Ulasan mengenai Nokia 5610 XpressMusic

Nokia 5610 XpressMusic

Nokia 5610 XpressMusic merupakan ponsel musik garapan perusahaan ternama Nokia yang mengusung desain slide, dengan warna merah-hitam pada bodi ponsel ini membuat ponsel ini tampak garang dan memberi ciri khas musik dari seri XpressMusic, disamping desain slide ponsel ini, terdapat satu lagi slide (trigger) yang tak biasa pada ponsel ini, yaitu trigger yang berada di bawah layar, wahh trigger apakah itu?? untuk info lebih lanjut, mari monggo dibacaa.. 😀

 

Review ponsel kali ini, bukanlah merupakan pengalaman saya dalam menggunakan ponsel ini, saya hanya merangkum dan menyimpulkan segala hal yang saya ketahui tentang ponsel ini dari berbagai sumber, dan kebetulan untuk ponsel yang satu ini, saya pernah mencicipinya, maka dari itu saya akan berusaha menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. :-)

 

1. Harga saat ini.

Untuk saat ini sepertinya sudah susah untuk menemukan ponsel ini dalam keadaan baru, karena info yang saya dapat ponsel ini sudah dihentikan produksinya, jikalau pun ada yang menjual baru, ponsel itu akan berada di kisaran harga Rp. 2.199.000, atau bahkan bisa saja jadi lebih murah lagi, bila anda ingin membeli bekas, ponsel ini berada di harga Rp. 1.599.000, jika anda termasuk orang yang pintar menawar, bisa saja menjadi lebih murah lagi, tergantung pada kondisi dan kelengkapan ponsel tersebut, tapi nawarnya jangan ‘afgan’ dong.. hihi

 

2. Kesan awal pada ponsel ini.

“wahh gilaa kerenn neh hapee”, ya itulah yang pertama kali saya ucapkan pas melihat preview ponsel ini di Tabloid PULSA, saya sangat kaget melihat spesifikasinya, kamera 3.2 MP AF dengan desain garang, saat itu saking penasarannya saya sempat mendatangi toko OkeShop di WTC surabaya untuk melihat replika ponsel ini, sungguh keren memang tampilan luarnya, apalagi dengan kehadiran mekanisme trigger multimedia di bawah layar ponsel ini, keren..

 

3. Kelebihan.

seperti yang selalu saya katakan tadi, desain pada ponsel inilah yang menjadi nilai tambah pada ponsel ini, desain slide yang kokoh pada ponsel ini membuat ponsel ini tampak stylish dan garang, disamping itu, kehadiran trigger geser di bawah layar ponsel membuat kita lebih mudah untuk berpindah dari musik ke radio dan sebaliknya, trigger ini sangat berguna banget apalagi bila kita ingin segera mematikan musik secara darurat, kita hanya perlu menggeser trigger ke kiri maka menu musik akan keluar lalu tekan D-Pad bawah agar musik berhenti (beda halnya pada Nokia 5800 yang memerlukan beberapa langkah untuk menghentikan musik), bahkan efek transisi perpindahan pada ponsel ini pun terlihat halus. kehadiran kamera 3.2 MP AF juga merupakan nilai tambah pada ponsel ini, ponsel ini adalah seri XpressMusic pertama yang memiliki kamera 3.2 MP AF, untuk urusan layar dan penampilan UI pada ponsel ini, dapat diacungi jempol karena layar ponsel ini masih terlihat jelas disaat digunakan di bawah sinar matahari (bandingkan dengan 5530 yang sulit untuk dilihat), demikian kelebihan yang saya ketahui dari ponsel ini.

 

4. Kekurangan.

Seperti biasa, di balik ponsel canggih pasti terdapat juga kelemahan, walaupun kamera ponsel ini sudah menggunakan kamera 3.2 MP AF, hasilnya pun tak sebegitu bagus, apalagi bila digunakan di ruangan yang minim akan cahaya, walaupun sudah menggunakan double LED, hasil pada kamera ponsel ini masih terdapat noise, dan terkadang ada beberapa obyek yang blur, kehadiran AF pada ponsel ini lumayan membantu untuk modus makro, tapi sayang sekali hasilnya masih di bawah Nokia 5800, disamping itu dibalik desain slide tipisnya, keluaran loudspeaker ponsel ini masih kalah dari Nokia 5320, saya pernah menguji suara ponsel ini dengan lagu yang sama dan diset pada volume maksimal, hasilnya masih lebih bertenaga Nokia 5320 (mungkin karena bodi ponsel slide yang tipis mengakibatkan pemangkasan jenis Loudspeaker), walaupun equalizer sudah diset menggunakan Bass Booster namun tetap saja, keluaran bass pada ponsel ini gak nendang seperti Nokia 5700, oh ya selain itu, bahan penyusun ponsel ini (layar+sekitar dpad) mudah meninggalkan sidik jari, jadi akan mudah terlihat kotor dengan sidik jari kita (tapi saya yakin hal itu takkan menjadi masalah besar), satu lagi kekurangan ponsel ini tapi gak terlalu memberi efek besar, yaitu ponsel ini hanya berjalan di UMTS, bukan HSDPA. 😀

 

5. Kesimpulan.

Yapp sebenarnya ponsel ini merupakan pilihan yang bagus bagi anda yang menginginkan ponsel musik yang tidak ribet dengan desain yang stylish, apalagi bahan penyusun seluruh bodi ponsel ini memiliki kualitas yang bagus, kita juga dapat mendengarkan musik hingga 24 jam menggunakan headset, apalagi dengan kehadiran kamera 3.2 MP AF, saya rasa semua itu sudah menjadi nilai plus, namun bila anda termasuk orang yang menginginkan ponsel berOS dan juga tidak menyukai desain slide, saya rasa ponsel ini kurang sesuai dengan anda, apalagi melihat banyak pilihan ponsel XpressMusic lainnya yang memiliki fitur yang lebih canggih dengan harga yang tak jauh beda,

yapp semuanya kembali pada selera masing-masing, apa yang lebih anda butuhkan, make your choice.. (lohh kayak film SAW aja) 😀

 

terima kasih telah membaca ulasan ponsel ini, keep reading my blog..

XpressMusic Series (X-Series)

XpressMusic merupakan jajaran seri musik garapan perusahaan ternama Nokia, seperti namanya, ponsel ini awalnya memang di-dedikasi-kan sebagai ponsel khusus musik dari Nokia (sepertinya sebagai lawan dari seri Walkman dari SE) sama halnya seperti N-Series, seri XpressMusic juga merupakan keluarga baru dalam jajaran ponsel dari Nokia, di awal kemunculan seri ini hanya memiliki beberapa tipe ponsel saja, namun sejalan dengan perkembangan teknologi, perkembangan dan penambahan tipe ponsel pada seri XpressMusic semakin banyak, dan hingga saat ini, seri ini berhasil berkembang dan memiliki ciri khas khusus dibandingkan ponsel garapan Nokia lainnya.

