XpressMusic Series

XpressMusic merupakan jajaran seri musik garapan perusahaan ternama Nokia, seperti namanya, ponsel ini awalnya memang di-dedikasi-kan sebagai ponsel khusus musik dari Nokia (sepertinya sebagai lawan dari seri Walkman dari SE) sama halnya seperti N-Series, seri XpressMusic juga merupakan keluarga baru dalam jajaran ponsel dari Nokia, di awal kemunculan seri ini hanya memiliki beberapa tipe ponsel saja, namun sejalan dengan perkembangan teknologi, perkembangan dan penambahan tipe ponsel pada seri XpressMusic semakin banyak, dan hingga saat ini, seri ini berhasil berkembang dan memiliki ciri khas khusus dibandingkan ponsel garapan Nokia lainnya.

Awal-awal kemunculan seri musik ini dimulai pada bulan september 2006, yang diawali oleh kemunculan Nokia 5300 XpressMusic bersama saudaranya Nokia 5200 XpressMusic, kemunculan seri musik sangat menarik perhatian para pengguna ponsel, terutama para remaja yang ingin menikmati musik kapan saja, awal peluncuran ponsel ini disertai dengan hadirnya teknologi baru yaitu Bluetooth Versi 2 (A2DP) yang memungkinkan kita mendengarkan musik menggunakan headset stereo bluetooth, seperti iklan promosi ponsel ini yang menunjukkan seorang remaja mendengarkan musik menggunakan headset stereo bluetooth wireless (tanpa kabel). Di bawah ini adalah susunan seri ponsel XpressMusic diurutkan sesuai dengan tanggal dilauncurkannya :

Ponsel XpressMusic tahun 2007

Tahun 2007 :

– Nokia 5200 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel yang satu ini merupakan ponsel musik garapan Nokia yang berbasis java khas Nokia (s40 3rd), ponsel ini merupakan tipe hemat dari Nokia 5300, modelnya serupa dari saudaranya (Nokia 5300), hanya saja disini tak ada lagi shortcut tombol musik dan juga ukuran layar mengalami pemangkasan yang membuat layar ini terlihat mini (ya aslinya memang mini).

– Nokia 5300 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel yang satu ini merupakan perintis asli seri XpressMusic, saat peluncuran ponsel ini di bulan september 2006, ponsel ini berhasil mengambil hati masyarakat dengan fitur yang ditawarkannya, sama halnya dengan saudaranya (Nokia 5200), ponsel masih berbasis Java S40 3rd.

– Nokia 3250 (Ponsel kelas Premium)

Nah untuk yang satu ini sebenarnya merupakan seri 3000 dari Nokia, namun dengan kelebihan yang dimilikinya, ponsel ini dimasukkan dalam jajaran seri XpressMusic setelah mengalami peningkatan fitur, ponsel 3250 XpressMusic ini mengalami pergantian warna bodi, yaitu merah-putih dan putih-abu-abu pada seri barunya (seri XpressMusic).

– Nokia 5700 (Ponsel kelas Hi-End)

Untuk ponsel yang satu ini, jelas dikategorikan Hi-End, pada tahun peluncuran ponsel ini, ponsel ini merupakan ponsel XpressMusic paling lengkap dan kaya akan fitur dari Nokia, ponsel ini juga pernah keluar sebagai pemenang di salah satu rubrik tabloid PULSA untuk kategori ponsel Musik, dan saya pun mengabadikan momen tersebut, menurut saya ponsel ini merupakan ponsel legendaris dari seri XpressMusic, apalagi bodi ponsel ini yang menganut desain twist keypad layaknya Nokia 3250, namun sayang sekali kejayaan ponsel ini menurun sejalan dengan banyaknya masalah pada kabel fleksibel twist nya. (padahal secara pribadi, ini adalah ponsel favorit saya)

Ponsel XpressMusic Tahun 2008

Tahun 2008 :

– Nokia 5130 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel ini tak jauh beda dengan Nokia 5310 yang berbasis Java, hanya saja disini ponsel ini memiliki desain yang sedikit lebih bongsor, fitur pun tak jauh beda dengan saudaranya tersebut.

