Review Sony Ericsson U10i Aino

Sony Ericsson Aino

Sony Ericsson Aino merupakan ponsel slide layar sentuh garapan perusahaan ternama Sony Ericsson, ponsel dengan desain slide sentuh ini memiliki kemiripan dengan LG Secret yang mengusung desain slide sentuh juga, awal diperkenalkannya ponsel ini juga bersamaan dengan Sony Ericsson Satio, namun entah mengapa hingga saat ini Sony Ericsson Satio belum masuk juga ke pasar indonesia, dari berita yang saya dapat dari okezone.com dan berbagai media di internet bahwa kedua ponsel layar sentuh tersebut memiliki masalah pada sistem layar sentuh dan softwarenya sehingga perusahaan Sony Ericsson tersebut memberhentikan sementara produksi ponsel tersebut untuk melakukan perbaikan, namun walaupun begitu malah Sony Ericsson telah masuk di pasar ponsel Indonesia, bahkan telah di bahas di Tabloid PULSA, namun untuk ulasan lebih lanjutnya, monggo dibaca..🙂

Review ponsel kali ini, bukanlah merupakan pengalaman saya dalam menggunakan ponsel ini, saya hanya merangkum dan menyimpulkan segala hal yang saya ketahui tentang ponsel ini dari berbagai sumber, saya akan berusaha menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. :-)

1. Harga saat ini.

Saat ini, ponsel dengan desain slide sentuh ini dibanderol dengan harga di kisaran Rp. 5.199.000, harga yang wah memang mengingat isi paket yang ditawarkan oleh ponsel ini, harga tersebut sudah termasuk desk stand + wireless headset, yang saya tahu hingga saat ini baru ponsel inilah yang memaketkan ponsel dengan aksesoris lengkap, tak heran lagi bila harganya selangit gitu, untuk perbedaan harga mungkin saja terjadi namun tak akan jauh-jauh dari harga yang saya sebutkan di atas, namun sejalan dengan adanya isu bahwa software pada ponsel ini ada yang bermasalah, bisa saja harga ponsel ini turun dalam kisaran yang lumayan tinggi.

2. Kesan awal pada ponsel ini.

“hwawww keren neh model ponsel ini, stylish dan elegan euy”, ya seperti itulah yang saya pikirkan saat melihat ponsel dengan layar sentuh ini di awal perkenalan ponsel ini, awalnya saya pikir ponsel ini merupakan ponsel full touch screen, namun setelah saya selidiki lebih lanjut ternyata di belakang layar sentuh berukuran 3″ Inci tersebut ternyata menyimpan susunan keypad dan D-Pad yang tersusun rapi, nah saat slide dalam keadaan terbuka, saya sempat merasa aneh dengan modelnya yang kepanjangan banget, apalagi dengan diagonal layar 16:9 yang memanjang, membuat ponsel ini memiliki ukuran yang panjang bila digenggam, namun untungnya ponsel ini memiliki desain slide yang kokoh dan nyaman.

3. Kelebihan.

Dalam keadaan keypad tertutup, ponsel ini terlihat manis dan elegan dengan balutan warna putih dan hitam glossy, dalam keadaan seperti ini kita akan menemukan susunan menu multimedia yang asyik dan tentu saja dalam mode landscape, kita akan dimudahkan dengan kehadiran desk stand yang sudah termasuk dalam paket penjualan ponsel tersebut, kehadiran aksesoris tersebut dalam paketan memberi nilai tambah pada ponsel ini, kita dapat mengakses musik dan menonton video melalui layar capacitive berukuran 3″ inci dengan resolusi 240 x 432 pixel tersebut, kita dapat mendengarkan musik melalui headset bluetooth yang tersedia dalam paketan, untuk kualitas suara tak perlu diragukan lagi, sony ericsson terkenal dengan ponselnya yang tangguh dalam memainkan musik, apalagi headset yang  kita dapatkan sama dengan headset seri walkman yang menggunakan modelnya seperti earplug, jadi bising dari luar dapat diredam oleh headset tersebut, selain itu jaringan ponsel ini sudah mendukung 7.2 Mbps HSDPA dan HSUPA 2 Mbps, hal ini akan sangat berguna bila kita berada di daerah yang memiliki kekuatan sinyal penuh, disamping itu kehadiran A-GPS menjadi nilai tambah bagi anda yang senang berpergian, ponsel ini telah disediakan dengan aplikasi wisepilot (trial version), untuk urusan kamera, ponsel ini telah dibekali dengan kamera 8.1 Mpix dengan Auto-Focus, fitur pada menu kamera ini pun terbilang lengkap, sebagai contohnya fitur touch focus dimana kita hanya butuh menekan layar untuk menentukan bagian mana yang kita inginkan untuk lebih fokus, face detection juga tersedia di menu kamera ponsel ini, dan layaknya ponsel ber-GPS receiver, kita bisa menggunakan geotagging pada hasil foto kita, jadi kita dapat mengetahui letak kita mengambil foto tersebut.

