pengalaman saya dalam menggunakan ponsel ini, saya hanya merangkum dan menyimpulkan segala hal yang saya ketahui tentang ponsel ini dari berbagai sumber, saya akan berusaha menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. :-)

1. Harga saat ini.

Saat ini, ponsel dengan desain slide sentuh ini dibanderol dengan harga di kisaran Rp. 5.199.000, harga yang wah memang mengingat isi paket yang ditawarkan oleh ponsel ini, harga tersebut sudah termasuk desk stand + wireless headset, yang saya tahu hingga saat ini baru ponsel inilah yang memaketkan ponsel dengan aksesoris lengkap, tak heran lagi bila harganya selangit gitu, untuk perbedaan harga mungkin saja terjadi namun tak akan jauh-jauh dari harga yang saya sebutkan di atas, namun sejalan dengan adanya isu bahwa software pada ponsel ini ada yang bermasalah, bisa saja harga ponsel ini turun dalam kisaran yang lumayan tinggi.

2. Kesan awal pada ponsel ini.

“hwawww keren neh model ponsel ini, stylish dan elegan euy”, ya seperti itulah yang saya pikirkan saat melihat ponsel dengan layar sentuh ini di awal perkenalan ponsel ini, awalnya saya pikir ponsel ini merupakan ponsel full touch screen, namun setelah saya selidiki lebih lanjut ternyata di belakang layar sentuh berukuran 3″ Inci tersebut ternyata menyimpan susunan keypad dan D-Pad yang tersusun rapi, nah saat slide dalam keadaan terbuka, saya sempat merasa aneh dengan modelnya yang kepanjangan banget, apalagi dengan diagonal layar 16:9 yang memanjang, membuat ponsel ini memiliki ukuran yang panjang bila digenggam, namun untungnya ponsel ini memiliki desain slide yang kokoh dan nyaman.

3. Kelebihan.

Dalam keadaan keypad tertutup, ponsel ini terlihat manis dan elegan dengan balutan warna putih dan hitam glossy, dalam keadaan seperti ini kita akan menemukan susunan menu multimedia yang asyik dan tentu saja dalam mode landscape, kita akan dimudahkan dengan kehadiran desk stand yang sudah termasuk dalam paket penjualan ponsel tersebut, kehadiran aksesoris tersebut dalam paketan memberi nilai tambah pada ponsel ini, kita dapat mengakses musik dan menonton video melalui layar capacitive berukuran 3″ inci dengan resolusi 240 x 432 pixel tersebut, kita dapat mendengarkan musik melalui headset bluetooth yang tersedia dalam paketan, untuk kualitas suara tak perlu diragukan lagi, sony ericsson terkenal dengan ponselnya yang tangguh dalam memainkan musik, apalagi headset yang  kita dapatkan sama dengan headset seri walkman yang menggunakan modelnya seperti earplug, jadi bising dari luar dapat diredam oleh headset tersebut, selain itu jaringan ponsel ini sudah mendukung 7.2 Mbps HSDPA dan HSUPA 2 Mbps, hal ini akan sangat berguna bila kita berada di daerah yang memiliki kekuatan sinyal penuh, disamping itu kehadiran A-GPS menjadi nilai tambah bagi anda yang senang berpergian, ponsel ini telah disediakan dengan aplikasi wisepilot (trial version), untuk urusan kamera, ponsel ini telah dibekali dengan kamera 8.1 Mpix dengan Auto-Focus, fitur pada menu kamera ini pun terbilang lengkap, sebagai contohnya fitur touch focus dimana kita hanya butuh menekan layar untuk menentukan bagian mana yang kita inginkan untuk lebih fokus, face detection juga tersedia di menu kamera ponsel ini, dan layaknya ponsel ber-GPS receiver, kita bisa menggunakan geotagging pada hasil foto kita, jadi kita dapat mengetahui letak kita mengambil foto tersebut.

4. Kekurangan.

Tak ada ponsel yang sempurna, kecantikan ponsel ini seketika akan berkurang ketika kita menggeser bagian bawah ponsel ini, seperti memegang pisang atau sisir, ponsel ini terlihat sangat panjang untuk ukuran ponsel, setidaknya itu yang ada di pikiran saya,  apalagi kita masih harus membiasakan menggunakan ponsel dengan keypad yang berada di bagian lain dan tak berada di sekitar layar, selain bodi ponsel yang bongsor, penggunaan layar sentuh pada ponsel ini pun dibatasi dan tak bisa digunakan di semua menu yang ada, jadi terkesan setengah-setengah yang dalam bahasa makassarnya sattanga-sattanga’, penggunaan layar sentuh hanya dapat digunakan dalam mode landscape yaitu dalam keadaan keypad tertutup, pada menu kamera, pada menu galeri dan beberapa aplikasi bersistem java, hal ini sangat lucu rasanya, apalagi setelah kita menambahkan beberapa foto dan membuka menu galeri, butuh waktu lama hingga semua file terbaru dimuat, walaupun kelihatannya ponsel ini sudah menggunakan kamera 8.1 Mpix, warna pada hasil kamera tersebut akan terlihat tak sesuai dengan aslinya, terkadang terkesan kebiru-biruan, terkadang terlihat kebiru-biruan, disamping itu kita juga akan menemukan noise pada hasil kamera ponsel ini, tak hadirnya pelindung lensa kamera pada ponsel ini pun menyulitkan kita untuk menjaga agar lensa kamera ini tetap halus, tak seperti saudaranya yang dibekali lens cover, pada ponsel ini kita takkan menemukan pelindung tersebut, saya rasa itu saja kekurangan pada ponsel ini, bila ada tambahan mohon masukannya. 🙂