Awal-awal kemunculan seri musik ini dimulai pada bulan september 2006, yang diawali oleh kemunculan Nokia 5300 XpressMusic bersama saudaranya Nokia 5200 XpressMusic, kemunculan seri musik sangat menarik perhatian para pengguna ponsel, terutama para remaja yang ingin menikmati musik kapan saja, awal peluncuran ponsel ini disertai dengan hadirnya teknologi baru yaitu Bluetooth Versi 2 (A2DP) yang memungkinkan kita mendengarkan musik menggunakan headset stereo bluetooth, seperti iklan promosi ponsel ini yang menunjukkan seorang remaja mendengarkan musik menggunakan headset stereo bluetooth wireless (tanpa kabel). Di bawah ini adalah susunan seri ponsel XpressMusic diurutkan sesuai dengan tanggal dilauncurkannya :

Ponsel XpressMusic tahun 2007

Tahun 2007 :

– Nokia 5200 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel yang satu ini merupakan ponsel musik garapan Nokia yang berbasis java khas Nokia (s40 3rd), ponsel ini merupakan tipe hemat dari Nokia 5300, modelnya serupa dari saudaranya (Nokia 5300), hanya saja disini tak ada lagi shortcut tombol musik dan juga ukuran layar mengalami pemangkasan yang membuat layar ini terlihat mini (ya aslinya memang mini).

– Nokia 5300 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel yang satu ini merupakan perintis asli seri XpressMusic, saat peluncuran ponsel ini di bulan september 2006,  ponsel ini berhasil mengambil hati masyarakat dengan fitur yang ditawarkannya, sama halnya dengan saudaranya (Nokia 5200), ponsel masih berbasis Java S40 3rd.

– Nokia 3250 (Ponsel kelas Premium)

Nah untuk yang satu ini sebenarnya merupakan seri 3000 dari Nokia, namun dengan kelebihan yang dimilikinya, ponsel ini dimasukkan dalam jajaran seri XpressMusic setelah mengalami peningkatan fitur, ponsel 3250 XpressMusic ini mengalami pergantian warna bodi, yaitu merah-putih dan putih-abu-abu pada seri barunya (seri XpressMusic).

– Nokia 5700 (Ponsel kelas Hi-End)

Untuk ponsel yang satu ini, jelas dikategorikan Hi-End, pada tahun peluncuran ponsel ini, ponsel ini merupakan ponsel XpressMusic paling lengkap dan kaya akan fitur dari Nokia, ponsel ini juga pernah keluar sebagai pemenang di salah satu rubrik tabloid PULSA untuk kategori ponsel Musik, dan saya pun mengabadikan momen tersebut, menurut saya ponsel ini merupakan ponsel legendaris dari seri XpressMusic, apalagi bodi ponsel ini yang menganut desain twist keypad layaknya Nokia 3250, namun sayang sekali kejayaan ponsel ini menurun sejalan dengan banyaknya masalah pada kabel fleksibel twist nya. (padahal secara pribadi, ini adalah ponsel favorit saya)

Ponsel XpressMusic Tahun 2008

Tahun 2008 :

– Nokia 5130 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel ini tak jauh beda dengan Nokia 5310 yang berbasis Java, hanya saja disini ponsel ini memiliki desain yang sedikit lebih bongsor, fitur pun tak jauh beda dengan saudaranya tersebut.

– Nokia 5310 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan penerus dari Nokia 5300, walaupun memiliki desain yang berbeda dari saudaranya, namun beberapa ciri khas dari saudaranya itu masih terdapat pada ponsel ini, seperti shortcut tombol musik di sisi kiri layar dan juga penempatan warna di sekitar layar, untuk urusan desain ponsel ini memiliki bodi yang ramping.

– Nokia 5610 (Ponsel kelas Premium)

Ponsel dengan desain slide ini sempat membuat saya bingung di awal perkenalannya karena kehadirannya yang disertai dengan kamera 3.2 MP AutoFocus (ponsel pertama pada seri XpressMusic yang memiliki resolusi 3.2 MP AF), padahal seri XpressMusic lebih dikhususkan untuk urusan musik lalu mengapa memiliki kamera resolusi tinggi? ternyata sejalan dengan perkembangan teknologi, standarisasi resolusi kamera untuk setiap ponsel Nokia telah ditingkatkan, jadi tak menutup kemungkinan Seri XpressMusic juga memiliki kualitas kamera yang tinggi, desain ponsel ini terlihat sangat garang dan elegan, awalnya saya ingin membeli ponsel ini, namun setelah mengetahui bahwa ponsel ini berbasis Java S40 3rd, saya mengurungkan niat untuk membeli ponsel ini, apalagi setelah saya melihat milik teman saya sendiri, kualitas audio loud speakernya kurang bertenaga.

– Nokia 5800 (Ponsel kelas Hi-End)

Inilah ponsel legendaris High End seri XpressMusic, ponsel ini merupakan perintis dari segala ponsel dari Nokia, ponsel yang pertama kali menggunakan Symbian OS s60 versi 5 yang mendukung fitur layar sentuh, dengan desain candybarnya membuat ponsel ini pas di genggaman dan enak untuk digunakan, ponsel ini memiliki segala fitur yang dibutuhkan seperti jaringan internet kecepatan tinggi HSDPA, kamera dengan lensa Tessar Carl Zeiss 3.2 MP AF, layar dengan dimensi 3.2″ inci resistive dan juga kemampuan memainkan musik yang mengesankan, hingga saat ini, ponsel ini telah terjual lebih dari 6.8 juta unit di seluruh dunia (nah loh! banyak banget peminatnya). (sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Nokia_5800), pokoknya gak salah deh kalau punya ponsel ini. 😀 hihi

Ponsel XpressMusic Tahun 2009

Tahun 2009 :

– Nokia 5220 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel ini merupakan ponsel Low-End garapan Nokia dengan model yang menurut saya unik, mengingatkan saya dengan model 9210 Communicator dimana sisi bodi kiri bawah ponsel ini sedikit panjang dibandingkan sisi kirinya, ponsel ini berbasis Java S40 3rd, sehingga tampilannya memiliki kemiripan dengan 5310 dan sekawanannya, saya kurang tahu daya tarik masyarakat dengan ponsel ini, namun satu yang saya tahu, sepupu saya memiliki ponsel, bahkan saya pun sempat mencoba untuk menggunakan ponsel ini, dan menurut saya tidak ada yang spesial dengan ponsel karena fitur yang dimiliki ponsel ini sudah banyak juga dimiliki oleh ponsel lainnya, yang bikin saya sedikit geli adalah desain ponsel ini yang menurut saya sedikit nyeleneh, namun gimanapun juga itu merupakan seni dalam membuat desain ponsel, bisa jadi ada juga sebagian masyarakat yang menyambut hangat kehadiran desain ponsel ini.

– Nokia 5320 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel yang banyak diminati oleh masyarakat untuk saat ini, ponsel ini merupakan pilihan yang tepat bila ingin mendapatkan ponsel musik dengan kualitas kamera yang lumayan dengan harga sekitar 1 jutaan, menurut saya diantara ponsel seri XpressMusic yang lainnya, seri ini merupakan pilihan yang tepat apalagi bila kita menginginkan ponsel dengan OS Symbian, ponsel ini memiliki fitur yang cukup lengkap, seperti ketersediaan fitur N-GAGE pada ponsel ini dan juga kemampuan ponsel ini untuk berselancar di dunia internet dengan kecepatan HSDPA, namun mungkin posisinya nanti akan sedikit tergeser dengan hadirnya Nokia 5230, namun bagi para pengguna yang setia pada ponsel candybar ramping ‘bertombol’ seri XpresMusic, bisa saja tetap setia pada ponsel ini. 😀 (like the writer)

– Nokia 5330 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel musik dengan desain slide berbasis Java S40 3rd, sama halnya dengan ponsel seri XpressMusic berbasis Java lainnya, hanya saja disini tampilannya terlihat lebih elegan, saya sendiri jarang mendengar tentang ponsel ini, yang saya tahu ponsel ini bersamaan diluncurkan dengan Nokia 5730, namun kok sampai sekarang jarang ya muncul (atau mungkin saya yang kurang tahu), dari sisi fitur ponsel ini memiliki kamera 3.15 MP dan sudah mendukung data paket UMTS, namun sayang belum HSDPA.

