Perjalanan menuju Kota Pekanbaru

Yay yay setelah saya lelah menulis tentang ponsel melulu, apalagi sistem kebut untuk menyelesaikan ulasan Nokia 9500, Nokia 9300i, Nokia N70, Samsung B520 dan Hi-Tech H38 terlalu membuat kepala saya menjadi pusing tujuh keliling, jadi mending saya membuat tulisan mengenai perjalanan saya menuju kota Pekanbaru, hahay perjalanan yang saya lakukan pada tanggal 18 januari 2010 tersebut merupakan perjalanan yang paling seru yang pernah saya lakukan (hahay gak penting), abis saya merasa tak membawa beban apapun selama perjalanan, santaiii gak kayak penerbangan sebelumnya dimana saya harus menenteng 2 tas ransel gede sekaligus, yay dan perjalanan kemarin, saya cukup berjalan dengan 1 tas ransel joger yang berisikan laptop dan ponsel-ponsel beserta kabel-kabelnya, terasa enteng karena sisanya saya masukin bagasi! hahaha (makin ga penting omongannya).. yay memang lebih nyaman bila menggunakan koper, tak masalah bila harus menunggu bagasi yang penting slowww dan santai, haha..dengan begitu saya tidak perlu ribet lagi bila ada pemeriksaan x-ra, cukup 1 tas saja yang saya turunin, dan juga cukup 1 ponsel saja yang diletakkan, gak perlu lagi keluarin kiri kanan atas hahaha..hidup santai dan gak ribet.. (ciri manusia yang pengennya cuma senang melulu, huhu)

yay perjalanan saya sudah saya atur dan susun serapi mungkin sehingga tak ada satupun yang terlupakan, saya menyusun semua itu menjadi satu misi yang saya namakan “Misi Bertemu Kembali”, hahayy jadi misi yang dimulai pada pukul 12:00 itu dimulai dengan meletakkan tas dan koper di dekat pintu kos, lalu ambil air wudhu dan sholat, berdoa semoga perjalanan saya lancar-lancar saja, setelah saya selesai sholat dan berdoa, giliran memesan taksi pada pukul 12:10, yay setelah itu memastikan tak ada lagi yang ketinggalan, abis gitu pamitan deh ama buk kos (penjaga kos), yay saat itu waktu terasa cepat banget berputar, serasa baru kemarin sampai di surabaya, tau-tau udah waktunya ke pekanbaru lagi, sesuai dengan perkiraan saya, taksi yang saya pesan sebelumnya tepat datang pada pukul 12:15, hahay baiklahh perjalanan dimulai..

Selama di dalam taksi, saya menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan pak sopir yang ramah dan baik hati, duduk di depan merupakan pilihan terbaik agar mudah bercerita dengan pak sopir, hahay ada banyak hal yang kami bahas saat itu, mulai dari perjalanan hidup pak sopir tersebut melalui masa krismon hingga membicarakan cuaca, hahay topik terakhir yang kami bicarakan adalah mengenai jalan tol yang baru jadi, jalan tol yang menghubungkan jalan A.Yani langsung menuju Bandara, hahay jalan tol yang sangat mulus dan mantaphh, hehe..karena perjalanan menggunakan jalan tol, jadi saya merogoh kocek Rp. 5.000 untuk bayar masuk, ya gak apa-apa lah, hitung-hitung mempersingkat waktu agar bisa segera sampai di bandara, yay mengobrol dengan pak sopir yang ramah dan baik hati itu membuat perjalanan tak terasa, dan karena sikap baiknya yang membuat saya tersentuh, akhirnya saya mengikhlaskan saja kembalian uang senilai 7ribu kepada pak sopir tersebut, yang biaya perjalanan tersebut adalah 93ribuan, walaupun terkesan kecil, tapi sebenarnya uang segitu udah sangat bernilai banget bagi bapak tersebut, huhu apalagi setelah saya mendengar cerita tentang susahnya mencari rejeki di jaman sekarang, huhu bapak tersebut telah memberikan saya banyak pelajaran berharga tentang hidup ini..😀

