MacBook?hhmm gimana ya rasanyaa.. :-S

Hayooo apakah sudah ada yang pernah mencoba menggunakan MacBook?hehe mungkin bagi orang yang sudah punya sudah bisa menjawab pertanyaan tersebut, tapi bagimana bila tidak punya?layaknya saya sendiri, saya dari dulu pengennnn banget punya MacBook, tapi gak pernah kesampaian, abisnya mahal..hadeee

“kemarin pun ada sale di TP tapi tetep mahall..” :-S

Nahh, disini saya punya sedikit berita yang saya copas dari blog sahabat ane, mau tahuu??yukk monggoo..

Tulisan ini saya copas dari blog johnterro..

20 Penelusuran di dalam MacBook-ku

Tercatat 29 Desember 2009 kemarin secara tak sengaja aku dibelikan MacBook oleh orang tuaku tercinta. Hehehe … Memang hal itu ku katakan tak sengaja dikarenakan, tak ada rencana sebelumnya. Saat jam 9 pagi 29 Desember 2009 aku ditelepon oleh ibuku, disuruh cepat pulang. Awalnya aku bertanya-tanya ada apa. Namun, saat itu aku masih belum bisa pulang karena ada acara di kampus. Aku sampai di rumah jam 4 sore. Ketika itu aku langsung sholat Ashar dan cepat-cepat ke Hi-Tech Mall, Surabaya. Terus … ya akhirnya aku jadi beli MacBook. Spec-nya? Ehehehe … aku males nyebutinnya.

nodesc

Sesampainya di rumah, aku mengotak-atik MacBook baruku itu. Dan aku temukan 20 hal dari penulusuranku tersebut. Ini list-nya:

  • Aku menikmati Dock di MacBook … halus dan elegan.
  • Harus adaptasi dengan keyboard MacBook yang agak beda dengan keyboard biasanya, apalagi dengan tombol yang aneh.
  • Aplikasi utilitinya hanya berupa satu file, ga kayak Windows yang file-nya tersebar dalam beberapa folder.
  • Instalasi software di MacBook tergolong mudah kalau dibanding dengan di Ubuntu.
  • Cari software-software pendukungnya mudah di internet.
  • Ga perlu pake driver jika mau ngonekin alat-alat tambahan (ex: printer).
  • TextEdit (text editor di Mac) sudah komaptibel dengan beberapa format text di Windows dan Ubuntu (ex: .doc, .odt, .rtf, dll).
  • Toolbar setiap aplikasi selalu berada di atas dan terintegrasi dengan panel (sebutan di Ubuntu) atau Taskbar (sebutan di Windows).
  • Icon file dan folder bisa diganti, ga kayak di Windows yang hanya icon foldernya saja yang dapat diganti. Namun, sayang hingga saat ini aku belum menemukan format icon buat Mac yang bagus. Semuanya terganjal ketika icon itu berupa file dengan alpha channel (punya bagian transparan). Ga kayak di Ubuntu yang semua file gambar bisa dibuat icon walaupun punya alpha channel, dan transparansinya tetap dapat dinikmati.
  • Mac punya fasilitas preview yang bisa langsung memutar .mp3 ataupun beberapa file multimedia lainnya yang support tanpa memutarnya lewat media player.
  • Preview (salah satu software utiliti Mac), dengannya kita bisa membuka beberapa jenis file berbasis grafik (.jpg, .png, dan lainnya, bahkan .pdf).
  • Banyak software utiliti di Mac yang langsung bisa mengkonversi setiap text atau gambar menjadi .pdf.
  • Desktop background di Mac begitu memuaskan. Kita bisa membuat satu folder gambar yang nantinya masing-masing gambar itu bergantian jadi Desktop Backgound sesuai waktu yang kita tentukan pergantiannya. Dan adalagi hal yang cukup membuatku tercengang, ternyata .psd (format file Adobe Photoshop) yang notabene terdiri dari beberapa layer dapat juga dijadikan Desktop Background.
  • Animasi file .gif tak tampak ketika dijadikan Desktop Background. Dan animasi .gif hanya dapat dinikmati dari software browser (ex: safari, opera, firefox); hal ini sama ketika aku menggunakan OS Ubuntu.
  • Fitur Trackpad Macbook yang menggoda, tak seperti pada laptop-laptop lainnya. Coba aja sendiri kalau ga percaya.
  • Ada tutorial cara bermain gitar dan piano di MacBook.
  • Di Mac ada Terminal (kayak di Ubuntu); semacam Command Prompt di Windows. Namun, Terminal-nya agak berbeda. Kalau di Ubuntu terminal ini telah support dengan bahasa C, sedangkan di Mac tidak. Aku tahunya sih ketika aku buat file .c lalu aku jadikan ke file eksekutor C, dan tak bisa dijalankan.
  • Print Screen di MacBook menggunakan shortcut key: command shift 3 (untuk Print Screen satu layar penuh) dan command shift 4 (untuk Print Screen sesuai ukuran sekehendak kita).
  • Di Mac juga mengenal multispace (multidesktop di Ubuntu) yang ga ada di Windows.
  • Mac Dictionary yang sangat membantu. Dan masih banyak lagi hal-hal yang akan aku temukan di penelusuranku mendatang. Dan yang penting adalah, jika kau penasaran dengan pesona Mac, beli aja MacBook, hehehe …

Sepertinya penjelasanku di atas tadi cukup panjang. Biarlah aku mendua, meniga, bahkan mengempat karena banyak eksplorasi OS. Sampai saat ini, aku pernah eksplorasi di Windows: XP, Vista (tapi ga banyak), Seven (meski hanya melihat beberapa aspek grafiknya saja); Ubuntu dan teman-temannya (cukup banyak aku eksplorasi di dalamnya); dan Mac Snow Leopard (ini masih baru mengeksplor). Belajar dari banyak OS menjadikan kita tak menjadi orang yang fanatik buta hanya pada satu OS saja. Dan memakai OS Ubuntu (Linux) ataupun Mac OS X adalah cocok bagi seseorang yang menganut ekslusivisme, hehehe …

3 responses to “MacBook?hhmm gimana ya rasanyaa.. :-S

  1. gan … itu macbook yang lawas
    macbook yang kamu skrinsyut itu masih pake DDR2
    punyaku DDR3
    dulu aku beli 10.250.000 sekarang udah anjlok ke 9.100.000
    beli aja gan mumpung dollarnya masih tiduran di 8.900

    • wadeww gtu ya gann, hadee ayoo dfoto dlu macbook ente gann biar bsa ane update fotonyaa..😀
      wlopun turun sgtu ttp ga ada duit tuk beli gann, hehe..
      klebihan pake macbook tu apa gann??tolong pncerahanx..hehe

  2. Pingback: Adobe player для 5530 « Эхо блогосферы

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s