– Nokia 5630 (Ponsel kelas Premium)

Untuk yang satu ini, saya rasa ini adalah seri peningkatan dari Nokia 5320, dengan bodi candybar ramping ponsel ini memiliki banyak perombakan pada tampilan UI, pada homescreen ponsel ini sudah memiliki shortcut kontak hingga 20 nama, sama halnya seperti 5730, ponsel ini menggunakan OS S60 3rd FP 2 sehingga membuat tampilan ponsel ini lebih berwarna dibandingkan seri sebelumnya, desain ramping pada ponsel ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan ponsel ramping dan garang. 😀

– Nokia 5730 (Ponsel Hi-End)

Inilah ponsel High End untuk tahun ini, ponsel dengan desain slide samping yang akan menampakkan keyboard qwerty yang tersembunyi di belakang bodi ponsel ini, desain ponsel ini hampir serupa dengan Nokia E75, namun dari bahan penyusun ponsel ini sudah berbeda dengan seri E yang terkesan elegan, kelebihan dari ponsel ini juga terletak pada keyboard qwerty yang akan memudahkan kita untuk mengetik, ponsel ini pun sudah memiliki kamera 3.2 MP (sepertinya resolusi ini sudah merupakan resolusi standar dari Nokia), jaringan data kecepatan tinggi HSDPA pun sudah dimiliki ponsel ini, saat awal perkenalan ponsel ini, saya sempat tertarik untuk membeli ponsel ini, namun karena saya masih trauma dengan masalah kabel fleksibel pada setiap ponsel, jadi saya mengurungkan untuk membeli ponsel ini.

Daftar Ponsel XpressMusic Tahun 2010

Tahun  2010 :

– Nokia 5230 (Ponsel kelas Low-End) saya sempat kaget dengan kehadiran ponsel ini, karena desainnya sama plek dengan Nokia 5800, namin ternyata ini merupakan alternatif lain dari Nokia 5800, lihat saja modelnya, mirip banget ama pendahulunya, sepertinya ini merupakan perpaduan antara Nokia 5530 (Home Screen UI) dan Nokia 5800 (Bodi Ponsel), fitur pada ponsel alternatif ini mungkin bisa dikatakan lebih dari Nokia 5530, lihat saja ponsel ini memiliki data paket kecepatan tinggi HSDPA dan juga A-GPS Receiver dimana Nokia 5530 tak memiliki fitur tersebut, namun disamping itu ternyata fitur Wi-Fi dan Kamera pada ponsel ini disunat, jadi pada ponsel ini kita takkan bisa menemukan fitur Wi-Fi dan juga untuk kamera, kita hanya akan menemukan kamera 2 MP standar, pemangkasan yang perih memang, apalagi bila anda termasuk orang yang menginginkan ponsel bertombol, ponsel ini bukanlah pilihan yang tepat.

– Nokia 5530 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel layar sentuh kedua pada seri XpressMusic, ponsel ini merupakan alternatif dari Nokia 5800, mengingat ponsel ini mengalami pemangkasan yang cukup perih pada fitur ponsel, sebagai contohnya hilangnya fitur HSDPA, lensa Tessar dan juga layarnya yang ikut dipangkas, namun disamping itu, pemangkasan ini tak mengurangi minat masyarakat pada ponsel ini, bahkan dengan pemangkasannya dan penyusunan bodi pensel ini, ponsel ini sangguh memberi kesan lebih mahal dibandingkan dengan Nokia 5800, pada ponsel ini beberapa fitur yang sangat diimpikan sudah hadir, sebagai contohnya home screen widget dan flick scrolling (kinetic scrolling) yang menjadi impian para pengguna Nokia 5800. (termasuk sii penulis) 😀

Nokia X3 (Ponsel kelas Premium)

Nah lohh, seri X? ya benar, sebenarnya seri X ini sama saja dengan seri XpressMusic, hanya saja karena mungkin sudah kelebihan nomer pada seri 5000 maka diciptakanlah keluarga seri X, atau mungkin saja seri X ini merupakan tanda bahwa seri XpressMusic telah setara posisinya dengan N-Series (biasanya N-Series merupakan jajaran ponsel spesial), lihat saja dari minat masyarakat yang tinggi akan seri XpressMusic, sebenarnya saya bingung menempatkan Nokia X3 ini pada posisi Mid-End atau Premium karena fitur pada ponsel ini tak jauh beda dengan Nokia 5530, namun karena ini merupakan Seri X, bisa saja ponsel ini akan dipatok dan diberi kelebihan lebih dibandingkan Nokia 5530, ponsel dengan desain slide ini memiliki kemiripan dengan Nokia 5330 yang diluncurkan bersamaan dengan Nokia 5730, ponsel Nokia X3 ini memiliki kamera 3.2 MP dan sudah berjalan jaringan HSDPA.

– Nokia X6 (Ponsel kelas Hi-End)

Inilah ponsel seri X yang pertama dari Nokia, ponsel ini merupakan suksesor dari Nokia 5800, untuk urusan desain, bodi ponsel ini sedikit mengotak, berbeda dengan Nokia 5800 yang melengkung di setiap sisi bodinya, sebenarnya ponsel Nokia X6 ini tidak jauh berbeda dengan Nokia 5800, hanya saja disini Nokia X6 meningkatkan resolusi kameranya menjadi 5 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, layarnya pun menjadi capacitive solid glass, memorinya tak lagi bisa dikeluarkan alias menjadi memori internal sebesar 32 GB, selebihnya tak jauh beda dengan Nokia 5800, bagi saya pribadi, ponsel ini tak ada bedanya dengan mengganti baju Nokia 5800, walaupun kesannya fitur pada ponsel ini sangat killer, namun ponsel ini tetap saja menggunakan prosesor dengan kecepatan 434 Mhz, jadi tampilan dan kemampuan softwarenya takkan jauh beda dengan Nokia 5800.

Ponsel seri XpressMusic ini atau yang sekarang disebut X-Series ini dapat menjadi lebih sangat killer bila disetiap ponsel Hi-End nya sudah ditanamkan prosesor yang sangat tangguh, bandingkan saja dengan Samsung HD yang bila memainkan game dapat menampilkan layar dengan 35 fps, bandingkan dengan Nokia yang bila memainkan game hanya berada pada 26 fps, bahkan terkadang terkesan patah-patah, ada baiknya bila suatu saat prosesor X-Series Nokia menggunakan prosesor kecepatan 1 GHz seperti ponsel-ponsel canggih sekarang ini, bahkan ponsel flagship nokia N97 sendiri masih memiliki prosesor yang tak jauh beda, semoga saja kedepan Nokia meningkatkan kemampuan prosesornya dan mengembangkan tampilan baru dan lebih segar dibandingkan saat ini, bahkan saat ini walaupun Symbian OS S60 versi 5 merupakan symbian terbaru, tampilannya tak jauh beda dengan sebelumnya, maka dari itu butuh penyegaran dan pembaharuan pada setiap sisi ponsel Nokia.