Setiba saya di Bandar Udara Internasional Juanda, saya segera menuju antrian check-in supaya bisa dapat kursi bagian depan, hahay dan ternyata voila, antriannya begitu panjang seperti ular, hahay parah banget, tapi gak apa-apalah, saya bersabar saja, tak terasa sudah puluhan menit saya berdiri di antrian tersebut, hingga akhirnya giliran saya pun tiba, disaat saya mengurus check-in tiket, mas yang ramah dan murah senyum tersebutm menawarkan saya jadwal penerbangan alternatif agar lebih cepat, karena pesawat yang saya tumpangi delay dan baru akan berangkat jam 14:50, sedangkan penerbangan alternatif yang ditawarkan akan berangkat pukul 14:00, hanya beberapa menit tersisa sebelum boarding time, huwaa setelah saya memikirkan baik-baik, akhirnya saya memilih yang normal-normal saja, hahay setelah misi mengantri selesai, saya berjalan dengan santai karena koper saya dimasukin ke bagasi, hahay sampai sempet-sempetnya naik eskalator (endel banget ah), dengan segera saya menuju gate 1, nahh yang anehnya disini neh, setelah saya dengan santai tiba di gate 1, saya melihat penumpang yang tidak ramai, sepi dan tampang mereka asing semua, beda dengan orang-orang yang saya ngantri sebelumnya, lalu saya menyempatkan diri melihat ke TV agar tahu jadwal penerbangan selanjutnya, nah yang anehnya, saya melihat penerbangan yang ada yaitu ke Denpasar, nah lohh, kok ke denpasar? mangnya mau ke bali apa, awalnya saya santai saja sampai semepet online buka laptop di ruang tunggu, tapi pas lihat keadaan mulai sepi sekalii hingga tersisa beberapa orang saja, saya mulai merasa aneh, bahh langsung dag-dig-dug rasanya, dengan segera saya mematikan laptop saya dan menyusun semuanya kembali, lalu bertanya pada petugas yang ada di dekat pintu, bahh dan benar saja, saya salah gate, walahh piye toh cakk?? malah dibilang, “wah mas ini gate 4, segera ya mas, lagi”, bahh saya malah disuruh lagi, cak cak hahaha yang payahnya saya malah nurut dan lari kecil (serasa dihipnotis), yay gimana gak salah gate, orang tulisan angka 4 nya mirip angka 1, kekurangan tinta, huhu..melihat antrian di gate 4 yang ramai semakin membuat saya yakin bahwa semestinya saya berada disitu sejak beberapa menit sebelumnya, bukannya menghabiskan waktu di gate 1, haha kacau dah waktu itu, setelah saya sampai di gate 1, saya memastikan kembali dengan bertanya pada petugas yang berdiri di dekat pintu, dan ternyata benar, Alhamdulillah.. (udah mulai tenang), yay baru kali itu saya bingung saat berada di bandara, haha parah dah..lebih lancar penerbangan perdana tunggal saya dari makassar menuju surabaya, dimana tak kacau balau seperti itu, haha..setelah saya mendapatkan kursi, akhirnya saya bisa duduk santai sambil melihat jam pada ponsel saya, hahay udah hampir jam 3, dan benar saja antrian masuk sudah dibuka dan diperbolehkan menuju pesawat, yay dari info yang saya dengar, kali ini banyak kursi yang kosong di atas pesawat, dan yang parahnya saya dapat kursi nomor 34F, haha paling pojok rekk, bahagianyaa..bisa melihat pemandangan, kali itu memang benar, pesawat terasa sepi karena banyak kursi yang kosong, namun yang anehnya, walaupun saya sudah menggunakan headset dan mendengarkan musik, pancet ae terasa ribut dengan suara cewek menggunakan bahasa ghaoel getoh “gak gak ghetohh, gua getohh” (haha jadi ingat TJ di extravaganza), yay padahal volume musik uda saya set maksimal, yay dimaklumi saja, selama di atas pesawat, saya melihat banyak pemandangan yang menarik, dan inilah salah satunya.

