Ulasan saya dengan Nokia X6 16GB

Ulasan saya dengan Nokia X6 16GB

Nokia X6 16GB: peningkatan dan sesuatu yang konstan..

Nokia X6 16GB

Nokia X6 16GB, ponsel dengan desain candybar touchscreen garapan vendor ternama Nokia ini merupakan suksesor dari Nokia 5800 XpressMusic yang sebelumnya telah masuk ke pasar ponsel sejak tahun 2008 lalu, dengan membawa layar jenis kapasitif yang lebih responsif akan sentuhan jari, Nokia X6 tampil lebih canggih dari sisi layar ketimbang pendahulunya, namun yang saya rasakan, kehadiran Nokia X6 ini tak seheboh seperti kehadiran Nokia 5800 XpressMusic  beberapa tahun lalu, padahal saya rasa kehadiran Nokia X6 ini patut menjadi hal yang menggemparkan mengingat seri suksesornya kali ini membawa beragam fitur yang lebih maju, hhmm..entah apa penyebabnya, namun daripada mikirin itu lama-lama, mending mari kita membaca ulasan saya tentang suksesor Nokia 5800 XpressMusic, hehe..

Layar Kapasitif?pasti sudah tidak asing lagi para pembaca dengan layar jenis ini, layar yang pertama kali diperkenalkan oleh iPhone seri pertama ini telah menjadi tren layar sentuh saat ini, namun walaupun telah banyak yang menggunakan kapasitif, bukan berarti akan sama rasanya dengan layar iPhone/iPod Touch, hhmm..awalnya saya merasa kalau layar Nokia X6 akan sama rasanya dengan layar milik iPhone, namunn..hhmm..lebih baik mari kita baca di bawah sini saja, hehe.. (jurus mengulur-ngulur level 1, hehe)

Kali ini saya akan berusaha lebih baik lagi dalam menulis dan menyusun setiap tulisan saya agar lebih mudah dipahami oleh setiap pembaca, mengingat ini sudah hampir 1 tahun sejak pertama kali blog ini saya ciptakan, jadi harus ada peningkatan di sisi ini..

1.Harga

Nokia X6 16GB untuk bulan agustus 2010 di sekitar bandung dipatok dengan harga Rp. 3.400.000, untuk kota lain pun tak jauh perbedaan harganya, bisa jadi lebih murah ataupun lebih mahal, dengan garansi asli milik Nokia, saya rasa harga segini masih tergolong wajar, mengingat beberapa fitur disini mengalami peningkatan, namun untuk lebih nyamannya lagi bila ingin membeli, ada baiknya menunggu hingga angkanya mendekati 3 juta pas, hehe..namun saya belum bisa memprediksikan kapan harga ponsel ini akan turun, mengingat penerus ponsel ini belum ada dan Nokia belum ada mengeluarkan seri di atas ponsel ini..

2. Kesan awal

Setelah hampir setahun saya melihat Nokia 5800 xpressmusic saya, lalu melihat desian Nokia X6 yang berwarna hitam gelap, namun saya merasa lekukan tajam pada setiap sisi Nokia X6 membuatnya terlihat kurang manis, namun disamping itu, dengan kehadiran layar kapasitif dengan solid glass di permukaan layar Nokia X6 membuatnya terlihat mahal dan tak murahan seperti Nokia 5800 Xpressmusic, dengan hadirnya layar solid glass itu pun membuatnya terlihat seperti coklat batangan atau remot home theatre, hehe..disamping itu, saya tak merasakan adanya sesuatu yang “wah” saat melihat ponsel ini pertama kali secara langsung, jadi dari lubuk hati saya tersendiri jika ingin menyampaikan kesan awal adalah “hhmm ternyataa, yaa bagus-bagus aja..”

3. Desain

Desain Nokia X6

Dengan desain candybar layar sentuh, Nokia X6 kali ini memiliki dimensi yang lebih tipis sedikit ketimbang Nokia 5800 Xpressmusic, saat saya mencoba membandingkan ukuran kedua ponsel tersebut, saya mendapati Nokia 5800 masih lebih tebal dibandingkan Nokia X6 yang masih menggunakan case, itu dalam keadaan Nokia 5800 tanpa case apapun masih lebih tebal ketimbang Nokia X6 pakai case, hhmm..

Selain ukuran yang lebih tipis, Nokia X6 tetap hadir dengan layar berukuran 3.2” inci dengan rasio 16:9 andalannya, sama halnya dengan ponsel layar sentuh symbian versi 5 Nokia lainnya. Di sisi kiri ponsel tak terlihat lagi slot memori yang dapat kita buka, jadi hanya ada slot sim card di bagian sebelah kiri layar. Shutter kamera Nokia X6 lebih imut dibandingkan Nokia 5800 XpressMusic, namun dari segi kenyamanan saya rasa sama saja dengan pendahulunya.