– Nokia 5310 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan penerus dari Nokia 5300, walaupun memiliki desain yang berbeda dari saudaranya, namun beberapa ciri khas dari saudaranya itu masih terdapat pada ponsel ini, seperti shortcut tombol musik di sisi kiri layar dan juga penempatan warna di sekitar layar, untuk urusan desain ponsel ini memiliki bodi yang ramping.

– Nokia 5610 (Ponsel kelas Premium)

Ponsel dengan desain slide ini sempat membuat saya bingung di awal perkenalannya karena kehadirannya yang disertai dengan kamera 3.2 MP AutoFocus (ponsel pertama pada seri XpressMusic yang memiliki resolusi 3.2 MP AF), padahal seri XpressMusic lebih dikhususkan untuk urusan musik lalu mengapa memiliki kamera resolusi tinggi? ternyata sejalan dengan perkembangan teknologi, standarisasi resolusi kamera untuk setiap ponsel Nokia telah ditingkatkan, jadi tak menutup kemungkinan Seri XpressMusic juga memiliki kualitas kamera yang tinggi, desain ponsel ini terlihat sangat garang dan elegan, awalnya saya ingin membeli ponsel ini, namun setelah mengetahui bahwa ponsel ini berbasis Java S40 3rd, saya mengurungkan niat untuk membeli ponsel ini, apalagi setelah saya melihat milik teman saya sendiri, kualitas audio loud speakernya kurang bertenaga.

– Nokia 5800 (Ponsel kelas Hi-End)

Inilah ponsel legendaris High End seri XpressMusic, ponsel ini merupakan perintis dari segala ponsel dari Nokia, ponsel yang pertama kali menggunakan Symbian OS s60 versi 5 yang mendukung fitur layar sentuh, dengan desain candybarnya membuat ponsel ini pas di genggaman dan enak untuk digunakan, ponsel ini memiliki segala fitur yang dibutuhkan seperti jaringan internet kecepatan tinggi HSDPA, kamera dengan lensa Tessar Carl Zeiss 3.2 MP AF, layar dengan dimensi 3.2″ inci resistive dan juga kemampuan memainkan musik yang mengesankan, hingga saat ini, ponsel ini telah terjual lebih dari 6.8 juta unit di seluruh dunia (nah loh! banyak banget peminatnya). (sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Nokia_5800), pokoknya gak salah deh kalau punya ponsel ini.๐Ÿ˜€ hihi

Ponsel XpressMusic Tahun 2009

Tahun 2009 :

– Nokia 5220 (Ponsel kelas Low-End)

Ponsel ini merupakan ponsel Low-End garapan Nokia dengan model yang menurut saya unik, mengingatkan saya dengan model 9210 Communicator dimana sisi bodi kiri bawah ponsel ini sedikit panjang dibandingkan sisi kirinya, ponsel ini berbasis Java S40 3rd, sehingga tampilannya memiliki kemiripan dengan 5310 dan sekawanannya, saya kurang tahu daya tarik masyarakat dengan ponsel ini, namun satu yang saya tahu, sepupu saya memiliki ponsel, bahkan saya pun sempat mencoba untuk menggunakan ponsel ini, dan menurut saya tidak ada yang spesial dengan ponsel karena fitur yang dimiliki ponsel ini sudah banyak juga dimiliki oleh ponsel lainnya, yang bikin saya sedikit geli adalah desain ponsel ini yang menurut saya sedikit nyeleneh, namun gimanapun juga itu merupakan seni dalam membuat desain ponsel, bisa jadi ada juga sebagian masyarakat yang menyambut hangat kehadiran desain ponsel ini.

– Nokia 5320 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel yang banyak diminati oleh masyarakat untuk saat ini, ponsel ini merupakan pilihan yang tepat bila ingin mendapatkan ponsel musik dengan kualitas kamera yang lumayan dengan harga sekitar 1 jutaan, menurut saya diantara ponsel seri XpressMusic yang lainnya, seri ini merupakan pilihan yang tepat apalagi bila kita menginginkan ponsel dengan OS Symbian, ponsel ini memiliki fitur yang cukup lengkap, seperti ketersediaan fitur N-GAGE pada ponsel ini dan juga kemampuan ponsel ini untuk berselancar di dunia internet dengan kecepatan HSDPA, namun mungkin posisinya nanti akan sedikit tergeser dengan hadirnya Nokia 5230, namun bagi para pengguna yang setia pada ponsel candybar ramping ‘bertombol’ seri XpresMusic, bisa saja tetap setia pada ponsel ini.๐Ÿ˜€ (like the writer)