Di atas jawa timur, menuju jakarta

hahay dengan menggunakan modus offline dan silent, membuat saya dapat mengambil foto tanpa suara, jadi gak ada yang tahu kalau saya sedang memotret (sudah lama sebenarnya saya pengen melakukan hal ini, haha), yay awan-awan terlihat seperti kapas, seperti kembang gula yang melayang, haha..perjalan saat itu entah mengapa tidak terlalu tinggi, padahal biasanya di atas awan tuh sampai gak kelihatan daratan, hihi sangat menyenangkan..

nahh ini juga asyik bila difoto.

Peraturan itu dibuat untuk dipatuhi, bukan dilanggar.

Saya sebagai mahasiswa jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, menegaskan sekali lagi untuk tidak melanggar peraturan dimanapun anda berada, karena peraturan itu dibuat untuk keselamatan kita semua, jadi bagaimanapun alasannya, peraturan harus dipatuhi, bukan untuk dilanggar. (sambil masang wajah innocent) :hammer:

Yay jadi begini ya, semua orang sudah tahu, boleh menyalakan ponsel, asal sinyalnya dimatikan, caranya dengan mengganti profil ke mode offline sedangkan bila pada iPhone tinggal mengaktifkan flight mode, sehingga komunikasi pilot tidak terganggu, kecualii bagi ponsel yang tidak ada modus offline nya, itu wajib dimatikan. (sambil masang wajah serius)

Nahh ada lagi, saat perjalanan menuju jakarta, saya melihat ada kapal besar yang entah sedang diapakan itu, semacam ada tali yang menahan pergerakan kapal tersebut, walaupun saya mahasiswa yang juga belajar tentang perkapalan, tapi aktivitas pada kapal tersebut masih belum saya ketahui.

Kapal dengan masing-masing 2 tali di bagian kanan dan kiri sisi kapal

hahayy, sebenarnya sepanjang perjalanan, saya lebih banyak menghabiskannya dengan tidur, tapi setelah melihat pemandangan yang indah, saya jadi gak ngantuk lagi, nahh dan inilah pemandangan beberapa menit sebelum mendarat di jakarta.

Beberapa menit sebelum mendarat di jakarta

Hahahay pendaratan saat itu terasa sedikit horor, sedikit goyang-goyang gitu sampai para penumpang lainnya merasa khawatir dan cemas, yayy..

