Perjalanan Menuju Bandara Juanda

Markas Besar Angakatan Laut

Foto ini saya ambil saat memasuki bandara lama Juanda

Rabu, 08 juli 2009

Sidoarjo, Jawa Timur

Panas matahari yang terus memanggang kulit ini sungguh terasa tak nyaman, perjalanan yang ditempuh bersama Unyil (teman sekelasku di kampus) menjadi terasa sangat panjang disaat panas matahari tak ada habisnya memanggang kami, dengan bensin motor yang terisi penuh, kami berencana melakukan perjalanan menuju bandara Juanda untuk menjual kembali tiket yang telah aku beli sebelumnya karena tak jadi pergi, rencananya kami ingin menjual tiket itu secara langsung, dengan cara hand to hand (calo, hehe) tapi ternyata ada tawaran lain yang mengharuskan kami melaju kendaraan lebih jauh lagi dari pintu masuk bandara Juanda Baru, menuju pasar Bandara Juanda , awalnya kami tak mengerti tentang tempat itu, bahkan kami sempat nyasar karena kami kira pasar tersebut berada di daerah Bandara, namun ternyata Pasar tersebut terletak setelah perempatan menuju Bandara Baru Juanda, setelah beberapa meter kami melaju motor, akhirnya ditemukan juga semacam tempat dimana Ruko-Ruko berkumpul (kok bahasanya gene) dan ditata bersebelah-sebelahan, akhirnya kami menghentikan kendaraan kami disana memasuki gerbang, awalnya kami agak bingung mencari ruko yang dimaksud papaku, namun setelah menelfon orang tersebut akhirnya kami bisa menemukan ruko yang dimaksud, setelah itu kami disuruh tunggu hingga jam 3 (jam keberangkatan pesawat yang seharusnya aku tumpangi) untuk menunggu kepastian apa ada peminat atau tidak, karena kami gak ingin menunggu lama seperti orang bodoh di Pasar Bandara Juanda, jadi kami memutuskan untuk Rock n’ Roll (bahasa gaulnya unyil) di daerah sekitar Bandar Juanda dan Sidoarjo.

Disinilah Rute Pertama Kami

Kerennnn

Di atas adalah rute pertama kami, yaitu memasuki daerah yang seharusnya tak dimasuki bagi yang tak memiliki kepentingan, hahaha tapi ntah apa yang membawa kami ingin memasuki tempat tersebut, di dalam rapi banget, agak sepi juga sihh, disana bisa foto-foto di tengah jalanan kalau mau, asal hati-hati dulu, jangan sampe kelihatan ama PM disana, kalau kelihatan bisa disuruh Step Up malahan, lohh kok Step Up, film lak’ an, yang saya maksud adalah Push Up, jadi bagi yang ingin memasuki daerah tersebut disarankan untuk waspada kepada orang-orang yang mengenakan pakaian dinas PM, waww.. o_O

Kalo masuk terus ke dalam ketemu yang kayak gini neh

Kalo masuk terus ke dalam ketemu yang kayak gini neh

haha butuh perjuangan ekstra neh untuk mengambil foto ini, haruss memasuki daerah terlarang dan mendekat beberapa meter ke objek, abis beberapa meter dari tempat saya berdiri ada pos PM yang melihat-lihat saya teruss, haha gawatt dah, syukur aja tampangku tampang orang suci (huekkk), jadi gak terlalu mencurigakan, awalnya sih udah hampir mau disamperin, tapi dengan segera unyil memacu motor dan meninggalkan TKP, sepertinya PM tersebut takkan lupa dengan bekas yang kutinggalkan disana.

Note : “dilarang menginjak RUMPUT!”

Saat kami singgah makan di warung pinggir jalan yang ramee banget berjejer-jejer

Saat kami singgah makan di warung pinggir jalan yang ramee banget berjejer-jejer

Nah kalau yang satu ini pas kami sedang singgah untuk makan siang di pinggir jalan, seruu banget deh tempat itu, kami makan bakso spesial beserta es jeruk yang sangat maknyoshh, dan disana rameee banget, gak kebayang tuh warung sampe puluhan meter berjejer rameee banget, pas sampe disana, kami dengan segera mengambil tempat yang paling strategis yaitu tempat duduk yang pemandangannya mengarah ke lintasa pesawat terbang Juanda, jadi setiap ada pesawat datang dan pergi kami bisa lihat dengan jelas, disana kami membahas tentang sayap pesawat dan semacamnya, ya menambah wawasan memang. ^^