Bagian depan ponsel ini, kita akan disuguhi dengan 3 tombol penting ala Nokia yaitu Call, menu dan Call end, 3 tombol tersebut tak pernah absen dari setiap ponsel symbian versi 5 Nokia, namun kali ini kita akan menemukan tombol yang menurut saya lebih nyaman ketimbang milik pendahulunya (Nokia 5800xm), walaupun tak ada batasan antar ketiga tombol tersebut, namun karena ketiga tombol tersebut memiliki ukuran yang besar dan lebar, dapat memudahkan kita untuk menekan tombol tersebut, menekannya pun tak begitu keras..

4. Input messaging

metode pengetikan qwerty Nokia X6

Karena ponsel ini juga menggunkan Symbian versi 5 layaknya Nokia 5530/5800/5230 dan semacamnya, maka metode pengetikannya pun tak ada bedanya denga ponsel Nokia layar sentuh lainnya. Kita dapat berpindah dari modus kepyad alphanumeric menuju full screen qwerty dengan mengganti posisi ponsel menjadi landscape tanpa adanya efek animasi, saya rasa perpindahannya sudah tergolong cepat dibandingkan Nokia 5800 saya.

Saat saya mencoba mengetik menggunakan ponsel ini dengan modus keypad qwerty virtual, saya merasa adanya peningkatan dari segi kenyamanan penulisan, tentu saja peningkatan tersebut disebabkan oleh hadirnya layar jenis kapasitif yang membuat aksi mengetik kita menjadi lebih nyaman karena tak menghabiskan banyak energi untuk menekan layar seperti di Nokia 5800 Xpressmusic, namun sayangnya, walaupun ponsel ini telah mengusung layar kapasitif, namun fitur multi-touch sendiri masih belum saya rasakan disini, jadi penggunaannya masih single touch, sungguh sangat disayangkan Nokia tidak menyertakan pembaruan tersebut berupa fitur multi-touch.. L

5. Tampilan Layar

Saat layar dalam keadaan terkunci, satu-satunya cara untuk membuka kunci layar adalah dengan menggeser switch yang ada di sisi kanan ponsel, jadi tak ada fitur swipe to unlock seperti Nokia C6 disini, masih menggunakan cara manual, hal ini sangat disayangkan mengingat dimana Nokia tidak menyertakan update FW yang memiliki fitur terbaru tersebut. Saat layar telah terbuka, kita akan menemukan tampilan home screen yang pastinya sudah sangat sangat tidak asing lagi, dengan tema home screen contacts bar yang sering (selalu) kita lihat dari jaman Nokia 5530 Xpressmusic dulu. Untuk tampilan antar menu pun tak ada perbedaan dengan Nokia Symbian v5 lainnya, tampilan grid ala Nokia dan icon aplikasi khas Nokia masih tetap ada di ponsel ini.. (yg udah pake Nokia 5800 dan semacamnya, pasti udah sangat gak asing dengan tampilan ponsel ini)

6. Fitur-fitur.

a. Pemutar Musik

Sebagai ponsel yang menyandang seri X terbaru (seri X juga merupakan seri lanjutan dari XpressMusic), tentu saja fitur musik adalah hal yang paling diutamakan dari ponsel ini, dengan membeli ponsel ini kita memiliki akses tak terbatas untuk mendownload lagu dari server musik Nokia, salah satu keunggulan dari seri Nokia X6 ini, selain akses ke portal musik secara gratis, kita juga akan disuguhi dengan pemutar musik yang handal ala Nokia, namun jujur-jujuran saja, saat saya membandingkan speaker Nokia X6 dengan Nokia 5800 Xpressmusic saya, suara Nokia 5800 xpressmusic saya masih mendominasi, dalam kata lain keluaran suara X6 masih kalah bertenaga ketimbang Nokia tube, padahal dengan ukuran lobang speaker yang lebih lebar dari pendahulunya, Nokia X6 mengeluarkan suara ponsel yang kurang bertenaga dan dari pendahulunya dan juga kurang seimbang suara yang keluar, jadi terdengan treble terlalu tinggi, menyebar ke segala arah namun tak seimbang, padahal kedua ponsel tersebut telah saya setting dengan equalizer dan volume yang sama, lumayan mengecewakan memang, tapi untung saja, disamping itu Nokia telah menyediakan headset tipe baru berjenis earplug , headset yang juga memilki tombol pintas musik yang lebih nyaman dan mudah digunakan.