Demikian info dan pendapat dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. 😀

Ulasan mengenai Nokia 5730 XpressMusic

Nokia 5730

Nokia 5730 XpressMusic merupakan ponsel dengan desain slide samping garapan perusahaan ternama Nokia, ponsel ini memiliki kesamaan desain dengan Nokia E75, walaupun desainnya menyerupai, namun terdapat banyak perbedaan dari ponsel ini, terutama dari bahan penyusun ponsel ini, ini adalah ponsel seri XpressMusic pertama dari Nokia yang menggunakan keyboard qwerty, walaupun ini merupakan ponsel musik, namun ponsel ini juga mendukung game dari N-GAGE, sehingga kita dapat memainkan game-game keren dari pihak ketiga pengembang (contohnya GAMELOFT), apalagi dengan kehadiran keyboard qwerty membuat ponsel ini akan sangat nyaman bila digunakan untuk urusan messaging, untuk pejelasan lebih lanjutnya, monggo mari membacaaa.. 😀


 

Review ponsel kali ini, bukanlah merupakan pengalaman saya dalam menggunakan ponsel ini, saya hanya merangkum dan menyimpulkan segala hal yang saya ketahui tentang ponsel ini dari berbagai sumber, saya akan berusaha menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. :-)


1. Harga saat ini.

Untuk bulan November 2009, ponsel ini dipatok pada harga Rp. 3.299.000, terkadang terdapat perbedaan harga di setiap tempat, namun perbedaan harga tersebut takkan terpaut jauh sekitar Rp. 100.000.

 

2. Kesan awal pada ponsel ini.

Awal-awal pemberitaan akan kemunculan ponsel ini, saya melihat banyak kelebihan yang ditawarkan oleh ponsel ini, apalagi ponsel ini memiliki keyboard qwerty yang pasti akan sangat berguna untuk urusan mengetik, warna yang ditawarkan pada ponsel ini pun terlihat sangat garang, dengan warna merah hitam pada bodi ponsel ini memberikan ciri khas seri musik khas garapan Nokia (Seri XpressMusic).

 

3. Kelebihan.

Kelebihan pada ponsel ini sepertinya sudah menjadi standarisasi pada setiap ponsel baru garapan Nokia, fitur-fitur pada ponsel ini tentu saja sudah menggunakan OS Symbian versi 3 FP 2, tentu saja tampilan homescreen dan beberapa menu pada ponsel ini akan terlihat lebih segar dibandingkan versi sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah fitur yang menjadi kelebihan dari ponsel ini.

  • Layar 2.4″ inci, untuk ponsel candy bar, ukuran layar ini sangat sesuai dengan bodi ponsel, dengan kedalaman 16juta warna dan resolusi QVGA membuat layar ponsel ini terlihat segar dan berwarna.
  • Keyboard qwerty 4 baris dengan susunan khas keyboard qwerty Nokia.
  • Sudah mendukung 3.5G HSDPA.
  • Sudah menggunakan Symbian OS S60 3.2 UI
  • Prosesor 369 MHz ARM11 CPU
  • Port headset sudah menggunakan 3.5 mm, sehingga kita dengan mudah bisa menggunakan headset favorit kita.
  • Dalam paket sudah disediakan microSD dengan ukuran 8GB.
  • Kamera sudah menggunakan resolusi 3.2 MP dengan fitur auto focus, geotagging dan juga video recording pada resolusi VGA 30fps.
  • Memiliki fitur Wi-FI.
  • Memiliki A-GPS receiver.
  • Shortcur tombol musik yang memudahkan kita bila ingin mengganti dan menghentikan musik.
  • Mendukung game dari N-GAGE, dan juga memiliki tombol khusus untuk bermain game N-GAGE.
  • Tampilan foto pada galeri sama seperti galeri milik ponsel N-Series.
  • Nokia Say and Play (kontrol musik menggunakan suara)

4. Kekurangan.

Dibalik desain slide samping ponsel ini, tersirat suatu kekhawatiran dalam benakku dengan kabel fleksibel pada ponsel ini, saya khawatir akan mengalami masalah yang sama dengan ponsel Sony Ericcson W850i ku dulu, walaupun desain slide ponsel ini terkesan kokoh, saya masih saja khawatir, uhuhu abis kalau mau ganti fleksibel harus nyiapin uang lebih lagi, huhu akhirnya gak jadi deh beli ponsel ini, disamping itu keyboard qwerty pada ponsel ini terkesan murahan (apalagi bila dibandingkan dengan E75), terlihat sekali bahwa angka-angka pada keyboard ponsel ini hanya merupakan tempelan saja (huhu jika salah, Alhamdulillah), apalagi bahan ponsel ini juga terbuat dari plastik yang membuat ponsel ini terlihat murahan, huhu..disamping itu juga, kekuatan baterai pada ponsel ini juga sangat rendah, daya tahannya tak cukup lama bila dibandingkan dengan ponsel sekelasnya, yang saya tahu kekurangannya cuma itu saja.. (jika ada masukan monggo)

 

5. Kesimpulan.

Dengan harga di atas 3 jutaan, ponsel ini telah memberikan kita banyak fitur dan kenyamanan dalam menggunakan ponsel slide samping, apalagi bila anda termasuk orang yang sudah ‘terlanjur cinta’ dengan OS Symbian Versi 3 ini, ponsel ini merupakan pilihan yang sangat tepat mengingat ponsel ini memiliki banyak peningkatan fitur pada software, namun bila anda termasuk orang yang menginginkan ponsel musik yang simpel dengan kemampuan layar sentuh, saya rasa ada baiknya bersabar, karena sebentar lagi Nokia akan meluncurkan ponsel Nokia X6, ponsel musik layar sentuh dengan segala kelebihan yang sangat pantas untuk dipertimbangkan, dengan modal 3 juta dan sedikit bersabar (pasti akan nambah lagi itu modal sejalan dengan perputaran waktu, idih bahasaku) maka anda akan mendapatkan ponsel layar sentuh buatan seri X pertama garapan Nokia. 😀 (lihat ulasanku mengenai Nokia X6)

 

Demikianlah review saya mengenai ponsel ini, semua yang saya tulis di atas saya dapatkan dari berbagai sumber, adapun juga yang saya dapatkan sendiri karena saya sering melihat pameran ponsel dengan memegang replika, ataupun beberapa narasumber yang pernah menggunakan ponsel ini.

 

semoga ulasan saya di atas dapat bermanfaat bagi anda, terima kasih telah membaca..

:-D

Ulasan mengenai Nokia 5530 XpressMusic

Nokia 5530

Nokia 5530 XpressMusic merupakan ponsel garapan perusahaan ternama Nokia yang mengusung model layar sentuh dengan OS Symbian versi 5, sama halnya seperti kakaknya (Nokia 5800), untuk mengakses fitur yang berada di ponsel ini kita cukup menyentuh dan sedikit menekan pada layar, maka layar akan merespon dengan menjalankan menu yang telah kita pilih, untuk penjelasan lebih lanjut, mari monggo dibacaa..

 

 

Review ponsel kali ini, bukanlah merupakan pengalaman saya dalam menggunakan ponsel ini, saya hanya merangkum dan menyimpulkan segala hal yang saya ketahui tentang ponsel ini dari berbagai sumber, saya akan berusaha menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. 🙂

 

1. Harga saat ini.

Sejatinya ponsel ini merupakan ponsel alternatif dari Nokia 5800, karena ponsel ini dipatok dengan harga lebih murah dibandingkan saudaranya, untuk bulan november 2009 ini, ponsel ini dipatok dengan harga Rp. 2.499.ooo, harga yang masuk akal mengingat banyaknya pemotongan fitur pada ponsel ini yang bila dibandingkan dengan saudaranya (Nokia 5800), bisa saja harga ponsel ini akan turun lagu sejalan dengan banyaknya ponsel berlayar sentuh dari Nokia yang akan keluar.