5. Kesimpulan.

Paketan pada ponsel ini membuat kita tak perlu merogoh kocek lagi untuk menambahkan aksesoris headset bluetooth yang terbilang mahal, dengan warna yang manis dengan desain awal yang manis juga menjadi nilai tambah pada ponsel ini, terutama bila kita ingin memainkan file video, kita cukup menggukan desk stand maka kita tak perlu lagi capek-capek memegang ponsel atau mencari ganjalan untuk menahan ponsel, namun keterbatasan kegunaan layar sentuh dan harganya yang terbilang selangit membuat kita sebaiknya berpikir dua kali, kecuali bila anda sudah cinta mati dengan ponsel ini saat pertama kali diluncurkan, disamping itu adanya isu bahwa ponsel ini memiliki software yang bermasalah sebaiknya membuat anda berpikir tiga kali (waw sekarang tiga kali euy), ada baiknya menunggu hingga ponsel ini benar-benar siap untuk diluncurkan dan benar-benar selesai. hihi 🙂

Demikianlah review saya mengenai ponsel ini, semua yang saya tulis di atas saya dapatkan dari berbagai sumber, ataupun beberapa narasumber yang pernah menggunakan ponsel ini.

semoga ulasan saya di atas dapat bermanfaat bagi anda, terima kasih telah membaca..

:-D

Pengalamanku dengan Sony Ericsson W850i

Sony Ericsson W850i

Sony Ericsson W850i

Sony Ericsson W850i merupakan perintis awal Walkman Versi 2.0 dan juga merupakan ponsel pertama berdesain slide garapan perusahaan ternama Sony Ericsson, ponsel musik dengan desain slide ini menjadi pioner dari pengembangan software pemutar musik andalan dari perusahaan ternama Sony Ericsson, ponsel musik slide ini memiliki desain yang atraktif dan menarik, tampak depannya memberikan kesan garang dan full of music, untuk lebih lanjutnya monggo dibaca. 😉

 

 

PENGALAMANKU saat menggunakan ponsel ini akan aku rangkum dan aku susun sebisaku (walaupun mungkin akan agak berantakan) agar bisa menjadi masukan untuk para pembaca agar dapat mengetahui hal apa saja yang ada di dalam ponsel yang saya bahas.

 

1.  Harga saat pertama kali dibeli disertai bulan dan tahun.

Saat pertama kali diluncurkan, ponsel ini menjadi pembicaraan yang cukup hangat karena memiliki suatu terobosan baru yaitu Walkman versi 2, ponsel ini pertama kali diluncurkan mendekati akhir tahun 2006 (seingat saya), ponsel ini dipatok dengan harga Rp. 3.699.000, waw harga yang mahal untuk saat itu, namun karena saat itu saya belum terlalu melirik ponsel non-OS, saya tidak ada niat untuk membelinya, hingga akhirnya pada tahun 2007, ponsel ini dibeli dengan harga Rp. 1.899.000, waww dalam sekejap udah jatuh jauh! 😀

 

2. Kesan pertama.

“Kerennn, lampu orange itunya lohh mengesankan banget”, itulah yang selalu tersimpan di pikiranku hingga saat ini, itulah pertama kali ponsel sony ericsson yang markir di meja rumahku, saat kita memutar musik maka lampu berwarna orange di bawah layar itu akan berkedip-kedip sesuai irama musik ponsel ini,  apalagi bila kita ingin masuk ke menu walkman, cukup dengan menekan lampu tersebut, dengan ukurannya yang tipis tombol tersebut tak begitu sulit untuk ditekan, cukup atraktif untuk ukuran ponsel musik.