– Nokia 5330 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel musik dengan desain slide berbasis Java S40 3rd, sama halnya dengan ponsel seri XpressMusic berbasis Java lainnya, hanya saja disini tampilannya terlihat lebih elegan, saya sendiri jarang mendengar tentang ponsel ini, yang saya tahu ponsel ini bersamaan diluncurkan dengan Nokia 5730, namun kok sampai sekarang jarang ya muncul (atau mungkin saya yang kurang tahu), dari sisi fitur ponsel ini memiliki kamera 3.15 MP dan sudah mendukung data paket UMTS, namun sayang belum HSDPA.

– Nokia 5630 (Ponsel kelas Premium)

Untuk yang satu ini, saya rasa ini adalah seri peningkatan dari Nokia 5320, dengan bodi candybar ramping ponsel ini memiliki banyak perombakan pada tampilan UI, pada homescreen ponsel ini sudah memiliki shortcut kontak hingga 20 nama, sama halnya seperti 5730, ponsel ini menggunakan OS S60 3rd FP 2 sehingga membuat tampilan ponsel ini lebih berwarna dibandingkan seri sebelumnya, desain ramping pada ponsel ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan ponsel ramping dan garang.๐Ÿ˜€

– Nokia 5730 (Ponsel Hi-End)

Inilah ponsel High End untuk tahun ini, ponsel dengan desain slide samping yang akan menampakkan keyboard qwerty yang tersembunyi di belakang bodi ponsel ini, desain ponsel ini hampir serupa dengan Nokia E75, namun dari bahan penyusun ponsel ini sudah berbeda dengan seri E yang terkesan elegan, kelebihan dari ponsel ini juga terletak pada keyboard qwerty yang akan memudahkan kita untuk mengetik, ponsel ini pun sudah memiliki kamera 3.2 MP (sepertinya resolusi ini sudah merupakan resolusi standar dari Nokia), jaringan data kecepatan tinggi HSDPA pun sudah dimiliki ponsel ini, saat awal perkenalan ponsel ini, saya sempat tertarik untuk membeli ponsel ini, namun karena saya masih trauma dengan masalah kabel fleksibel pada setiap ponsel, jadi saya mengurungkan untuk membeli ponsel ini.

Daftar Ponsel XpressMusic Tahun 2010

Tahun 2010 :

– Nokia 5230 (Ponsel kelas Low-End) saya sempat kaget dengan kehadiran ponsel ini, karena desainnya sama plek dengan Nokia 5800, namin ternyata ini merupakan alternatif lain dari Nokia 5800, lihat saja modelnya, mirip banget ama pendahulunya, sepertinya ini merupakan perpaduan antara Nokia 5530 (Home Screen UI) dan Nokia 5800 (Bodi Ponsel), fitur pada ponsel alternatif ini mungkin bisa dikatakan lebih dari Nokia 5530, lihat saja ponsel ini memiliki data paket kecepatan tinggi HSDPA dan juga A-GPS Receiver dimana Nokia 5530 tak memiliki fitur tersebut, namun disamping itu ternyata fitur Wi-Fi dan Kamera pada ponsel ini disunat, jadi pada ponsel ini kita takkan bisa menemukan fitur Wi-Fi dan juga untuk kamera, kita hanya akan menemukan kamera 2 MP standar, pemangkasan yang perih memang, apalagi bila anda termasuk orang yang menginginkan ponsel bertombol, ponsel ini bukanlah pilihan yang tepat.