 

2. Kesan awal pada ponsel ini.

Kesan awal pasti ada setiap kita melihat sebuah ponsel, ponsel dengan model candybar layar sentuh ini memiliki desain yang terlihat lebih ‘mahal’ dibandingkan saudaranya, bandingkan dengan saudaranya yang menggunakan bahan dasar plastik, selain itu ukuran ponsel ini lebih kecil dan ramping dibandingkan saudaranya, jadi kesan elegan pada ponsel ini akan terlihat dengan bodinya yang ramping dan bahan penyusun bodi ponsel ini.

 

3. Kelebihan.

Untuk kelebihan, sudah terlihat jelas, bodi dan bahan penyusun ponsel ini akan memberikan kesan yang membuatnya terlihat ‘mahal’I, apalagi bodinya yang ramping dan kecil membuat ponsel ini pas di genggaman tangan kita, saat itu saya pernah mencoba memegang replika ponsel ini di toko ponsel, saya merasa ponsel ini lebih pas di genggaman dan tidak terlalu panjang sehingga saat kita ingin mengetik menggunakan virtual keyboarnya kita takkan mendapatkan kesulitan bila ingin menggunakan jari (bukan kuku), disamping bodinya yang ramping, ponsel ini juga memiliki keluaran loudspeaker yang besar dan bertenaga, ada kemiripan dengan Nokia 5800, namun yang saya tahu ponsel memiliki kualitas suara yang sedikit lebih berkualitas dibandingkan Nokia 5800, untuk urusan layar sentuh, walaupun memiliki layar resistive yang sama dengan Nokia 5800, namun pada ponsel ini kita akan menemukan layar yang lebih responsif dibandingkan Nokia 5800, kita cukup menempelkan jari kita sedikit maka ponsel ini akan merespon, disamping itu ponsel ini juga sudah memiliki beberapa peningkatan yaitu adanya kinetic scrolling pada beberapa menu di ponsel ini dan juga telah didukung dengan kemampuan Multi-Touch user interface, saya sendiri belum pernah merasakan multi-touch pada ponsel ini, namun kelihatannya fitur ini sangat berguna untuk ponsel layar sentuh apalagi bila kita ingin memainkan game yang menggunakan virtual gamepad pada game itu sendiri (bukan d-pad dari settingan ponsel), jadi kita takkan kesulitan bila ingin berlari sambil meloncat (pada assassin’s creed), home screen pada ponsel ini juga sudah mengalami peningkatan dibandingkan saudaranya yang terkesan kaku, pada ponsel ini, kita akan menemukan lebih banyak widget di layar utama, seperti widget musik, shortcut kontak hingga 20 nama dan juga susunan baru homescreen (tidak ada lagi icon dialler dan contact), selebihnya tak ada bedanya dengan Nokia 5800.

 

4. Kekurangan.

untuk kekurangan ponsel ini ialah :

  • Tidak support 3G, apalagi 3.5G HSDPA
  • Tidak ada lagi A- GPS Receiver nya.
  • Kalau di bawah sinar matahari layarnya akan susah dilihat.
  • Ukuran default huruf pada ponsel ini masih terlihat kecil, pasti karena layarnya yang kecil.
  • Terkadang ada beberapa aplikasi dari pihak ketiga yang tidak bisa di-install pada ponsel ini.
  • Hasil kameranya tak terlalu bagus, apalagi tanpa adanya lensa Tessar Carl Zeiss.
  • Hasil rekaman videonya tak bagus, masih terdapat beberapa patah-patah.
  • Tidak ada fungsi TV-out pada ponsel ini.

5. Kesimpulan.

Semua kembali pada selera para pengguna, bila kita menginginkan ponsel dengan ukuran mini dan desain yang ramping, maka ponsel ini adalah pilihan yang tepat, apalagi dengan banyaknya peningkatan fitur software pada ponsel ini membuat ponsel ini lebih berwarna ketimbang pendahulunya yang terlihat kaku dengan homescreennya, namun bila anda menginginkan ponsel dengan kecepatan data yang tinggi dan layar yang besar, ponsel ini sepertinya harus menjadi pilihan lain karena Nokia 5800 memiliki fitur lengkap ketimbang Nokia 5530, mengingat ponsel ini adalah ponsel alternatif, maka tak salah jika banyak pemangkasan pada sisi hardware (sampai bodinya pun dipangkas).

 

Demikianlah review saya mengenai ponsel ini, semua yang saya tulis di atas saya dapatkan dari berbagai sumber, adapun juga yang saya dapatkan sendiri karena saya sering melihat pameran ponsel dengan memegang replika, ataupun beberapa narasumber yang pernah menggunakan ponsel ini.

semoga ulasan saya di atas dapat bermanfaat bagi anda, terima kasih telah membaca..

😀

Pengalamanku dengan Nokia 5310 XpressMusic

Nokia 5310

Nokia 5310 XpressMusic merupakan ponsel musik garapan Nokia yang diluncurkan bersamaan dengan Nokia 5610 XpressMusic, kedua ponsel ini sama-sama tak menggunakan OS Symbian, jadi kedua ponsel ini merupakan Seri 40 yang menggunakan basis pemrograman Java (CMIIW), jadii untuk pembahasan lebih lanjut, mari monggo dibaca yaa.. 😀

 

 

PENGALAMANKU saat menggunakan ponsel ini akan aku rangkum dan aku susun sebisaku (walaupun mungkin akan agak berantakan) agar bisa menjadi masukan untuk para pembaca agar dapat mengetahui hal apa saja yang ada di dalam ponsel yang saya bahas.

 

1. Harga saat ini.

Untuk bulan november 2009 ini, yang saya tahu sudah susah mendapatkan ponsel ini dalam keadaan baru, karena ponsel ini sudah dihentikan pembuatannya, paling tinggi harga ponsel ini Rp. 1.199.000, jadi jika ada yang menawarkan jual bekas, tawar-tawar aja sesuai dengan kondisi ponsel dan kelengkapannya, paling tidak jika jual bekas ponsel ini sekitar Rp. 949.000, mungkin jika anda beruntung bisa mendapatkan yang lebih murah lagi, tapi lihat kondisi dan kelengkapan juga dong. 😀

 

2. Kesan pertama.

“hwahh kerenn eii modelnya dan layarnya”, ya itulah kesan saat pertama saya meminjam dan memegang ponsel ini (ihh tukang minjam-minjam ya hihi), ponsel ini memang memiliki layar yang sangat menawan apalagi dengan tema equalizer bar nya yang warna merah hitam, menambah kesan musik dan garang pada ponsel ini, tampilan homescreennya juga lengkap, bodinya yang tipis juga dengan shortcut pada sisi kiri layar membuat ponsel ini tampil sebagai ponsel musik tipis yang manis.