headset bawaan Nokia X6 16GB

untuk keluaran suara headset ini sendiri tergolong halus, bassnya terasa nendang di telinga, begitu empuk saat keluar, namun walaupun suara bass sudah empuk keluar, saya masih saja merasa keluaran headset ini kurang seimbang, masih terasa datar walaupun bassnya nendang..😦

b. Video Player

pemutar video di ponsel ini sama halnya dengan Nokia 5800 Xpressmusic, gak ada peningkatan dimana tetap belum bisa memutar file divx dan semacamnya, masih sebatas mp4, flv, 3gp dan sekeluarga, hehe..kualitas pemutar videonya pun tergolong halus dan nyaman ditonton di layar rasio 16:9 ini..🙂

c. Kamera

nahh, ini salah satu fitur yang mengalami peningkatan dari pendahulunya, Nokia X6 dibekali dengan kamera 5Mpix AF dengan lensa Carl Zeiss Tessar andalan Nokia, meningkatnya resolusi pada ponsel ini juga membawa hasil yang lumayan meningkat dari sebelumnya, yaitu lebih terang dan lebih sedikit blurnya, itu saya bandingkan dengan Nokia 5800 hybrid saya yang telah menggunakan fw c6, viewfinder kedua ponsel berbeda jauh, dimana layar Nokia 5800 saya lebih banyak blurnya sedangkan Nokia X6 lebih sedikit blurnya dan lebih terang..

hasil kamera Nokia X6

di atas adalah contoh hasil kamera Nokia X6, menggunakan modus macro tanpa flash, sebenarnya kurang lebih sama lah dengan Nokia 5800 (bila masih menggunakan fw 5800 asli), apalagi terkadang hasil Nokia X6 terlihat over brightness dan warna putih mendominan pada layar, kalau kita perhatikan secara lebih seksama, mirip dengan viewfinder Nokia 5230 bila kita melakukan pengambilan di daerah yang memiki sumber cahaya yang cukup..🙂

d. Layar Kapasitif

hadirnya layar kapasitif juga menjadi nilai plus bagi seri suksesor ini, mengingat pendahulunya hanya dibekali layar resistif, kali ini Nokia terlihat lebih serius untuk meningkatkan kualitas layar ponsel Nokia X6. dengan hadirnya layar yang lebih responsif ini memudahkan kita untuk melakukan pengetikan dan aksi navigasi di layar, hanya dengan sentuhan jari makan ponsel akan merespon. namun sangat disayangkan sekali, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, UI Nokia sendiri masih belum mendukung fitur multi-touch, sangat disayangkan mengingat ponsel ini sudah menggunakan layar tipe kapasitif yang memungkinkan adanya fitur multi-touch tersebut..😦

e. Gaming

untuk bermain game sendiri, dengan prosesor yang sama dengan pendahulunya, saya merasakan bermain game disini patah-patah, dan tak jauh beda dengan pendahulunya, bermain game di ponsel ini ya apa adanya yang bisa kita dapatkan, bukan berarti saya menjelek-jelekkan, namun ya mau diapain lagi, sudah seperti itu adanyaa.. (kabur ahh, hehe)

f. Memori 16 GB

Nahh, inilah salah satu peningkatan yang tergolong penting bagi ponsel musik, sekarang itu memori 1 GB sudah tidak ada apa-apanya lagi, bahkan saya sendiri pun yang membawa memori 8 GB merasa kekurangan, jadi dengan hadirnya memori 16 GB ini sendiri membuat ponsel ini mampu menampung ribuan lagu, dan ternyata, memori internal ponsle ini juga ada loh, sekitar 230 MBan, dan memori internal harddisc mini bertindak layaknya memori eksternal, jadi terpisah dengan memori internal ponsel ini sendiri..

tapi ya seperti itulah, bila kita menggunakna ponsel tanpa memori yang dapat kita keluarkan, kita tidak dapat mengeluarkan dan mengganti memori, terlebih bila kita ingin menambahnya, namun  walaupun begitu, saya rasa memori 16 GB sudah cukup untuk urusan multimedia dan semacamnya..🙂

dan sedikit informasi, karena Nokia X6 ini ada beberapa macam tergantung kapasitas memorinya, Nokia X6 32GB sendiri tidak masuk ke pasaran Indonesia, dan untuk 8GB pun belum tahu kabarnya baru masuk Indonesia..

