Pengalamanku dengan Sony Ericsson W850i

Sony Ericsson W850i
Sony Ericsson W850i

Sony Ericsson W850i merupakan perintis awal Walkman Versi 2.0 dan juga merupakan ponsel pertama berdesain slide garapan perusahaan ternama Sony Ericsson, ponsel musik dengan desain slide ini menjadi pioner dari pengembangan software pemutar musik andalan dari perusahaan ternama Sony Ericsson, ponsel musik slide ini memiliki desain yang atraktif dan menarik, tampak depannya memberikan kesan garang dan full of music, untuk lebih lanjutnya monggo dibaca. 😉

 

 

PENGALAMANKU saat menggunakan ponsel ini akan aku rangkum dan aku susun sebisaku (walaupun mungkin akan agak berantakan) agar bisa menjadi masukan untuk para pembaca agar dapat mengetahui hal apa saja yang ada di dalam ponsel yang saya bahas.

 

1.  Harga saat pertama kali dibeli disertai bulan dan tahun.

Saat pertama kali diluncurkan, ponsel ini menjadi pembicaraan yang cukup hangat karena memiliki suatu terobosan baru yaitu Walkman versi 2, ponsel ini pertama kali diluncurkan mendekati akhir tahun 2006 (seingat saya), ponsel ini dipatok dengan harga Rp. 3.699.000, waw harga yang mahal untuk saat itu, namun karena saat itu saya belum terlalu melirik ponsel non-OS, saya tidak ada niat untuk membelinya, hingga akhirnya pada tahun 2007, ponsel ini dibeli dengan harga Rp. 1.899.000, waww dalam sekejap udah jatuh jauh! 😀

 

2. Kesan pertama.

“Kerennn, lampu orange itunya lohh mengesankan banget”, itulah yang selalu tersimpan di pikiranku hingga saat ini, itulah pertama kali ponsel sony ericsson yang markir di meja rumahku, saat kita memutar musik maka lampu berwarna orange di bawah layar itu akan berkedip-kedip sesuai irama musik ponsel ini,  apalagi bila kita ingin masuk ke menu walkman, cukup dengan menekan lampu tersebut, dengan ukurannya yang tipis tombol tersebut tak begitu sulit untuk ditekan, cukup atraktif untuk ukuran ponsel musik.

 

3. Kelebihan.

Namanya saja ponsel musik, jelas yang menjadi kelebihan dari ponsel ini adalah pemutar musik andalan yaitu Walkman versi 2, inilah ponsel sony ericsson pertama yang menggunakan walkman versi terbaru, keluaran loudspeakernya sangat keras, dengan tampilan dan wajah baru dari pemutar musik walkman, kita akan menemukan pengalaman baru dalam mendengarkan musik melalui ponsel satu ini. untuk urusan kamera, ponsel ini tak kalah dari ponsel-ponsel lain, bahkan bisa dibilang hasil kamera 2 Mpix nya masih menang dari Nokia 5700 XM dan Nokia 5320 XM milikku, hasil kamera di ponsel ini terlihat lebih berwarna dibandingkan kedua ponsel yang saya sebutkan tadi, ketajaman juga masih terkesan lebih pada ponsel ini. desain slide pada ponsel ini membuatnya tampak elegan dengan dibalut warna hitam gelap yang dipadukan dengan lampu berwarna orange.

 

4. Kekurangan.

Menjadi sebuah perintis dalam suatu terobosan pasti akan sedikit sulit, dibalik software baru yang dimilikinya, pemutar musik walkman versi 2 ini merupakan pemutar musik ‘terburuk’ dari semua seri yang ada (menurut saya), dan masih kalah dengan Sony Ericsson W300i, karena saat saya mendengarkan via headset stereonya, keluaran musiknya tak beraturan, tak berkesan stereo, tak berkesan mono juga, yang membuat telinga saya rada pusing mendengarkannya, saya sudah coba menggunakan headset yang lain, namun hasilnya tetap sama, setelah saya membandingkan dengan SE W850i teman saya, ternyata hasilnya sama, nahh! bravo kan. 😉 , dan juga dibalik suara loudspeaker yang menggelegar, sudah menjadi risiko keluaran ponsel ini akan menjadi cempreng, walaupun masih terdengar sedikit suara bass yang keluar (menggunakan equalizer MegaBass) suaru ponsel ini masih cempreng. pada hasil kamera yang mengagumkan, juga membuat ponsel ini memakan waktu yang sedikit lebih lama dari kedua pesainnya sebelumnya (N5700XM & N5320XM), shutter speed yang masih terasa lemot membuat anda harus menjaga tangan anda stabil selama pengambilan gambar, namun mungkin bagi sebagian orang hal ini takkan berpengaruh, namun bagi saya yang sudah biasa mengambil foto secara ekspres dapat merasakan perbedaan ini. menjadi perintis desain slide pertama pasti akan membutuhkan perjuangan yang berat, dan yang saya temui disini adalah, desain slide pada ponsel ini terasa ringkih, goyah, tak kokoh dan semacamnya, demikian kekurangan yang saya rasakan dari ponsel ini. 😦

 

5. Kesan setelah lama digunakan.

“GAME OVER..”, ya seperti yang saya katakan, ponsel ini sudah GAME OVER = Tewas = Tak dapat hidup, kerusakan yang pertama kali saya temui adalah tidak terkoneksinya antara kabel pengisian baterai dengan port pada ponsel ini, kerusakan kedua adalah layar sering hilang saat saya menggeser bodi ponsel ke atas, untuk membuka keypad, layar kosong ini sepertinya diakibatkan oleh kabel fleksibel yang sudah panas karene digeser melulu, dan yang merupakan kerusakan pertama dan terakhir adalah hilangnya nyawa dari ponsel ini yang ditenggarai oleh kerusakan sebelumnya pada ponsel ini, mati karena layarnya tak nyala kemudian mati karena lupa dimana kabel pengisian baterainya (kebanyakan kabel pengisian baterai jadi gini ne). 😥

 

6. Kenanganku bersama ponsel ini.

Ya sudah lumayan lama saya bersama ponsel ini, bahkan hingga saat inipun, ponsel tak bernyawa ini masih berada di rumah yang sama saat saya mengetik artikel ini, karena tak dapat menyala dan saya sudah berusaha untuk menyalakannya namun gagal, akhirnya ponsel ini dibiarkan tak bernyawa selamanya dan menjadi sejarah sebagai ponsel musik yang gugur dalam karernya (apalagi saya dengar ini merupakan produk gagal), ya namun bagaimanapun ponsel ini juga merupakan ponsel yang pernah mengisi kehidupan saya, ponsel yang bunyi saat pelajaran di kelas berlangsung, ponsel yang saya gunakan saat memotret pemandangan di beberapa lokasi, ponsel yang saya gunakan untuk gila-gilaan bersama teman-teman (:-D hehe), ponsel yang terlihat keren disaat pemadaman listrik terjadi, ponsel yang digunakan untuk bermain game landscape nya,  ponsel yang saya gunakan untuk Mxit an (hehehe) dan juga sebagai ponsel sony ericsson tak ber-OS terakhir yang akan berada dalam hidupku (sedikit kapok rasanya). 😥

 

demikian pengalaman saya dengan Sony Ericsson W850i, semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi pembaca.

terima kasih telah membaca. 😀

Advertisements

2 thoughts on “Pengalamanku dengan Sony Ericsson W850i

  1. ini seperti nasib sony ericsson saya yg dulu.port charger nya sudah kendor.padahal masih sayang.sampai sekarang masih saya simpan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s