 

3. Kelebihan.

Seperti yang saya sebutkan dari sebelumnya, kelebihan ponsel ini terletak pada layar dan bodinya yang tipis, untuk layar sendiri sebenarnya ponsel ini hanya memiliki layar 2 inci dengan resolusi QVGA kedalaman 16juta warna, saya belum pernah mengukurnya langsung namun saat saya membandingkannya dengan Nokia 5700, saya melihat perbandingan yang mencolok, yaitu layar Nokia 5700 tampak lebih besar, namun dengan ukuran layar 2 inci sudah merupakan ukuran yang sesuai karena membuat ponsel ini tampak pas dengan ukuran bodinya yang mungil dan tipis, dan untuk bodi ponsel ini sendiri saat saya ukur dengan mistar (hwahaha head to head ne ukurnya) memiliki tebal 1 sentimeter, ya karena kebetulan lagi gak ada kerjaan jadi sekalian diukur aja, saat digenggampun ponsel ini pas di tangan, lebih kecil dibandingkan dengan adiknya (Nokia 5320), apalagi dengan kehadiran tombol shortcut di sisi kiri ponsel, membuat kita lebih mudah untuk mengontrol musik yang ingin kita dengarkan, untuk kelebihan lainnya yaitu tampilan pemutar musik yang lebih segar dibandingkan Nokia 5300, dan untuk urusan memotret ponsel ini memiliki kamera dengan resolusi 2 Mega Pixel, hasilnya termasuk bagus di kelasnya, namun rasanya masih lebih bagus Nokia 5320. 😀

 

4. Kekurangan.

Seperti biasa dan sudah merupakan hal wajar pada barang elektronik, yaitu setiap ponsel yang canggih pasti juga memiliki kekurangan, dibalik pemangkasan bodi ponsel menjadi tipis membuat keluaran loudspeaker ponsel ini terdenganr cempreng dan tak bertenaga, saya pribadi masih merasa keluaran suara Nokia 5320 lebih bagus walaupun sama-sama cempreng, kekurangan lainnya pun terletak pada kamera 2 Mega Pixel nya, walaupun hasilnya termasuk bagus, namun shutter speed nya terasa lamban sekali, bagi saya pribadi yang senang memotret dalam keadaan mendadak, takkan bisa mendapatkan hasil yang saya inginkan jika waktu pemrosesan fotonya lamban, hampir serupa dengan Sony Ericsson W850i, namun rasanya masih lebih lamban Nokia 5310, menurut saya cuma dua itu saja kekurangannya. (cuma dua kok) 😀

 

Intinya ponsel ini layak untuk dibeli apalagi bagi anda yang menginginkan ponsel tipis musik dari nokia, apalagi bagi anda yang tak mau repot-repot dengan OS Symbian, namun bila anda memiliki dana lebih dan menginginkan fleksibilitas yang lebih, mending beli Nokia 5320 saja apalagi dengan harga yang tak jauh beda, karena ponsel Nokia 5320 dapat diinstal banyak game dan lebih enak untuk digunakan karena menggunakan OS.

😀

Cukup itu saja yang saya bahas, untuk kesan setelah lama menggunakan saya tidak bisa menulis apa-apa, karena itu bukan ponsel saya, hihi tapi yang saya lihat dari teman saya itu, dia akur-akur saja tuh dengan ponsel Nokia 5310 nya, tak ada masalah, diinstal aplikasi java pun bisa, namun keluhan yang saya dapat yaitu pengaturan untuk aplikasi javanya yaitu Opera Mini tak bisa digunakan, saya sudah berusaha membantunya, namun tak berjalan juga, akhirnya hingga saat terakhir kali saya melihat dia fesbukan masih menggunakan browser bawaan Nokia, huhu jatuhnya mahal dong internetan pakai browser bawaan Nokia, yaa mau bagaimana lagi.. 😀

 

Terima kasih telah membaca, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi anda.

 

 

Pengalamanku dengan Nokia 5800 XpressMusic

My Nokia 5800 XpressMusic

My Nokia 5800 XpressMusic

NOKIA 5800 XpressMusic, siapa yang tidak kenal dengan ponsel legendaris ini, ponsel bersistem operasi Symbian pertama yang menggunakan layar sentuh, dengan bantuan Symbian S60 versi 5, membuat penggunaan ponsel ini cukup menggunakan layar besar yang dimilikinya, sebagai perintis ponsel berlayar sentuh dengan Symbian versi terbaru membuat ponsel ini laku keras baik di pasaran indonesia maupun di luar negeri, bahkan saya dengar dari forum penjualan ini mencapai 8 juta unit, wawww ponsel sejuta unit dong, untuk penjelasan lebih lanjutnya monggo pinara mari diboco nggeh. 😀

 

PENGALAMANKU saat menggunakan ponsel ini akan aku rangkum dan aku susun sebisaku (walaupun mungkin akan agak berantakan) agar bisa menjadi masukan untuk para pembaca agar dapat mengetahui hal apa saja yang ada di dalam ponsel yang saya bahas.

 

1. Harga saat pertama kali dibeli disertai bulan dan tahun.

Alhamdulillah ada rejeki untuk bisa menambah koleksi ponsel, akhirnya saya memutuskan untuk membeli ponsel ini dibandingkan saudaranya Nokia 5530 XpressMusic yang baru saja sudah dirilis saat saya pergi membeli ponsel ini, saya membeli ponsel ini dengan harga Rp. 3.099.000, semua itu sudah termasuk pelindung layar transparan untuk ponsel ini, saya membeli ponsel ini pada tanggal 10 oktober 2009, masih segar dengan warna hitam silver, pertama kali ponsel ini diluncurkan dipatok dengan harga Rp. 4.899.000, harga yang sangat menggila, pertama kali saya mengetahui ponsel ini telah diluncurkan adalah saat saya bersama orangtua dan adik saya berjalan-jalan di Mall Galaxy surabaya di bagian gerai ponsel, itu sekitar tahun 2008, sekitar akhir tahun 2008, ya penurunan yang tergolong normal, mengingat sudah banyak pemotongan aksesoris bonus pada paket penjualan ponsel ini.

 

2. Kesan pertama.

“gila neh hape keren banget!!” ahaha senang banget rasanya punya ponsel ini, ponsel ini sudah saya mimpi-mimpikan sejak pertama kali diinformasikan tentang ponsel ini, sampai saya memposting banyak hal tentang ponsel ini di blog multiply saya, ya kesan yang sangat hangat, layar sentuhnya nyaman untuk digunakan, setiap kita menyentuhnya maka ponsel ini akan meresponnya dengan bergetar lembut, dan untuk perbandingannya, saya juga sudah pernah mencicipi layar sentuh garapan Apple yang menggunakan layar sentuh capasitive, dan menurut saya layar ini lebih nyaman bagi saya karena dapat digunakan dengan segala cara, beda dengan layar iPod Touch yang harus menggunakan jari, kalau gak jari ga akan merespon, susah boss apalagi tanganku sering berminyak karena makan gorengan, pokoknya ponsel ini top markotop deh, ini pendapat saya ya, beda lagi dengan orang awam yang selalu berpatokan “layar iPhone yang paling bagus”, ealah pernah nyoba ta mas/mbak? cobain dulu baru ngemeng, serumit-rumitnya pakai layar sentuh, lebih rumit lagi kalau pakai layar sentuh bersyarat yang hanya bisa pakai sentuhan jari, nah kalau kita pakai sarung tangan ya piye? kalau capek terus pengen handwriting gimana? nahh lohh, susah dongg..tapi ini kan cuma pendapat saya, punya pendapat lain ya monggo. 😀 intinya ponsel ini sangat menawan dengan layar 3,2 inci nya dan kedalaman 16juta warna resolusi 640 x 360 dengan diagonal layar 16:9 membuat layar ini terlihat sangat halus dan mempesona.