7. Daya Tahan

daya tahan baterai ponsel ini dalam sekali pengisian baterai dapat tahan sekitar 2 hari dengan pemakaian normal, tak jauh beda dengan pendahulunya, dan itu pun akan berkurang sejalan dengan penggunaan kita yang menumpuk, bisa saja ponsel ini hanya tahan selama 1 hari sekali charging..🙂

8. Kesimpulan



dengan harga yang masih ebrada di atas kepala 3, saya rasa ponsel ini sudah tergolong bagus dan masuk akal dengan harganya, mengingat ponsel ini juga seri suksesor dari Nokia 5800 xm, namun dengan sedikitnya fitur yang di-upgrade saya rasa membeli ponsel ini bisa dikatakan ‘datar’, dengan prosesor yang masih sama dan tampilan yang masih sama, saya rasa bukan hal yang baru bila kita menjadikan Nokia 5800 kita sebagai tumbal untuk mendapatkan ponsel ini, namun bila memang kita sudah nempel dengan Nokia 5800 dan menginginkan tampilan yang sama, saya rasa Nokia X6 merupakan pilihan tepat untuk kita, ditambah lagi hadirnya layar kapasitif, saya rasa itu dapat dijadikan nilai plus..🙂

demikian ulasan saya kali ini, tulisan saya di atas adalah 100% milik saya beserta foto-fotonya, ponsel Nokia X6 16GB di atas adalah milik kakak sepupu saya, bukan milik saya pribadi, hehe.. x)

14 responses to “Ulasan saya dengan Nokia X6 16GB

  1. Lha,emang dari 5800,5230,5530,5233,X6,,C6,N97,dsb,sama semua gan,sama2 S60V5,proc sama,Ram sama,interface sama,cuma home screen nya aja beda2,liat ntar aja pas N8 with Symbian ^3 launching pasti bakal jadi lawan Android,IOS4,no offence lho gan,he3.

  2. dear…gw make x6 16gb juga…cuma ada yang gak plong dihati….itu soal setting cameranya….disitu ada settingan auto rotate control…cm yang jadi masalah auto rotate disitu fungsinya untuk apa…..soalnya pas posisi horizontal……trus dirotate ke vertikal menu di kamera pas posisi stand by gak ikut rotate alias tetep kayak tampilan menu di posisi horizontal…jadi kalo mw jepret pas posisi vertikal harus menekan tombol disamping…gak kayak pas vertikal tinggal pencet icon camera dilayar….gimana dengan x6 sodara…apakah auto rotatenya bwt menu berfungsi ketika tampilan kamera stand by dirotate dari posisi horizontal ke vertikal..??? soalna x6 saya nggak…..trus tanya ke ncc dia bilang fungsi working pas liat foto di galery padahalkan rotate foto di galery sama kayak rotate menu…..gimana dunk…..plis pencerahannya…..

    • Hhmm, yg sya tw tu sbnrx fungsi autorotate images, bkn autorotate menu, jdi pas qta aktifin fitur autorotate images, tampilan menu mmng ttp akan landscape baik dlm posisi portrait atopun landscape, n ttp bsa pke ikon kamera atopun shutter utk mngambil foto. Jd fungsi autorotate tu nntix akan mnyesuaikan posisi foto sesuai dgn posisi swaktu qta mngambil foto tsebut, n hasilx akn brbeda dsaat qta mnonaktifkan fitur tsebut, dmn smw hasil foto qta brada dlm posisi landscape wlopun saat pngambilan qta mnggunakan posisi portrait..
      Dmikian yg sya tw, smga dpat mmbantu..🙂

      • wah…sayang sekali….andai aja itu menu juga bs ikut rotate…..pasti siip bgt….kerasa aja waghu gt…..posisi portrait tapi menu landscape…rada belibet jari.. …..masi pake x6 ato uda ganti gan..?? :p

      • hehe iyaa gann, andai sja bsa autorotate kyak iphone gtu, iconx ikut muter, hehe..
        ne masih pake 5800 gan, ane msih nunggu dlu hape yg bener2 lebih sakti dari ne baru mau ganti, hehe..😛
        x6 ente sakti jg tu gan, tpi masih mahall..
        :malu:
        hehe

    • ahahaha……bro…bro….saya seh bersyukur2 aja tuch…..menyayangkan fitur bukan brarti ane menyesal tuh…..wah…anda ini miss persepsi tentang saya….hmm…..

      • hehe, mmng byk gan isi symbian 5th yg blm dmaksimalkan tampilanx ama nokia, mmng sangat disayangkan mengingat nokia telah lama menggunakan os symbian namun pningkatan tampilan softwarex tidak maksimal, klo sya sndri jg sring mkir gtu, tampilan 5700 ama 5800 sya ga jauh beda pda menu dll, klopun mmng mw mnjaga ciri khas symbian nokia, pling tdk kan bsa mnghias apa yg uda ada biar lbih atraktif lg..😀

  3. saya punya nokia x6 16gb
    punya masalah bro, gini ceritanya awalnya ku pake internet sih lancar2 aja terutama kalo pake opera mobile 10.
    namun setelah kupake 3 hari internetan hpnya jadi susah buat internet
    padahal setting gprsnya dah otomatis masih kagak bisa bro ???
    belum sempat ku bawa ke center nokia, coba mengatasi sendiri dulu
    soalnya tempatku jauh dengan nokia center repot bener
    gimana ya solusinya yang ku pake kartu axis.

    pusingg kalo ga ngenet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s