Setelah pesawat mendarat di bandara cengkareng (sebut gini aja deh) dan menuju tempat parkir pesawat (waw macam mall aja), sudah banyak penumpang yang menyalakan sinyal ponsel dan menggunakan untuk berkomunikasi, yay parah dah padahal udah ada pemberitahuan untuk tetap menon-aktifkan sinyal pada ponsel sebelum pesawat benar-benar berhenti, yay..tau-tau penumpang yang duduk di sebelah saya menerima telefon yang intinya pembicaraan di telefon tersebut ingin membuat acara kejutan untuk merayakan ulang tahun direktur salah satu stasiun TV ternama, dan dengan segera penumpang tersebut berbicara ke penumpang yang berada di kursi belakang, behh awalnya saya sedikit kaget, kok omongannya berat gitu sampai bawa-bawa nama stasiun TV, bahh ternyata setelah saya memperhatikan ke belakang, satu deret (6 kursi) itu diisi ama wanita-wanita dengan dandanan ala artis, bahh dan gak salah, setelah saya bertanya kepada kepada penumpang yang duduk di sebelah kiri saya yang ternyata adalah manager dari para wanita tersebut, yay benar aja dugaan saya, yang duduk di belakang saya adalah para penyanyi yang saya gak tahu siapa mereka, haha..gak salah dandanan mereka macam artis (karena memang artis kayaknya), yayy well..cukup sampai disitu saja rasa penasaran saya, setelah itu saya segera turun disaat pesawat telah benar-benar berhenti dan penumpang dibolehkan turun, yay kali ini saya harus segera agar antrian transitnya gak kepanjangan, dari kejahuan, keadaan meja untuk ngurus transit terlihat gak padat, tau-tau setelah saya melewati pintu dan melihat ke kiri, voilaa antrian muter kayak ular udah memanjang ternyata, yayy antri lagi deh..uhuhu..setelah beberapa menit ngantri, akhirnya selesai juga urus transitnya, sambil membereskan semua kertas boarding pass saya langsung menuju ruang tunggu, huhu dengan perut kelaparan saya berjalan menuju gate A2 (seingat saya), setiba di ruang tunggu saya dikagetkan dengan banyaknya tempat nasi kotak yang berserakan di setiap sisi tempat duduk, yang juga membuat saya ngiler, huhu pengen juga rasanya, setelah mendapatkan tempat duduk paling strategis, saya segera menyalakan sinyal ponsel indosat dan telkomsel saya, yay di indosat dapat sms dari temen2 dan dapat telefon dari papa, sedangkan ponsel simpati dapat telefon dari mama, hahay sayang sekali nomor XL tak berperan banyak disini, apalagi BB yang sedang nganggur seperti telah pensiun dari tugasnya, dengan perut yang lapar, saya mendapat saran dari orang tua saya untuk membeli makanan di salah satu restoran yang berada di sekitar eskalator naik ke ruang tunggu, hahay setelah melihat-lihat dan melakukan voting, akhirnya saya memilih di tempat yang paling ramai dimana banyak penduduk pribumi seperti saya makan, haha (pilih yang merakyat dong), dengan menu yang bervariasi ala prasmanan dekat kampus saya semakin membuat selera makan saya tinggi, haha.. setelah melihat orang sebelum saya memesan nasi + mie goreng + kentang balado + rendang, akhirnya saya memutuskan cara memesan kali ini diselesaikan secara adat, yaitu ngikut aja ahh! ahahaha, saat saya perhatikan, pembeli sebelum saya, diberi mie dan rendang 1 potong saja, sedangkan saat saya memulai pembicaraan dengan senyuman dan tatapan yang meyakinkan, seakan membuat mbak di restoran tersebut terhipnotis, yang membuat saya mendapatkan mie dengan porsi lebih, rendang 2 potong dan kentang balado yang banyak! jauh lebih banyak dari pembeli sebelum yang saya ngikutin menunya, hahaha..bahagianya dapat porsi lebih, itulah namanya The Power of Smiles, haha..setelah itu, saya mengantri untuk membayar di kasir, haha awalnya saya cuma ngeluarin uang Rp. 20.000 selembar, eh tau-taunya voila, saya harus merogoh kocek Rp. 38.500 untuk makanan dan Rp. 5.000 untuk air mineral 1 botol sedang, hahaha harga yang mengagetkan, dan inilah nasi kotak tersebut..

Nasi Kotak dengan harga Rp. 38.500

Hahay rendangnya yang satu lagi tersembunyi di balik mie yang tebal, yang pasti ada 2 potong rendang, haha..

mahal amat dah, sebenarnya saya juga pengen masukin kertas bukti pembayarannya, tapi gak penting ah masa itu juga sekalian dimasukin hahaahaha, gak jelass..dengan gaya sok cool (sok aja kok :hammer:), saya melangkah dan membayar nasi kotak tersebut..

hahay menunggu terasa lama jika hanya duduk-duduk saja, akhirnya saya memilih untuk online lagi menggunakan modem Smart dan menulis blog ‘Ulasan mengenai Samsung STAR’, haha saat itu sinyal Smart EVDO polpolan sampai penuh, kerenn..tapi saat memasuki waktu sholat magrib, kecepatan internet melambat dan saya memilih untuk mematikan laptop saya, hahayy..

setelah lama menunggu, akhirnya tiba juga waktu untuk naik ke atas pesawat, akibat pesawat delay, saya berangkat ke Pekanbaru pada pukul 18:45, hahay suwii..penerbangan malam kembali saya jalani (sama seperti saat saya datang ke Pekanbaru 6 bulan lalu), yay perjalanan dengan cuaca yang terlihat kurang bersahabat, kali ini saya mendapatkan kursi nomor 4B, huhu elekk duduk di tengah, mana bapak-bapak yang sebelah kanan dan kiri saya terlihat kurang bersahabat, huhu..jadi gak bisa ngobrol (beda ama 6 bulan lalu dimana saya ngobrol ama ibu2 dan bapak2 disaat saya duduk di tengah), hahay perjalanan saat itu sangat panjang, 1 jam 50 menit lebih, jadi saya memilih untuk mendengarkan musik dan tidur, haha..saat lampu dimatikan, suasana terasa hening, nyaman dan tentram, nyaman banget untuk tidur, hehe..