 

3. Kelebihan.

Namanya saja ponsel musik, jelas yang menjadi kelebihan dari ponsel ini adalah pemutar musik andalan yaitu Walkman versi 2, inilah ponsel sony ericsson pertama yang menggunakan walkman versi terbaru, keluaran loudspeakernya sangat keras, dengan tampilan dan wajah baru dari pemutar musik walkman, kita akan menemukan pengalaman baru dalam mendengarkan musik melalui ponsel satu ini. untuk urusan kamera, ponsel ini tak kalah dari ponsel-ponsel lain, bahkan bisa dibilang hasil kamera 2 Mpix nya masih menang dari Nokia 5700 XM dan Nokia 5320 XM milikku, hasil kamera di ponsel ini terlihat lebih berwarna dibandingkan kedua ponsel yang saya sebutkan tadi, ketajaman juga masih terkesan lebih pada ponsel ini. desain slide pada ponsel ini membuatnya tampak elegan dengan dibalut warna hitam gelap yang dipadukan dengan lampu berwarna orange.

 

4. Kekurangan.

Menjadi sebuah perintis dalam suatu terobosan pasti akan sedikit sulit, dibalik software baru yang dimilikinya, pemutar musik walkman versi 2 ini merupakan pemutar musik ‘terburuk’ dari semua seri yang ada (menurut saya), dan masih kalah dengan Sony Ericsson W300i, karena saat saya mendengarkan via headset stereonya, keluaran musiknya tak beraturan, tak berkesan stereo, tak berkesan mono juga, yang membuat telinga saya rada pusing mendengarkannya, saya sudah coba menggunakan headset yang lain, namun hasilnya tetap sama, setelah saya membandingkan dengan SE W850i teman saya, ternyata hasilnya sama, nahh! bravo kan. 😉 , dan juga dibalik suara loudspeaker yang menggelegar, sudah menjadi risiko keluaran ponsel ini akan menjadi cempreng, walaupun masih terdengar sedikit suara bass yang keluar (menggunakan equalizer MegaBass) suaru ponsel ini masih cempreng. pada hasil kamera yang mengagumkan, juga membuat ponsel ini memakan waktu yang sedikit lebih lama dari kedua pesainnya sebelumnya (N5700XM & N5320XM), shutter speed yang masih terasa lemot membuat anda harus menjaga tangan anda stabil selama pengambilan gambar, namun mungkin bagi sebagian orang hal ini takkan berpengaruh, namun bagi saya yang sudah biasa mengambil foto secara ekspres dapat merasakan perbedaan ini. menjadi perintis desain slide pertama pasti akan membutuhkan perjuangan yang berat, dan yang saya temui disini adalah, desain slide pada ponsel ini terasa ringkih, goyah, tak kokoh dan semacamnya, demikian kekurangan yang saya rasakan dari ponsel ini. 😦

 

5. Kesan setelah lama digunakan.

“GAME OVER..”, ya seperti yang saya katakan, ponsel ini sudah GAME OVER = Tewas = Tak dapat hidup, kerusakan yang pertama kali saya temui adalah tidak terkoneksinya antara kabel pengisian baterai dengan port pada ponsel ini, kerusakan kedua adalah layar sering hilang saat saya menggeser bodi ponsel ke atas, untuk membuka keypad, layar kosong ini sepertinya diakibatkan oleh kabel fleksibel yang sudah panas karene digeser melulu, dan yang merupakan kerusakan pertama dan terakhir adalah hilangnya nyawa dari ponsel ini yang ditenggarai oleh kerusakan sebelumnya pada ponsel ini, mati karena layarnya tak nyala kemudian mati karena lupa dimana kabel pengisian baterainya (kebanyakan kabel pengisian baterai jadi gini ne). 😥

 

6. Kenanganku bersama ponsel ini.

Ya sudah lumayan lama saya bersama ponsel ini, bahkan hingga saat inipun, ponsel tak bernyawa ini masih berada di rumah yang sama saat saya mengetik artikel ini, karena tak dapat menyala dan saya sudah berusaha untuk menyalakannya namun gagal, akhirnya ponsel ini dibiarkan tak bernyawa selamanya dan menjadi sejarah sebagai ponsel musik yang gugur dalam karernya (apalagi saya dengar ini merupakan produk gagal), ya namun bagaimanapun ponsel ini juga merupakan ponsel yang pernah mengisi kehidupan saya, ponsel yang bunyi saat pelajaran di kelas berlangsung, ponsel yang saya gunakan saat memotret pemandangan di beberapa lokasi, ponsel yang saya gunakan untuk gila-gilaan bersama teman-teman (:-D hehe), ponsel yang terlihat keren disaat pemadaman listrik terjadi, ponsel yang digunakan untuk bermain game landscape nya,  ponsel yang saya gunakan untuk Mxit an (hehehe) dan juga sebagai ponsel sony ericsson tak ber-OS terakhir yang akan berada dalam hidupku (sedikit kapok rasanya). 😥

 

demikian pengalaman saya dengan Sony Ericsson W850i, semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi pembaca.

terima kasih telah membaca. 😀