 

3. Kelebihan.

Nahh bicara soal kelebihan, ponsel ini memiliki semua kebutuhan yang saya inginkan, mulai dari layar, layar ponsel ini mengadopsi layar sentuh resistive, yang artinya kita dapat melakukan interaksi menggunakan sentuhan jari ataupun stylus dan lain-lainnya (bahkan daguku bisa! haha) yang penting diberikan sedikit tekanan saja pada layar dan voila layar ini akan meresponnya, jadi anda tak akan mendapati masalah bila tangan anda sedang sibuk atau ada sedikit kendala pada tangan anda, hehe, apalagi ketajaman dan ukuran layar ini akan membuat anda terkagum-kagum. untuk urusan memutar musik, tak perlu diragukan lagi, ponsel ini mampu memutar musik hingga 1 hari lebih menggunakan headset dengan kualitas suara yang mengagumkan, apalagi bila anda menggunakan headset stereo garapan Sony Ericsson, wahh menggila suaranya! kayak mendengarkan musik melalui home theatre dengan volume penuh dan menggunakan equalizer matrix! (kebetulan di rumah saya ada home theatre garapan LG yang elegan dengan suara yang mengagumkan), dan juga bila kita ingin mendengarkan musik bersama, anda akan menemukan loudspeaker yang kencang, bertenaga, halus dan enak di dengar (namun menurutku masih satu level dibawah Nokia 5700 XpressMusic),  jadi intinya kemampuan musik ponsel ini tak perlu diragukan lagi. untuk memutar video saya sangat menyarankan mending nonton melalui ponsel ini dibandingkan menontonnya melalui laptop, layar tajamnya dengan diagonal 16:9 membuat suasana semakin nyaman, layarnya yang tajam membuat kita dapat memutar video dengan ukuran VGA (640 x 480), sebagai contohnya saya menonton episode terakhir shaman king yang saya download dari internet hasilnya sangat memuaskan. untuk urusan internetan ponsel ini sudah mendukung data paket dengan kecepatan HSPA/3,5G, dengan ini kita bisa berselancar dengan nyaman di dunia maya. nah untuk urusan kamera dan pengambilan video, tak perlu diragukan lagi hasilnya, sebelum membeli ponsel ini saya sempat ragu juga karena banyak pengguna yang mengatakan hasil kamera ponsel ini mengecawakan walaupun sudah menggunakan lensa Tessa Carl Zeiss, namun menurut saya hasil dari ponsel ini sangat memuaskan, tergantung dari anda apakah anda termasuk orang yang pintar memanfaatkan mode-mode dalam option di menu kamera atau hanya mengandalkan auto saja, karena yang saya dapati memang hasil kamera mode auto ini pada pengambilan dalam ruangan cukup mengecewakan (bahkan lebih bagus Blackberry 8320 Curve), namun setelah saya melakukan eksplorasi terhadap mode-mode yang terdapat pada kamera ponsel ini, saya telah menemukan hasil yang mengagumkan, dengan kamera 3,2 Mpix dan 2 LED membuat hasil foto ponsel ini termasuk memuaskan, apalagi di ponsel ini memiliki kelebihan dengan hadirnya A-GPS receiver (Assisted GPS receiver) sehingga ponsel kita dapat langsung terhubung pada satelit untuk mengetahui posisi kita berada, jadi hasil foto kita dapat menyimpan posisi kita dengan kehadiran fitur ini, jadi kita takkan lupa lagi dimana mengambil foto ini sekaligus dapat menginformasikan dimana kita mengambil foto tersebut. desain candy bar pada ponsel ini pun pas digenggaman, tak menyusahkan, jadi overall saya sangat puass. hehe 😀

Sedang memutar Shaman King Episode Terakhir

Sedang Memutar Shaman King Episode 64, akan lebih bagus jika anda menyaksikannya sendiri. 😉

 

 

 

4. Kekurangan.

Sudah pasti dan dimana-mana, sebagai perintis pasti akan memiliki kelemahan di balik kelebihan yang dimiliki ponsel tersebut, kekurangan yang saya rasakan bagaikan suatu takdir yang pasti akan dialami oleh semua pengguna ponsel ini, takdir tersebut baru saja saya alami sewaktu saya mengambil gambar di atas (lihat foto ponsel saya sedang memainkan video shaman king), begitu malang memang, ketika anda mencabut ponsel anda dari kabel data, maka seketika dan pasti akan terjadi adalah ponsel kita akan melemot, lemot dan leymott, sedikit tak merespon atau bahasa Padangnya ‘MADA’, hal ini mungkin akan membaut anda panik, apalagi bila anda baru pertama kali berurusan dengan ponsel ber-OS symbian (tapi hal seperti ini baru saya temui di ponsel ini, sedangkan ponsel Nokia XpressMusic saya yang lainnya tak seperti ini), namun santai, hal ini dapat anda atasi dengan melakukan hard reset, yang sebelumnya back up dulu data anda, sepertinya hal ini disebabkan oleh crash pada sistem setelah melepas koneksi kabel data (ponsel saya menggunakan FW21), jadi disarankan jangan terlalu sering menggunakan kabel data, dan juga bila setelah menggunakan kabel data, diamkan saja dulu sekitar semenit hingga layar mati, dan gunakan tema dari memori internal sebelum menyambungkan ke kabel data, kekurangan lainnya hanya berupa kekurangan kecil yang terkadang bila ada notifikasi dalam layar keadaan terkunci, kemudian kita menggeser trigger pembuka layar maka anda akan menemui ponsel anda dengan layar yang mati, setelah anda menggeser trigger lagi layar akan nyala namun dalam keadaan terkunci, hal ini bisa diantisipasi dengan cara menekan tombol menu hingga menyala kemudian menggeser trigger, maka voila! beres masalah kecil, selama ini cuma ini kendala yang saya temui, dan bila anda menemui suatu masalah, anda bila bertanya disini, saya akan berusaha membantu anda. 😀

 

5. Kesan setelah lama membeli,

“ga ada ponsel yang sempurna”, ya dimana-mana perintis pasti ada kekurangan, namun kekurangan itu dapat diatasi jika anda termasuk orang yang ingin berusaha untuk mengendalikan kekurangan itu sehingga menjadi hal biasa, apalagi bila anda sudah berpengalaman dengan ponsel symbian, menurut saya masalah di atas hanya senggolan biasa bagi anda. (;-)), kesan paling dalam bagi saya adalah “wahhh kerenn senengnya”, ya dan ini adalah primary phone bagi saya, yang selalu saya bawa-bawa, sedangkan blackberry dan kawan-kawan saya parkir di rumah, pokoknya ponsel ini tetap akan memberikan anda kesan yang mendalam. #xpressmusic lovers# 😀

6. Kenanganku bersama ponsel ini.

masih belum banyak kenangan yang saya lewati, jadi kali ini saya tak bercerita banyak, ponsel ini  yang saya gunakan untuk mengambil foto-foto yang indah, ponsel ini yang saya bawa kemana-mana, ponsel ini yang saya pakai untuk mendengarkan musik bila menggunakan headset, ponsel yang saya pakai sms an, ponsel yang membuat saya sedikit berpaling dari blackberry 8320 curve, ponsel yang membuat saya sengsara saat errornya tiba, tapi pokoknya top markotop dehh.. hehe 😀

 

demikianlah pengalaman saya menggunakan Nokia 5800 XpressMusic, semoga ini bisa menjadi masukan bagi anda, jika ada yang ingin anda sampaikan monggo, saya akan sangat bahagia menerima komentar dari pembaca. 😉

terima kasih banyak.