Beberapa puluh menit berlalu, satu jam pun berlalu (bahasanya gak asik euy haha), tiba-tiba pesawat terasa bergoyang kencang, yay horor dan benar saja, sedang hujan ternyata saat memasuki Riau, huwaaa horor ah naik turun naik turun dengan cepat, terlihat rintik hujan di kaca pesawat yang berwarna keemasan akibat cahaya lampu yang berwarna orange, wahh keren pokoknya air-air tu, macam serpihan emas yang bergerak cepat, haha andai saat itu saya berada di pojok, pasti bakal saya foto, kali ini karena saya tidak di pojok dan ada bapak2 di sebelah kanan saya, akhirnya saya mengurungkan niat saya, huhu..

Beberapa menit kemudian terdengar suara pilot yang ngomong gak jelas (haha ya iyalah wong kecampur ama suara musik dari headset), ya sudah pasti pesawat sudah hampir mendarat tu artinya, hahayy dengan banyak berdoa dan sedikit perasaan cemas, saya melihat ke jendela sambil menikmati indahnya pemandangan percikan air, yayy..pesawat terasa bergoyang dengan kencang, huhu apalagi suara mesin yang semakin besar membuat saya semakin cemas, haha..

Setelah beberapa menit kemudian, saya mulai melihat pemandangan kota Pekanbaru yang gelap dengan sedikit pencahayaan, wah kayaknya mati lampu lagi tuh, hahay..ketinggian pesawat mulai dikurangi, sedikit demi sedikit ketinggian pesawat berkurang, dan mulai terlihat lampu di lintasan pendaratan bandar udara SSK II (Sultan Syarif Kasim), hahay pendaratan yang sedikit horor apalagi bila saya teringat dengan bermacam tragedi pesawat tergelincir akibat landasan yang licin, huhu..namun syukur Alhamdulillah pendaratan saat itu walaupun kasar namun selamat, hahay..

saat itu cuaca hujan, sehingga para penumpan dipinjami masing-masing satu payung untuk menuju bandara, hahayy..udah sampai deh di Pekanbaru, nah bagian yang ribet dimulai lagi, yaitu menunggu untuk mengambil bagasi, hahay setelah banyak keribetan dan keributan akhibat gak jelasnya dimana bagasi akan keluar apakah di konvoyer (kalau gak salah ini deh namanya) 1 atau 2 akan keluar bagasinya, hahay sampai ada penumpang yang marah-marah loh, horor hahaha..

dengan penuh kesabaran saya ngikut aja dimana tasnya akan keluar, setelah beberapa menit menunggu namun koper saya belum keluar juga, membuat saya untuk melihat ke balik penutup kain, dan ternyata benar saja, koperku paling bawah dan paling terakhir, koper yang malang, diatasnya ada 2 kotak dus besar gak jelas apa isinya sehingga membuat koper saya penyok, ckckck.. abis gitu dilempar pula sampai jatuh, piye toh cakk?? ckck, tapi gak apa-apa lah, untuk aja isinya gak ada barang yang mudah pecah, setelah koper saya ambil, saya segera berjalan keluar untuk menemui keluarga saya, hahay bahagianya bertemu kembali dengan keluarga saya, bertemu dengan adik mama dan papa, hahayy.. *hebring mode on*

baiklah, Misi Bertemu Kembali sukses, hehe.. dengan tingkat kualitas keberhasilan misi 92%, hehe abis selama menjalankan misi ada beberapa kekacauan yang terjadi, hehey..

Alhamdulillahh..🙂

2 responses to “Perjalanan menuju Kota Pekanbaru

    • hehe iya bro, dalam tahap penulisan semua ini, doakan aja bro semoga selesai tepat waktu.🙂
      yay same2 bro, walaupun aslinya tanggal 7 adalah liburan terakhir saya, hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s