4. Kekurangan.

Tak ada ponsel yang sempurna, kecantikan ponsel ini seketika akan berkurang ketika kita menggeser bagian bawah ponsel ini, seperti memegang pisang atau sisir, ponsel ini terlihat sangat panjang untuk ukuran ponsel, setidaknya itu yang ada di pikiran saya,  apalagi kita masih harus membiasakan menggunakan ponsel dengan keypad yang berada di bagian lain dan tak berada di sekitar layar, selain bodi ponsel yang bongsor, penggunaan layar sentuh pada ponsel ini pun dibatasi dan tak bisa digunakan di semua menu yang ada, jadi terkesan setengah-setengah yang dalam bahasa makassarnya sattanga-sattanga’, penggunaan layar sentuh hanya dapat digunakan dalam mode landscape yaitu dalam keadaan keypad tertutup, pada menu kamera, pada menu galeri dan beberapa aplikasi bersistem java, hal ini sangat lucu rasanya, apalagi setelah kita menambahkan beberapa foto dan membuka menu galeri, butuh waktu lama hingga semua file terbaru dimuat, walaupun kelihatannya ponsel ini sudah menggunakan kamera 8.1 Mpix, warna pada hasil kamera tersebut akan terlihat tak sesuai dengan aslinya, terkadang terkesan kebiru-biruan, terkadang terlihat kebiru-biruan, disamping itu kita juga akan menemukan noise pada hasil kamera ponsel ini, tak hadirnya pelindung lensa kamera pada ponsel ini pun menyulitkan kita untuk menjaga agar lensa kamera ini tetap halus, tak seperti saudaranya yang dibekali lens cover, pada ponsel ini kita takkan menemukan pelindung tersebut, saya rasa itu saja kekurangan pada ponsel ini, bila ada tambahan mohon masukannya.🙂

5. Kesimpulan.

Paketan pada ponsel ini membuat kita tak perlu merogoh kocek lagi untuk menambahkan aksesoris headset bluetooth yang terbilang mahal, dengan warna yang manis dengan desain awal yang manis juga menjadi nilai tambah pada ponsel ini, terutama bila kita ingin memainkan file video, kita cukup menggukan desk stand maka kita tak perlu lagi capek-capek memegang ponsel atau mencari ganjalan untuk menahan ponsel, namun keterbatasan kegunaan layar sentuh dan harganya yang terbilang selangit membuat kita sebaiknya berpikir dua kali, kecuali bila anda sudah cinta mati dengan ponsel ini saat pertama kali diluncurkan, disamping itu adanya isu bahwa ponsel ini memiliki software yang bermasalah sebaiknya membuat anda berpikir tiga kali (waw sekarang tiga kali euy), ada baiknya menunggu hingga ponsel ini benar-benar siap untuk diluncurkan dan benar-benar selesai. hihi🙂

Demikianlah review saya mengenai ponsel ini, semua yang saya tulis di atas saya dapatkan dari berbagai sumber, ataupun beberapa narasumber yang pernah menggunakan ponsel ini.

semoga ulasan saya di atas dapat bermanfaat bagi anda, terima kasih telah membaca..

:-D

2 responses to “Review Sony Ericsson U10i Aino

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s