Saat kami singgah sholat di Masjid Bandara Juanda Baru

Saat kami singgah sholat di Masjid Bandara Juanda Baru

kalo foto ini saya ambil saat kami singgah di Masjid Bandara Juanda Baru, setelah kami melaksanakan Sholat Dhuhur, ya perjalanan yang sangat melelahkan, karena kami disuruh nunggu sampai jam 3, akhirnya kami menghabiskan waktu kami di masjid hingga jam 3, disana suasananya sangat segarrr, angin sepoi-sepoinya membuat kami merasa ngantukk, ya tidur sebentar di tangga juga gak apa-apa (bukan tangga seh aslinya, cuma dipojok dekat tempat sendal).

Setelah kami menunggu hingga jam 3 dan tak ada kabar, kami memutuskan untuk pulang dan meninggalkan daerah Bandara Juanda, namun sebelumnya kami mengambil kembali tiket yang telah kami serahkan ke Ruko tadi, wahh rugi juga tiket hangus begitu saja, tiket yang seharusnya aku bawa sampai ke Pekanbaru tak jadi.

sebenarnya perjalanan kami selanjutnya masih ada, yaitu ngumpul bareng Indah Nurika Maharani di Mal Royal, namun karena ini khusus membahas perjalanan dan bukan diary online mengenai hal seperti itu, jadi mungkin post itu akan saya masukkan di ruangan sebelah. =D

Terima Kasih telah mau membaca pengalaman perjalananku, see u again in the next journey.

๐Ÿ™‚

Di Talang Maur, Payakumbuh

Pemandangan Talang Maur dari atas bukit

Pemandangan dari atas Bukit Bayur

Jum’at, 25 September 2009.

Talang Maur, Payakumbuh.

Sumatra Barat.

“Segarnyaaaa..”, itulah perkataan yang sering keluar dari mulutku saat terbangung jam setengah 6 pagi di talang maur, wahh indahh banget disanaa, segarrr banget pas bangun, baru kali itu aku terbangun dengan perasaan penuh semangat, air disana pun terasa begitu dingin, hhmm sejak awal terbangun, langsung segera keluar dari kamar menuju teras rumah, pemandangan yang begitu indah yang disertai kabut tipis yang membuat suasana perbukitan semakin terasa, bahkan disetiap nafasku dapat terlihat jelas asap (ntah apa nama yang pantas untuk ini) yang keluar, setelah itu segera aku bersiap menuju bukit bayur, setelah semuanya siap, akhirnya saya bersama saudara2ku yang juga ditemani omku berjalan bersama menuju bukit bayur, perjalanannya tak begitu jauh, cuma beberapa puluh meter saja, saat pertama menaiki bukit tersebut, terasa banget suasana alam bebas disekitar kita, pohon-pohon yang lebat dan tinggi menambah suasana alam disana, untungnya saat ingin menaiki bukit tersebut, telah dibuat semacam jalan yang terbuat dari campuran semen dan bebatuan kecil sehingga memudahkan pejalan kaki untuk mencapai puncak bukit, sebenarnya jalan setapak ini diciptakan untuk para pengguna sepeda motor yang mengambil daun dari tanaman gambir, selama perjalanan untuk mencapai puncak bukit, kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah.

jalan menuju puncak bukit

jalan menuju puncak bukit

sungguh pengalaman yang takkan terlupakan, namun karena perjalanan menuju puncak bukit bayur begitu panjang, jadi kami memutuskan untuk berhenti, padahal perjalanan kami telah memakan waktu sekitar 25 menit, sungguh indah pemandangan disana, takkan pernah terlupakan.

Nice. ๐Ÿ™‚

miss talang maur so much.

rumah nenek di Talang Maur

rumah nenek di Talang Maur

heyy this is my first blog at wordpress.com

hahahayy disini aku akan menulis semua pengalamanku saat berpindah-pindah tempat, yaa sepertinya sangat membosankan disaat harus meninggalkan teman-teman lama dan menemui teman-teman baru, namun disinilah kita akan belajar, belajar memahami setiap karakteristik manusia di tempat yang berbeda-beda..

disini juga akan ada pengalamanku saat berpergian ke tempat-tempat yang indah, saat berlibur, review tempat-tempat yang mungkin belum kalian ketahui, yappp i’ll stay connected and focus with this one, semoga saja blog ini menjadi blog tetap dan tertata rapi, tak seperti blog-blog sebelumnya yang amburradul, hehehe..

thank youuuu all..
๐Ÿ™‚