– Nokia 5530 (Ponsel kelas Mid-End)

Ponsel ini merupakan ponsel layar sentuh kedua pada seri XpressMusic, ponsel ini merupakan alternatif dari Nokia 5800, mengingat ponsel ini mengalami pemangkasan yang cukup perih pada fitur ponsel, sebagai contohnya hilangnya fitur HSDPA, lensa Tessar dan juga layarnya yang ikut dipangkas, namun disamping itu, pemangkasan ini tak mengurangi minat masyarakat pada ponsel ini, bahkan dengan pemangkasannya dan penyusunan bodi pensel ini, ponsel ini sangguh memberi kesan lebih mahal dibandingkan dengan Nokia 5800, pada ponsel ini beberapa fitur yang sangat diimpikan sudah hadir, sebagai contohnya home screen widget dan flick scrolling (kinetic scrolling) yang menjadi impian para pengguna Nokia 5800. (termasuk sii penulis)๐Ÿ˜€

Nokia X3 (Ponsel kelas Premium)

Nah lohh, seri X? ya benar, sebenarnya seri X ini sama saja dengan seri XpressMusic, hanya saja karena mungkin sudah kelebihan nomer pada seri 5000 maka diciptakanlah keluarga seri X, atau mungkin saja seri X ini merupakan tanda bahwa seri XpressMusic telah setara posisinya dengan N-Series (biasanya N-Series merupakan jajaran ponsel spesial), lihat saja dari minat masyarakat yang tinggi akan seri XpressMusic, sebenarnya saya bingung menempatkan Nokia X3 ini pada posisi Mid-End atau Premium karena fitur pada ponsel ini tak jauh beda dengan Nokia 5530, namun karena ini merupakan Seri X, bisa saja ponsel ini akan dipatok dan diberi kelebihan lebih dibandingkan Nokia 5530, ponsel dengan desain slide ini memiliki kemiripan dengan Nokia 5330 yang diluncurkan bersamaan dengan Nokia 5730, ponsel Nokia X3 ini memiliki kamera 3.2 MP dan sudah berjalan jaringan HSDPA.

– Nokia X6 (Ponsel kelas Hi-End)

Inilah ponsel seri X yang pertama dari Nokia, ponsel ini merupakan suksesor dari Nokia 5800, untuk urusan desain, bodi ponsel ini sedikit mengotak, berbeda dengan Nokia 5800 yang melengkung di setiap sisi bodinya, sebenarnya ponsel Nokia X6 ini tidak jauh berbeda dengan Nokia 5800, hanya saja disini Nokia X6 meningkatkan resolusi kameranya menjadi 5 MP AF dengan lensa Tessar Carl Zeiss, layarnya pun menjadi capacitive solid glass, memorinya tak lagi bisa dikeluarkan alias menjadi memori internal sebesar 32 GB, selebihnya tak jauh beda dengan Nokia 5800, bagi saya pribadi, ponsel ini tak ada bedanya dengan mengganti baju Nokia 5800, walaupun kesannya fitur pada ponsel ini sangat killer, namun ponsel ini tetap saja menggunakan prosesor dengan kecepatan 434 Mhz, jadi tampilan dan kemampuan softwarenya takkan jauh beda dengan Nokia 5800.

Ponsel seri XpressMusic ini atau yang sekarang disebut X-Series ini dapat menjadi lebih sangat killer bila disetiap ponsel Hi-End nya sudah ditanamkan prosesor yang sangat tangguh, bandingkan saja dengan Samsung HD yang bila memainkan game dapat menampilkan layar dengan 35 fps, bandingkan dengan Nokia yang bila memainkan game hanya berada pada 26 fps, bahkan terkadang terkesan patah-patah, ada baiknya bila suatu saat prosesor X-Series Nokia menggunakan prosesor kecepatan 1 GHz seperti ponsel-ponsel canggih sekarang ini, bahkan ponsel flagship nokia N97 sendiri masih memiliki prosesor yang tak jauh beda, semoga saja kedepan Nokia meningkatkan kemampuan prosesornya dan mengembangkan tampilan baru dan lebih segar dibandingkan saat ini, bahkan saat ini walaupun Symbian OS S60 versi 5 merupakan symbian terbaru, tampilannya tak jauh beda dengan sebelumnya, maka dari itu butuh penyegaran dan pembaharuan pada setiap sisi ponsel Nokia.

Demikian info dan pendapat dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. ๐Ÿ˜€

3 responses to “XpressMusic Series

    • hehe menyusul gann, ane lagi full sibuk banget minggu ne, ne aj bru plg dr kampus..
      tp ane usahain slesaiin nokia 5630 xm dahulu gann, abis ane jg tertarik am hape ne, hehe..
      x)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s