 

Pengalamanku dengan Sony Ericsson W850i

Sony Ericsson W850i

Sony Ericsson W850i

Sony Ericsson W850i merupakan perintis awal Walkman Versi 2.0 dan juga merupakan ponsel pertama berdesain slide garapan perusahaan ternama Sony Ericsson, ponsel musik dengan desain slide ini menjadi pioner dari pengembangan software pemutar musik andalan dari perusahaan ternama Sony Ericsson, ponsel musik slide ini memiliki desain yang atraktif dan menarik, tampak depannya memberikan kesan garang dan full of music, untuk lebih lanjutnya monggo dibaca. 😉

 

 

PENGALAMANKU saat menggunakan ponsel ini akan aku rangkum dan aku susun sebisaku (walaupun mungkin akan agak berantakan) agar bisa menjadi masukan untuk para pembaca agar dapat mengetahui hal apa saja yang ada di dalam ponsel yang saya bahas.

 

1.  Harga saat pertama kali dibeli disertai bulan dan tahun.

Saat pertama kali diluncurkan, ponsel ini menjadi pembicaraan yang cukup hangat karena memiliki suatu terobosan baru yaitu Walkman versi 2, ponsel ini pertama kali diluncurkan mendekati akhir tahun 2006 (seingat saya), ponsel ini dipatok dengan harga Rp. 3.699.000, waw harga yang mahal untuk saat itu, namun karena saat itu saya belum terlalu melirik ponsel non-OS, saya tidak ada niat untuk membelinya, hingga akhirnya pada tahun 2007, ponsel ini dibeli dengan harga Rp. 1.899.000, waww dalam sekejap udah jatuh jauh! 😀

 

2. Kesan pertama.

“Kerennn, lampu orange itunya lohh mengesankan banget”, itulah yang selalu tersimpan di pikiranku hingga saat ini, itulah pertama kali ponsel sony ericsson yang markir di meja rumahku, saat kita memutar musik maka lampu berwarna orange di bawah layar itu akan berkedip-kedip sesuai irama musik ponsel ini,  apalagi bila kita ingin masuk ke menu walkman, cukup dengan menekan lampu tersebut, dengan ukurannya yang tipis tombol tersebut tak begitu sulit untuk ditekan, cukup atraktif untuk ukuran ponsel musik.

 

3. Kelebihan.

Namanya saja ponsel musik, jelas yang menjadi kelebihan dari ponsel ini adalah pemutar musik andalan yaitu Walkman versi 2, inilah ponsel sony ericsson pertama yang menggunakan walkman versi terbaru, keluaran loudspeakernya sangat keras, dengan tampilan dan wajah baru dari pemutar musik walkman, kita akan menemukan pengalaman baru dalam mendengarkan musik melalui ponsel satu ini. untuk urusan kamera, ponsel ini tak kalah dari ponsel-ponsel lain, bahkan bisa dibilang hasil kamera 2 Mpix nya masih menang dari Nokia 5700 XM dan Nokia 5320 XM milikku, hasil kamera di ponsel ini terlihat lebih berwarna dibandingkan kedua ponsel yang saya sebutkan tadi, ketajaman juga masih terkesan lebih pada ponsel ini. desain slide pada ponsel ini membuatnya tampak elegan dengan dibalut warna hitam gelap yang dipadukan dengan lampu berwarna orange.

 

4. Kekurangan.

Menjadi sebuah perintis dalam suatu terobosan pasti akan sedikit sulit, dibalik software baru yang dimilikinya, pemutar musik walkman versi 2 ini merupakan pemutar musik ‘terburuk’ dari semua seri yang ada (menurut saya), dan masih kalah dengan Sony Ericsson W300i, karena saat saya mendengarkan via headset stereonya, keluaran musiknya tak beraturan, tak berkesan stereo, tak berkesan mono juga, yang membuat telinga saya rada pusing mendengarkannya, saya sudah coba menggunakan headset yang lain, namun hasilnya tetap sama, setelah saya membandingkan dengan SE W850i teman saya, ternyata hasilnya sama, nahh! bravo kan. 😉 , dan juga dibalik suara loudspeaker yang menggelegar, sudah menjadi risiko keluaran ponsel ini akan menjadi cempreng, walaupun masih terdengar sedikit suara bass yang keluar (menggunakan equalizer MegaBass) suaru ponsel ini masih cempreng. pada hasil kamera yang mengagumkan, juga membuat ponsel ini memakan waktu yang sedikit lebih lama dari kedua pesainnya sebelumnya (N5700XM & N5320XM), shutter speed yang masih terasa lemot membuat anda harus menjaga tangan anda stabil selama pengambilan gambar, namun mungkin bagi sebagian orang hal ini takkan berpengaruh, namun bagi saya yang sudah biasa mengambil foto secara ekspres dapat merasakan perbedaan ini. menjadi perintis desain slide pertama pasti akan membutuhkan perjuangan yang berat, dan yang saya temui disini adalah, desain slide pada ponsel ini terasa ringkih, goyah, tak kokoh dan semacamnya, demikian kekurangan yang saya rasakan dari ponsel ini. 😦

 

5. Kesan setelah lama digunakan.

“GAME OVER..”, ya seperti yang saya katakan, ponsel ini sudah GAME OVER = Tewas = Tak dapat hidup, kerusakan yang pertama kali saya temui adalah tidak terkoneksinya antara kabel pengisian baterai dengan port pada ponsel ini, kerusakan kedua adalah layar sering hilang saat saya menggeser bodi ponsel ke atas, untuk membuka keypad, layar kosong ini sepertinya diakibatkan oleh kabel fleksibel yang sudah panas karene digeser melulu, dan yang merupakan kerusakan pertama dan terakhir adalah hilangnya nyawa dari ponsel ini yang ditenggarai oleh kerusakan sebelumnya pada ponsel ini, mati karena layarnya tak nyala kemudian mati karena lupa dimana kabel pengisian baterainya (kebanyakan kabel pengisian baterai jadi gini ne). 😥

 

6. Kenanganku bersama ponsel ini.

Ya sudah lumayan lama saya bersama ponsel ini, bahkan hingga saat inipun, ponsel tak bernyawa ini masih berada di rumah yang sama saat saya mengetik artikel ini, karena tak dapat menyala dan saya sudah berusaha untuk menyalakannya namun gagal, akhirnya ponsel ini dibiarkan tak bernyawa selamanya dan menjadi sejarah sebagai ponsel musik yang gugur dalam karernya (apalagi saya dengar ini merupakan produk gagal), ya namun bagaimanapun ponsel ini juga merupakan ponsel yang pernah mengisi kehidupan saya, ponsel yang bunyi saat pelajaran di kelas berlangsung, ponsel yang saya gunakan saat memotret pemandangan di beberapa lokasi, ponsel yang saya gunakan untuk gila-gilaan bersama teman-teman (:-D hehe), ponsel yang terlihat keren disaat pemadaman listrik terjadi, ponsel yang digunakan untuk bermain game landscape nya,  ponsel yang saya gunakan untuk Mxit an (hehehe) dan juga sebagai ponsel sony ericsson tak ber-OS terakhir yang akan berada dalam hidupku (sedikit kapok rasanya). 😥

 

demikian pengalaman saya dengan Sony Ericsson W850i, semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi pembaca.

terima kasih telah membaca. 😀