Pengalamanku dengan Nokia 5310 XpressMusic

Nokia 5310

Nokia 5310 XpressMusic merupakan ponsel musik garapan Nokia yang diluncurkan bersamaan dengan Nokia 5610 XpressMusic, kedua ponsel ini sama-sama tak menggunakan OS Symbian, jadi kedua ponsel ini merupakan Seri 40 yang menggunakan basis pemrograman Java (CMIIW), jadii untuk pembahasan lebih lanjut, mari monggo dibaca yaa..πŸ˜€

 

 

PENGALAMANKU saat menggunakan ponsel ini akan aku rangkum dan aku susun sebisaku (walaupun mungkin akan agak berantakan) agar bisa menjadi masukan untuk para pembaca agar dapat mengetahui hal apa saja yang ada di dalam ponsel yang saya bahas.

 

1. Harga saat ini.

Untuk bulan november 2009 ini, yang saya tahu sudah susah mendapatkan ponsel ini dalam keadaan baru, karena ponsel ini sudah dihentikan pembuatannya, paling tinggi harga ponsel ini Rp. 1.199.000, jadi jika ada yang menawarkan jual bekas, tawar-tawar aja sesuai dengan kondisi ponsel dan kelengkapannya, paling tidak jika jual bekas ponsel ini sekitar Rp. 949.000, mungkin jika anda beruntung bisa mendapatkan yang lebih murah lagi, tapi lihat kondisi dan kelengkapan juga dong.πŸ˜€

 

2. Kesan pertama.

“hwahh kerenn eii modelnya dan layarnya”, ya itulah kesan saat pertama saya meminjam dan memegang ponsel ini (ihh tukang minjam-minjam ya hihi), ponsel ini memang memiliki layar yang sangat menawan apalagi dengan tema equalizer bar nya yang warna merah hitam, menambah kesan musik dan garang pada ponsel ini, tampilan homescreennya juga lengkap, bodinya yang tipis juga dengan shortcut pada sisi kiri layar membuat ponsel ini tampil sebagai ponsel musik tipis yang manis.

 

3. Kelebihan.

Seperti yang saya sebutkan dari sebelumnya, kelebihan ponsel ini terletak pada layar dan bodinya yang tipis, untuk layar sendiri sebenarnya ponsel ini hanya memiliki layar 2 inci dengan resolusi QVGA kedalaman 16juta warna, saya belum pernah mengukurnya langsung namun saat saya membandingkannya dengan Nokia 5700, saya melihat perbandingan yang mencolok, yaitu layar Nokia 5700 tampak lebih besar, namun dengan ukuran layar 2 inci sudah merupakan ukuran yang sesuai karena membuat ponsel ini tampak pas dengan ukuran bodinya yang mungil dan tipis, dan untuk bodi ponsel ini sendiri saat saya ukur dengan mistar (hwahaha head to head ne ukurnya) memiliki tebal 1 sentimeter, ya karena kebetulan lagi gak ada kerjaan jadi sekalian diukur aja, saat digenggampun ponsel ini pas di tangan, lebih kecil dibandingkan dengan adiknya (Nokia 5320), apalagi dengan kehadiran tombol shortcut di sisi kiri ponsel, membuat kita lebih mudah untuk mengontrol musik yang ingin kita dengarkan, untuk kelebihan lainnya yaitu tampilan pemutar musik yang lebih segar dibandingkan Nokia 5300, dan untuk urusan memotret ponsel ini memiliki kamera dengan resolusi 2 Mega Pixel, hasilnya termasuk bagus di kelasnya, namun rasanya masih lebih bagus Nokia 5320.πŸ˜€

 

4. Kekurangan.

Seperti biasa dan sudah merupakan hal wajar pada barang elektronik, yaitu setiap ponsel yang canggih pasti juga memiliki kekurangan, dibalik pemangkasan bodi ponsel menjadi tipis membuat keluaran loudspeaker ponsel ini terdenganr cempreng dan tak bertenaga, saya pribadi masih merasa keluaran suara Nokia 5320 lebih bagus walaupun sama-sama cempreng, kekurangan lainnya pun terletak pada kamera 2 Mega Pixel nya, walaupun hasilnya termasuk bagus, namun shutter speed nya terasa lamban sekali, bagi saya pribadi yang senang memotret dalam keadaan mendadak, takkan bisa mendapatkan hasil yang saya inginkan jika waktu pemrosesan fotonya lamban, hampir serupa dengan Sony Ericsson W850i, namun rasanya masih lebih lamban Nokia 5310, menurut saya cuma dua itu saja kekurangannya. (cuma dua kok)πŸ˜€

 

Intinya ponsel ini layak untuk dibeli apalagi bagi anda yang menginginkan ponsel tipis musik dari nokia, apalagi bagi anda yang tak mau repot-repot dengan OS Symbian, namun bila anda memiliki dana lebih dan menginginkan fleksibilitas yang lebih, mending beli Nokia 5320 saja apalagi dengan harga yang tak jauh beda, karena ponsel Nokia 5320 dapat diinstal banyak game dan lebih enak untuk digunakan karena menggunakan OS.

πŸ˜€

Cukup itu saja yang saya bahas, untuk kesan setelah lama menggunakan saya tidak bisa menulis apa-apa, karena itu bukan ponsel saya, hihi tapi yang saya lihat dari teman saya itu, dia akur-akur saja tuh dengan ponsel Nokia 5310 nya, tak ada masalah, diinstal aplikasi java pun bisa, namun keluhan yang saya dapat yaitu pengaturan untuk aplikasi javanya yaitu Opera Mini tak bisa digunakan, saya sudah berusaha membantunya, namun tak berjalan juga, akhirnya hingga saat terakhir kali saya melihat dia fesbukan masih menggunakan browser bawaan Nokia, huhu jatuhnya mahal dong internetan pakai browser bawaan Nokia, yaa mau bagaimana lagi..πŸ˜€

 

Terima kasih telah membaca, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi anda.

 

 

5 responses to “Pengalamanku dengan Nokia 5310 XpressMusic

  1. Pingback: Pengalamanku dengan Nokia 5310 XpressMusic | Mobile Wireless Phone

  2. wah kalo g’ mau pake broser bawaan nokia 5310 lewat musik player aja ntar masuk ke download lah lo maskin alamattnya ……………….. cos gua pake cra nie n berhasil skranng gua bisa internetan lebih murah dah

  3. tapi nokia 5310 menangnya di internet brow,,, apalagi dimasukin aplikkasi UC BROWSER … tambah mantep brow, kayak di komputer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s